My Soulmate My Stepbrother

My Soulmate My Stepbrother
Bab 32.


__ADS_3

"Kenapa cuma kamu yang masuk, Za? Emier mana?" tanya Anita celingukan melihat sekitar mencari keberadaan Emier.


Reza berdecak sebal. Dirinya yang baru saja memulai sarapan menjadi tak berselera mendengar pertanyaan dari Anita. "Jangan terlalu berharap dengan Emier. Sudah ada yang lebih berhak atas dia," katanya ambigu kemudian menutup kotak bekal pemberian ibu Amanda lalu berniat pergi meninggalkan Anita.


"Loh. Kamu mau kemana? sarapan kamu belum habis," kata Anita melihat Reza hendak pergi. Ia mencekal pergelangan tangan sahabatnya itu yang memasang wajah masam.


Reza menatap pergelangan tangannya yang dicekal Anita sejenak lalu menghela nafas seraya menatap Anita. "Aku sudah gak berselera makan, An. Aku kesal padamu yang terus saja omongin Emier, sementara dia sendiri gak pernah perduli kan kamu."


Anita terpaku mendengar ucapan Reza yang menohok. Hatinya tercubit dengan kalimat itu karena benar adanya. "Maaf. Tapi bisakah kamu selesaikan sarapan kamu? aku gak mau lihat kamu begini," katanya tulus.


Anita dan Reza bersahabat hingga pada akhirnya Reza mengenalkan Emier saat masa kuliah dulu. Sejak saat itu Anita telah menaruh hati pada Emier dan Reza telah patah hati.


Reza menurut lalu duduk kembali dan melanjutkan sarapan nya tanpa membahas masalah Emier lagi. Ia pun tak akan menceritakan pernikahan kakak beradik tersebut.


"Nanti malam aku akan aja kamu ke bioskop. Ada film horor baru," ajak Reza kepada Anita yang suka film horor.

__ADS_1


Anita sumringah mendengarnya, ia pun mengangguk antusias. "Beneran? jemput jam berapa?"


"Sebelum jam 7 biar kita bisa makan malam sebelum nonton," kata Reza santai sembari menghabiskan sarapan nya.


Air muka Anita berubah setelah mendengar Reza mengatakan hal itu. "Ibu ada di Apartemen," gumamnya membuat Reza menoleh ke arahnya.


"Ngapain ibu kamu datang? bukankah sudah aku larang?" tanya Reza seketika amarah nya menggebu.


Kedua tatapan mereka bertemu. "Kata ibu, Sandi sakit,-" belum sempat menyelesaikan ucapan sudah di potong Reza lebih dulu.


Reza mengepalkan tangan sangat erat karena sangat emosi bila mengenai ibu tiri dan adik tiri Anita masih mengganggu kehidupan Anita.


****


Azzura menyelusup wajah ke dada Emier ketika cahaya Mentari mengenai matanya yang mengintip dari celah horden. Rasa kantuknya masih terasa akibat percintaan mereka selesai pukul tiga dini hari.

__ADS_1


Emier terus memandangi wajah cantik Azzura. Padahal masih dalam keadaan polos dan belum membersihkan diri, tapi sepertinya memandangi wajah istrinya yang tak pernah bosan.


Pria itu tak henti-hentinya mengucapkan syukur telah ditakdirkan untuk berjodoh dengan Azzura. Tekadnya sudah bulat, ia akan terus mempertahankan pernikahan nya apapun yang terjadi.


Azzura membuka mata ketika merasakan ada yang mencium keningnya. Ia pun mendorong dada bidang Emier karena terkejut ada seseorang berada di kamar tidurnya.


"Abang ngapain dikamar Zzura?" tanya ya curiga.


Pertanyaan Azzura justru membuat Emier tergelak. Bagaimana bisa istrinya menanyakan sesuatu yang seharusnya tidak perlu ditanyakan.


Dan, apakah istrinya itu melupakan kenangan manis yang sudah mereka lewati malam tadi?


"Apa kamu lupa jika malam tadi kita sudah melakukan malam pertama, hm? apa kamu lupa suara desaahan kamu sangat indah malam tadi? bahkan mengingatnya saja sudah membuat adik kecil Abang bangun, lagi!"


Azzura melotot mendengar itu langsung memberi cubitan di perut Emier. "Das

__ADS_1


__ADS_2