My Soulmate My Stepbrother

My Soulmate My Stepbrother
Bab 41


__ADS_3

"Sa-yang. Mana bisa begitu?!" Kata Emier tentu tidak setuju atas ucapan Azzura barusan. Bagaimana bisa tidak ke Hotel, jika di Mansion saja mereka harus berpura-pura.


"Mana bisa begitu, gimana? Ya bisalah. Abang saja bisa pergi minum kopi bersama perempuan lain, juga."


Azzura kesal memikirkan apa saja yang mereka bicarakan. Suaminya itu bukanlah pria dingin seperti karakter novel lain nya. Suaminya itu ramah tamah, tidak sombong, dan suka menabung.


"Dengarin dulu penjelasan Abang, sayang. Abang sengaja ajak dia makan siang bareng itu karena ingin jelasin kalau dia jangan berharap sama Abang. Masih ada laki-laki yang cinta sama dia, tapi bukan Abang." Emier menggenggam kedua tangan Azzura dan menatapnya lembut. Berharap penjelasan tadi membuat istrinya percaya.


"Bener Abang hanya menjelaskan itu? gak makan bersama, kan? gak ngobrol selain bahas itu doang, kan? kalian gak ketawa bareng, kan?" cecar Azzura merasa takut bila yang ditanyakan nya menjadi kebenaran.


Emier terkekeh melihat Azzura seperti itu. Sungguh, hal langkah dan sangat membahagiakan baginya. Di kecup kedua punggung tangan sang istri dengan lembut.


"Enggak ada sayang. Abang berkata jujur, Abang nggak mau ada orang lain di hubungan kita. Cukuplah kita mencari cara agar papi dan mami merestui kita. Setelah itu, kita akan merencanakan masa depan rumah tangga kita."


Azzura tersenyum lega mendengar Emier menjelaskan itu. Entah mengapa hatinya yakin bila suaminya tak akan mengkhianati cinta nya yang sedang mekar.

__ADS_1


"Kamu percaya Abang, kan?" tanya Emier dan mendapat anggukan dari Azzura.


"Itu berarti sudah boleh ke Hotel, sekarang?"


Mata Azzura mendelik mendengar pertanyaan Emier barusan. Ia pun memberikan cubitan di perut suaminya itu hingga memekik.


"Sakit, sayang " Emier menggosok perut yang terasa panas akibat cubitan Azzura.


"Abang, sih. Pikiran nya Hotel melulu," Azzura mencebik kesal. "Dasar mesum," imbuhnya lagi.


"Jangan menolak. Ibadah, sayang. Kamu juga merasa enak, kan?" imbuhnya lagi ketika melihat Azzura hendak protes. Ia pun membawa Azzura masuk ke dalam kamar istirahat nya.


Tidak kamar mewah, hanya sepetak ruangan dengan tempat tidur berukuran sedang, lemari berukuran sedang, dan cermin menempel di dinding.


Emier membuka kemeja yang melekat di tubuhnya. Melihat pemandangan itu membuat Azzura memalingkan wajah dengan kondisi memerah. Sudah beberapa kali berhubungan badan dengan pria itu masih saja sangat malu bila seperti ini.

__ADS_1


Bagaimana tidak?


Mereka tumbuh besar bersama dengan asuhan orang tua yang sama.


"Jangan malu. Kamu harus terbiasa untuk bekal nanti saat kita direstui, sayang. Aku akan mengajak mu melakukan ini setiap malam," bisik Emier membuat Azzura semakin malu saja.


***


"Kamu kenapa?" tanya Reza melihat Anita yang duduk termenung di taman.


"Tadi Emier menolak ku tanpa aku menyatakan cintaku. Sakit, Za."


Reza menghela nafas panjang. "Aku yang mencintaimu, An. Aku sudah mencintai kamu sejak pertama kali melihatmu. Tapi semenjak aku mengenalkan Emier padamu, aku tersingkir. Kamu selalu memprioritaskan Emier dan aku tak lagi kamu pikirkan. Aku gak apa-apa jika kamu bahagia dan mendapatkan cinta dari Emier. Tapi nyata nya, sekian lama kamu mencoba mencari perhatian Emier gak buat dia luluh. Dia sudah memiliki seseorang yang dicintainya."


Anita hanya diam memaku.

__ADS_1


❤️


__ADS_2