
Cinta di tolak tidak membuat Emier galau hingga pekerjaan terbengkalai. Justru membuatnya semakin giat bekerja karena tidak ingin orang lain berimbas atas kesakitan hatinya.
Emier juga menyadari ucapan Azzura ada benar nya juga jika mereka adalah keluarga dan ada Bara di samping gadis itu.
Sejak pernyataan cinta itu, Emier lebih sering makan di luar bersama Reza dan Anita. Mencoba meminimalisir pertemuan antara dirinya dan Azzura.
Sulit.
Tapi harus.
Begitu juga dengan Azzura mencoba untuk tidak terpengaruh atas sikap Emier yang selalu menghindar padanya. Tetapi keduanya akan kembali akrab seperti biasa tatkala dihadapan orang tua mereka.
Azzura juga masih sering bertemu dengan Bara dan pria itu tak lagi sungkan untuk berkunjung ke rumah keluarga mereka.
*
*
Sore itu Emier setelah pulang bekerja hendak menanti Anita berbelanja untuk membeli hadiah pernikahan orang tua gadis itu.
__ADS_1
Malam ini Anita berniat untuk memperkenalkan Emier secara pribadi kepada orang tua nya yang menjadi pemilik Rumah Sakit dimana tempat mereka bekerja.
Emier sendiri tidak berkomentar apapun karena ingin menerima yang apapun jalan takdirnya. Ia percaya dengan apa yang dikatakan Reza kepadanya.
Mungkin dengan berjalan nya waktu, cinta akan tumbuh dihatinya karena terbiasa dengan Anita. Tetapi, bukan pula untuk saat ini ia ingin memulai menjalin kasih pada gadis itu.
"Sudah. Ayo," ajak Anita membawa dua paper bag berisi dasi dan tas branded untuk orang tua nya.
Emier bangkit dari duduk nya kemudian mengangguk selaras melangkahkan kakinya. Mereka sudah makan siang bersama sebelum mencari hadiah tadi.
Emier mengantarkan Anita ke rumah orang tua nya dengan selamat dan berniat segera pulang setelah ini. "Sampai ke temu jam tujuh, aku jemput!"
*
*
Sesampainya di rumah, Emier segera membersihkan diri dan bersiap untuk menjemput Anita karena acara ulang tahun pernikahan orang tua gadis itu diselenggarakan pada salah satu hotel ternama di kota nya.
Ketika baru saja keluar kamar dan menutup pintu, bertepatan itu pula Azzura melakukan hal yang sama.
__ADS_1
"Abang mau kemana?" tanya Azzura basa-basi dan kebetulan kamar mereka berada satu lantai dan kamarnya melewati kamar Emier sebelum mendapati tangga turun.
Emier menatap Azzura sekilas lalu melirik ponsel yang digenggamnya. "Mau ke acara ulang tahun orang tua temen. Kamu mau kemana?"
Azzura menjadi kikuk ditanya seperti itu pada Emier. Ini adalah kali pertama Emier bertanya kepadanya semenjak pernyataan cinta itu. "Jalan sama Bara, bang!"
Emier memaksakan senyum setelah mendengar jawaban Azzura. Sekuat tenaga ia mencoba agar terlihat baik-baik saja dihadapan gadis pujaan hatinya. "Oh. Hati-hati. Abang duluan," ia berjalan mendahului Azzura.
Emier juga tidak lupa pamit kepada orang tuanya kemudian segera meninggalkan Mansion. Di teras, ia berpapasan dengan Bara.
Namun, Emier acuh tak acuh membuat Bara terheran tetapi menjadi senang karena malam ini rencana nya pasti berhasil.
Sementara Azzura masih diam terpaku menerima perlakuan Emier begitu dingin padanya. Ia merasa kehilangan, tetapi harus seperti ini karena ingin menjalani hidup normal seperti orang pada umumnya.
Azzura sudah berpamitan kepada orang tua nya dan segera pergi bersama Bara. "Kita mau kemana, Bar?"
"Kita akan bersenang-senang malam ini."
❤️
__ADS_1