My Soulmate My Stepbrother

My Soulmate My Stepbrother
Bab 17.


__ADS_3

Emier menghentikan langkahnya karena merasakan nafas nya sudah tak teratur. Masih dalam nafas yang tersengal, pandangan nya menangkap sosok pria yang dikejarnya.


Ia pun berusaha untuk mengejar pria tersebut karena jarak mereka cukup jauh. "Aarrgghhh.. Sial!" Emier menendang udara karena merasa kesal. Kamar yang dimasuki Bara sudah tertutup.


Emier berjalan bolak balik di depan pintu tersebut. Ia pun menekan bel pintu cukup keras hingga mengganggu penghuni di dalam sana.


Di dalam sana. Bara menikmati pemandangan dimana Azzura meliuk-liuk kan tubuhnya seraya memohon agar segera di puaskan.


"Bar.. To-tolong aku," ucap Azzura menggoda tetapi Bara masih duduk tenang menikmati dirinya yang sudah ingin di puaskan.


Bara berdecak ketika bel pintu terdengar nyaring berulang kali karena diabaikan olehnya. Ia pun mendekati Azzura kemudian membelai pipi mulus gadis itu. "Sabar, ya. Setelah ini aku akan membantumu, sayang."


*


*


Emier mencoba menahan amarah nya. Tetapi, tetap saja membuncah mana kala melihat pintu terbuka menampakkan Bara yang sudah bertelanjang dada.


BUG


Emier memberi pukulan telak di wajah pria itu langsung masuk ke dalam kamar tersebut. Di lihatnya Azzura sudah seperti ulet keket yang uget-uget🤣, eh salah. Meliuk-liuk kan badan yang sangat sensual.

__ADS_1


BUG


Emier lengah sehingga terjungkal ke lantai. Rahang nya mengeras, menatap Bara nyala. "Pria berengsek. Pengecut yang hanya bisa menjebak adik ku!" sentaknya kemudian bergegas bangkit memberi pelajaran kepada Bara.


Kedua pria itu saling menyerang, menangkis, mengelak, dan di akhiri Bara terjungkal keluar kamar. "Pergilah. Aku yang akan melakukan rencana mu," kata Emier kemudian menutup pintu kamar hotel tersebut dengan keras lalu menguncinya.


Emier terperanjat ketika punggung nya disentuh secara sensual oleh Azzura. Entahlah, mungkin ia yang terbawa suasana.


"Bang. Tolong aku," kata Azzura mengiba tetapi suaranya lebih seperti mendesaah.


Emier membalikkan badan berhadapan langsung dengan Azzura yang sudah membuka pakaian selain penutup aset berharga. Ia menelan saliva menyaksikan pemandangan aduhai itu untuk pertama kali.


Azzura adalah cinta nya.


Emier menggeleng ketika kewarasan nya mulai terguncang. Erangan dari mulutnya terdengar ketika Azzura memainkan lehernya dan meraba halus dada bidang nya.


"Jangan, mmmptthh."


Emier tidak dapat berkata apapun karena mulutnya sudah dibungkam oleh Azzura. Ciuman pertama nya telah dicuri oleh cinta nya.


*

__ADS_1


*


Emier duduk di tepi ranjang dengan menunduk seraya menarik rambutnya karena merasa bodoh atas tindakan nya.


Dibelakang nya, Azzura mulai mengerjapkan mata karena silau nya sinar Mentari yang menembus gorden hingga mengena dimatanya.


Karena merasa masih mengantuk dan lelah, Azzura membalikkan badan membelakangi jendela kemudian menutup kepala nya dengan selimut.


Merasa ada seseorang di dalam ruangan yang di duga kamarnya, Azzura langsung membuka selimut. Matanya terbelalak ketika mengetahui siapa orang tersebut.


"Abang?" tanya nya harap-harap cemas. Ingatan nya berputar dimana dirinya sangat nakal merayu Emier.


Matanya memanas ketika mengingat itu, tangan nya seketika mengeratkan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.


"Katakan kalau kejadian tadi malam itu enggak benar, bang!" kata Azzura dengan derai air mata.


Emier masih dalam posisi yang sama tidak berani menatap Azzura. Ia memejamkan mata karena tidak tahan mendengar tangisan lirih pujaan hatinya yang menyayat hati.


"Maaf," katanya penuh penyesalan.


❤️

__ADS_1


__ADS_2