
"Jawab dengan jujur, bang. Abang gak ambil kesucian ku malam itu, kan?" tanya Azzura dengan mata yang berkaca-kaca.
Setelah sadar dan terbangun, Azzura sudah menduga sedari malam tadi saat Emier melakukan itu adalah kali pertama. Malam tadi adalah benar-benar malam pertama mereka.
Emier hendak mengelus pipi Azzura tapi ditepis. "Apa kamu marah kalau pada akhirnya kamu menikah dengan ku? apa kamu setuju menikah dengan ku karena berpikir kalau aku melakukan hal sekeji itu padamu sebelum menikah?"
Azzura tertegun mendengar cecaran dari Emier. Bukan itu masalahnya, ia hanya merasa dibohongi selama ini karena terus saja merasa kotor atas dirinya. Gelengan kecil menyertai tangisan nya membuat Emier memeluk erat tubuhnya yang masih polos terbungkus selimut.
"Malam itu memang aku melihat tubuh mu yang indah ini. Tapi aku tidak melakukan nya, memang sulit untuk mengendalikan diri ku karena kamu terus saja memancing biirahii ku. Tapi, aku akhirnya berhasil meredah efek dari obat yang diberikan Bara padamu. Beruntung kamu hanya diberi sedikit dosis," terang Emier seraya mengelus kepala Azzura dengan sayang yang masih menangis dalam pelukan.
"Maaf, bang. Aku hanya merasa kecewa karena dibohongi selama ini. Maafkan aku," ucap ya lalu tangisnya kembali pecah.
"Enggak apa-apa."
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, seusai tenang keduanya membersihkan diri bersama. Meski harus melakukan nya lagi di dalam kamar mandi, Emier tetap membantu Azzura membersihkan diri dan memakaikan baju.
Dengan setia pula Emier berjalan beriringan meski pelan karena Azzura berjalan sangat lamban akibat rasa perih dan nyeri di inti tubuhnya
"Maaf, ya." Kata Emier merasa bersalah kepada Azzura ketika baru saja duduk di kursi depan meja makan.
Azzura berdecak sebal karena harus mendengar kata yang sama sedari tadi yang keluar dari mulut Emier.
"Berhentilah meminta maaf, bang. Bukankah sudah sewajarnya ini akan terasa sakit saat melakukan pertama kali?"
"Tapi jangan pernah bosan, ya. Aku pasti akan mengulangi lagi lain waktu," katanya santai dengan senyum nakalnya.
Azzura melotot mendengarnya. Bagaimana bisa Emier menjadi seperti ini. "Jangan mesum deh," elaknya.
__ADS_1
Emier mengedikkan bahu. "Mesum sama istri sendiri, sayang. Itu gak dosa," kilah nya terkekeh ketika melihat wajah Azzura berubah merah karena malu.
Azzura tak lagi menggubris karena pikiran nya langsung teringat dengan percintaan mereka yang syahdu malam tadi. Ia bangkit dan mengambilkan makanan untuk Emier secara perlahan dan hati-hati.
Emier tersenyum bahagia melihat perlakuan Azzura padanya meski beberapa hari lagi mereka akan berpura-pura tidak memiliki hubungan yang sah. Ia berpikir, akan berapa lama mereka sanggup menyembunyikan hubungan mereka dari orang tua mereka.
"Terima kasih, sayang." Emier menerima piring berisi makanan dari Azzura. Ketika istrinya telah duduk kembali, ia memiringkan tubuh dan melabuhkan kecupan pada pipi istrinya.
"Aku mencintaimu," bisiknya membuat Azzura tersipu malu.
Padahal sudah sangat sering Emier mengungkapkan cinta untuknya. Namun, tetap saja membuat Azzura tersipu malu.
"Aku juga cinta Abang. Cepatlah makan, aku bosan di Mansion."
__ADS_1
"Ya sudah. Setelah ini kita ke Hotel!"
❤️