My Soulmate My Stepbrother

My Soulmate My Stepbrother
Bab 21.


__ADS_3

"Mi.. Zzura pergi sebentar bertemu Bara, ya." Zurra mencium punggung tangan mami Nasya.


"Segeralah minta Bara meminang kamu, Ra. Gak baik pacaran begini," kata mami Nasya menasihati anak gadis nya. Rasanya ia sudah mulai terganggu atas hubungan Azzura dan Bara.


Azzura mencoba memaksakan tersenyum setelah mami Nasya mengucapkan hal tersebut. Andai saja sang mami tahu bagaimana kelakuan Bara dan berakhir berada satu kamar bersama Emier.


Bahkan sampai sekarang Azzura masih acuh tak acuh terhadap Emier karena menganggap bahwa pria itu adalah kakak nya.


"Mi, Zurra mau keluar sebentar ya." Ia pamit tetapi tidak memberi tahu jika dirinya akan bertemu Bara.


Mami Nasya tersenyum disertai anggukan. "Hati-hati. Jangan pulang terlambat, ya!"


Azzura mengangguk kemudian mencium punggung tangan mami Nasya. Ia langsung bergegas naik ke dalam taksi yang sudah dipesan nya secara online. Tak lupa ia memberikan alamat yang ditujunya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Azzura telah sampai di depan gedung apartemen Bara. Ia pun segera masuk ke lobby dan bergegas masuk ke dalam lift menuju apartemen Bara.


Ketika sudah berada di depan pintu apartemen pria itu. Azzura menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan. Sungguh ia sangat kecewa atas apa yang dilakukan kekasihnya itu sehingga harus kehilangan kesucian nya di tangan kakak tirinya sendiri.


Ia juga mengingat bagaimana liar nya dirinya atas pengaruh obat yang dicampurkan ke jus yang diminumnya. Dengan tangan bergetar, Azzura menekan tombol kata sandi apartemen Bara.


Perlahan ia raih handle pintu dan membukanya dengan hati-hati. Apartemen itu terlihat sepi, Azzura berjalan menuju ruang tamu dan melihat pakaian berserakan.


Seketika degub jantung nya nya berdetak dengan kencang, tubuhnya gemetar melihat pakaian wanita berserakan di lantai. Kepalanya menoleh ke arah pintu kamar Bara yang tidak tertutup sempurna.


Azzura menghentikan langkahnya seakan tak mampu lagi untuk mendekati kamar Bara. Namun, ia harus membuktikan nya sendiri bila kekasihnya memang pria berengsek seperti yang dikatakan Emier.


Suara erangan Bara semakin jelas ketika Azzura sudah berada di depan pintu yang tidak tertutup rapat itu. Ia memejamkan mata dengan air mata yang sudah mengalir sedari tadi.

__ADS_1


Dengan tangan bergetar, Azzura meraih handle pintu dan mendorongnya perlahan. Dadanya sesak ketika melihat pemandangan yang dilihatnya, Bara yang sedang menunggangi seorang wanita dengan posisi wanita itu sedang menungging.


Pria yang dikenalnya selalu bersikap lemah lembut dan bersabar dengan semua tingkahnya yang tidak dapat selalu menemani pria itu.


Azzura melihat ada sebuah vas bunga terbuat dari bahan kaca langsung di ambilnya kemudian ia bantin di dekat tempat tidur dimana sepasang manusia sedang memadu kasih.


Azzura menatap Bara nyala ketika pria itu menoleh ke arahnya. Pria itu tampak terkejut dan langsung melepas penyatuan mereka serta memakai boxer nya.


"Ini gak seperti yang kamu lihat, Ra. Aku bisa jelasin," kata Bara panik membuat Azzura tersenyum mengejek.


Dihapus air matanya karena haram baginya menangisi seseorang yang sudah bersalah namun tidak mengakui kesalahan nya.


"Aku menyesal pernah jatuh cinta dan membela mu dihadapan keluargaku, Bara!!"

__ADS_1


❤️


__ADS_2