
"Apa akan sakit?" tanya Azzura bersemu merah semakin terlihat gemas di mata Emier. Ia bertanya seperti itu karena ingatan atas kejadian malam itu tak pernah singgah padanya.
Sedari tadi Emier dan Azzura berada di balkon kamar menikmati angin malam. Keduanya sedang menyiapkan diri untuk menjalani malam pertama yang mungkin akan terasa kaku karena selama ini mereka adalah kakak dan adik.
Emier menatap Azzura dengan seksama, sedari tadi ia terdiam karena sedang mencoba menetralkan degub jantung nya. "Katanya begitu," jawabnya singkat.
Azzura menghela nafas panjang. Kegugupan sedari tadi tak kunjung hilang bahkan malam semakin larut. Tidak mungkin hilang, yang ada akan menghabiskan waktu dan akan terus begitu. Sementara yang akan mereka kerjakan ialah sebuah kewajiban.
Mereka sudah membersihkan diri secara bergantian tadi dan mereka sepakat untuk menetralisir kegugupan dengan duduk di balkon kamar.
"Ayo, bang!" Ajak Azzura menunduk menatap Emier yang masih duduk berdiam diri.
Emier menelan saliva dengan kasar. Entah mengapa dirinya semakin gugup. Apalagi melihat Azzura yang terlihat cantik malam ini.
"Kalau kita menunggu sampai gugup ini hilang, itu gak akan habis, bang. Bakal terulang terus sampai besok, besok, dan ke besoknya."
Akhirnya Emier ikut bangkit dan menggenggam tangan Azzura, membawanya masuk ke dalam kamar.
Bukan ke tempat tidur melainkan berjalan ke kamar mandi. Azzura dibuat akan hal itu. "Ngapain ke kamar mandi, bang? bukankah kita sudah mandi tadi?" tanyanya.
__ADS_1
Emier tersenyum seraya mengelus kepala gadis yang telah dinikahinya ini. "Berwudhu, sayang. Kita sholat Sunnah dulu, ya?"
Azzura tertegun mendengarnya. Tak pernah sedikitpun berpikir untuk melakukan yang dikatakan Emier barusan. Ia pun masuk ke dalam kamar mandi dan berwudhu. Setelah usai, Emier masuk bergantian.
Keduanya melaksanakan sholat Sunnah dua rakaat sebelum melakukan malam pengantin.
Allahumma baarik lii fii ahlii, wa baarik lahum fiyya. Allahummazuqnii minhum warzuqhum minni. Allahummajma' baynanaa maa jama'ta ila khairin, wa farriq baynanaa idza farraqta ilaa khairin.
Artinya : “Ya Allah, berikanlah keberkahan kepadaku dan kepada istriku, serta berkahilah mereka dengan sebab aku. Ya Allah, berikanlah rezeki kepadaku lantaran mereka, dan berikanlah rezeki kepada mereka lantaran aku. Ya Allah, satukanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan dan pisahkanlah kami (berdua) dalam kebaikan.”
Dengan kedua tangan menengadah, Emier melantunkan doa-doa harapan rumah tangga nya selalu dilimpahkan keberkahan. Sedangkan Azzura terharu mendengar as etiapnkatabyang keluar dari mulut Emier.
Perlahan Emier membuka mukenah Azzura. Ia kembali berdoa sebelum memulai malam pengantin mereka.
Bismillah, allahumma jannibnaasy syaithoona wa jannibisy syaithoona maa rozaqtanaa.
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah aku dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari anak yang akan Engkau karuniakan kepada kami.”
Emier meniup pucuk kepala Azzura lalu mengecup kening turun ke hidung dan berakhir pada bibir sang istri.
__ADS_1
Ketika kedua bibir itu saling bersentuhan membuat darah mereka berdesir. Seperti gelayar aneh membuat perut mereka terasa tergelitik oleh kupu-kupu yang terbang disana.
Azzura sendiri yang awalnya diam saja menjadi membalas ciumaan Emier perlahan walah masih terasakaku. Sebenarnya bukan hanya Azzura yang merasa kaku, Emier juga begitu.
Tidak ada yang dikatakan oleh keduanya selain menuntaskan dahaga. Mengarungi mahligai cinta yang membara.
***
Reza baru saja tiba di Bandara. Dirinya memilih pulang lebih dahulu daripada Emier karena tak ingin mengganggu bulan madu kakak beradik itu.
Ia cukup senang dipercayakan menjadi saksi pernikahan mereka yang sah di hukum agama. Tak apa belum diakui negara, yang terpenting dihadapan Allah, mereka telah sah.
Memikirkan ucapan Emier yang harus mulai berani menunjukkan rasa cinta nya kepada Anita membuatnya gamang. Selama ini, ia dikenal sebagai seorang sahabat bagi Anita.
Tidak lebih.
Persis beberapa hari berada di Jerman bersama Emier. Anita selalu menghubunginya hanya untuk mencari tahu sedang apa Emier disana.
"Entahlah. Hanya Tuhan yang tahu," gumamnya lalu masuk ke dalam taksi yang baru saja menjemput nya.
__ADS_1
❤️