My Soulmate My Stepbrother

My Soulmate My Stepbrother
Bab 46


__ADS_3

"Aku takut, bang." Cicit Azzura disebelah Emier. Keduanya sedang berada di dalam mobil, mobil mereka sengaja berhenti tak jauh dari Mansion.


Emier menggenggam tangan kiri Azzura memberikan ketenangan. Meski dirinya juga merasa takut menghadapi kedua orang tua nya. "Kita hadapi sama-sama, ya. Jangan takut. Abang akan selalu lindungi kamu," ia terus menenangkan Azzura dengan lembut.


Emier sangat bahagia dengan perubahan sikap Azzura selama sudah dinikahi nya. Tidak ada lagi Azzura yang merasa terkekang atas keposesifan dan cemburuan nya. Padahal, tidak ada pria yang mendekati istrinya itu selain Bara. Namun, sering sekali merasa cemburu dengan buku dan alat masak lain nya sebab Azzura sering lupa waktu jika sudah melakukan kesukaan nya.


Emier melajukan mobil perlahan hingga memasuki pekarangan Mansion. Keduanya keluar mobil dan masuk ke dalam Mansion setelah mobil itu berhenti.


Terlihat papi Gadhing dan Mami Nasya sedang duduk di ruang tamu menatap mereka dengan tatapan sengit.


"Duduk!" titah papi Gadhing dan sejoli itu duduk bersebelahan dan membuat dua orang paruh baya itu menghela nafas panjang.


"Apa maksud dari foto ini?" tanya papi Gadhing dingin membanting banyak lembaran foto yang menampakkan kemesraan Emier dan Azzura. Ada banyak pula memperlihatkan keduanya baru keluar dari kamar hotel, berada di depan gedung Hotel, dan berciuman di dalam mobil.

__ADS_1


Emier menggenggam tangan Azzura yang terasa dingin. Pria itu tahu bila istri nya sangat ketakutan.


"Jelaskan maksud dari foto itu apa, Emier?" sentak papi Gadhing membuat Azzura semakin takut.


"Apa kamu lupa ingatan kalau Zzura itu adik kamu?" sambung mami Nasya lagi.


"Zzura memang adikku Pi, mi. Tapi kami bukan saudara kandung. Kami saling mencintai," terang Emier tegas memberanikan diri menatap papi dan mami nya.


"Cinta? Bukankah mami sudah pernah bilang? jangan ada yang suka diantara kalian? Kenapa gak dengar, sih?"


"Apa itu cinta, Zzura? Bagaimana bisa dikatakan cinta, sementara kalian sudah melakukan hubungan badan sebelum menikah? Kenapa kamu jadi murahan seperti ini?"


DEG

__ADS_1


Azzura menengadah menatap mami Nasya. Ia menggeleng menepis ucapan beliau. "Zurra bukan seperti itu, mi." Ia menangis dan mendapat pelukan dari Emier.


"Zzura bukan perempuan murahan, mi. Kami sudah menikah. Pernikahan kami sah secara agama," sentak Emier tidak terima Azzura disebut sebagai wanita murahan.


Hening.


Suasana di sekitar mereka mendadak hening. Papi Gadhing dan mami Nasya sangat syok mendengar ucapan Emier barusan. Tidak menyangka akan mengetahui kenyataan yang sangat diluar pikiran mereka.


"Siapa yang menikahkan kalian?" tanya papi Gadhing kepada Emier.


"Azzam. Sebab Azzam yang berhak menjadi wali nikah Zzura." Emier berkata tegas.


"Salah kami apa, Pi? Mi? Cinta kami gak salah. Azzura hampir diperkosa Bara. Azzura diberi obat perangsang malam itu. Beruntung aku datang tepat waktu dan menyelamatkan Zzura dari pengaruh obat itu," terang Emier berharap agar cinta mereka tidak di tentang.

__ADS_1


"Di foto-foto itu, memang benar. Kami sering mendatangi hotel untuk menyalurkan rasa cinta kami. Tapi demi Allah, Emier gak pernah melakukan hubungan badan sebelum nikah. Cinta kami suci. Kami berharap Papi dan Mami mengerti keadaan dan cinta kami."


Papi Gadhing dan Mami Nasya hanya diam saja. Apalagi setelah satu jam berdiam diri, kedua paruh baya itu bangkit dan masuk ke dalam kamar mereka.


__ADS_2