My Soulmate My Stepbrother

My Soulmate My Stepbrother
Bab 34.


__ADS_3

Sedari pagi Azzura terus saja memeluk Emier tanpa lelah dan bosan. Semenjak menikah sikap istrinya itu sangat berbeda. Jauh lebih manja dari biasanya. Seperti saat ini, istrinya enggan beranjak dari tempat tidur terus-menerus menahan agar dirinya tak jauh-jauh.


Emier tahu mengapa Azzura bersikap seperti ini karena ia harus kembali ke Tanah Air lebih dulu. Setelah itu mereka akan menjalani hari sebagai kakak dan adik kembali.


"Kamu harus kuat, ya." Kata Emier mengeratkan pelukan.


Azzura mengangguk saja.


Saat waktunya makan siang, Emier dan Azzura turun ke lantai dasar. Ternyata sudah ada Azzam disana.


Dengan telaten Azzura melayani dan menyediakan keperluan Emier. Memang semenjak berada di Mansion, Azzura belum pernah memasak untuk Emier karena selalu menghabiskan waktu berada di kamar bersama Emier.


Maklumi saja karena mereka berdua pengantin baru. Emak juga begitu, Eh! 🤣🤭


"Jam berapa Abang akan berangkat?" tanya Azzam kepada Emier.

__ADS_1


Emier menghentikan kunyahan nya sejenak. "Jam 3, Zzam. Pesawat berangkat jam 5."


Azzam mengangguk mengerti. "Nanti biar supir yang antar Abang. Maaf aku gak bisa antar karena akan pulang terlambat," terang nya lalu menoleh ke arah Azzura yang diam saja tampak murung.


"Mulai sekarang, belajarlah untuk mengendalikan mimik wajahmu, Ra. Jangan pernah menampakkan perasaan mu hanya dengan mimik wajah. Orang dengan mudah curiga kalau begitu," katanya tegas membuat Azzura semakin gundah gulana.


Memang dari dulu Azzura akan seperti ini jika berdekatan dengan Azzam. Meski Emier posesif dan selalu melarang ini dan itu, ia masih mampu memberontak. Tetapi, jika sudah berhadapan dengan saudara kembarnya membuat nyali nya ciut.


"Jangan hanya diam saja, Ra. Diam mu seolah menolak nasihat dariku," gertak Azzura membuat Azzura mencebik bibir.


"Iya-iya," sahut Azzura lirih seakan ingin Azzam menyelesaikan ucapan saudara kembarnya.


Seperti yang dikatakan tadi bila Emier akan berangkat pukul 3 sore. Persiapan kepulangan sudah selesai dan telah bersiap dari oleh-oleh, kaos baru, dan sepatu.


"Abang pulang. Kamu hati-hati dan segera bersiap setelah itu berangkat ya."

__ADS_1


Azzura hanya mengangguk tanpa bisa membendung air mata. Emier memeluk nya begitu erat.


Pernikahan seakan menyatukan dan memperkuat cinta mereka. Hubungan yang halal meski harus dirahasiakan sementara demi sebuah restu orang tua.


Bisa saja Emier dan Azzura pulang bersama dan memberi tahu bila mereka telah menikah. Tetapi, keduanya tak ingin melawan restu.


Restu bukan sekedar orangtua memberi izin atas hubunganmu dengan calon pasangan. Makna restu orangtua lebih dari itu, di dalam restu ada doa orangtua untuk kebaikan hubungan kalian agar rumah tanggamu nanti dipenuhi keberkahan, dan setiap masalah dapat diselesaikan dengan baik.


Pikiran orangtua walau kadang tak seirama dengan anaknya bisa jadi jauh lebih logis. Beda halnya jika kita terlalu cinta dengan pacar pasti ingin selalu bersama dan lupa bahwa rumah tangga tak hanya butuh cinta. Orangtua pasti akan melihat seberapa bertanggung jawab calon pasanganmu nanti hingga mampu atau tidak menjaga anaknya.


Jika orangtua merasa calon yang dipilih anaknya tak mampu membimbing dan membahagiakan pasti orangtua tak mau memberi restu.


Seperti itu juga yang dipikirkan Emier dan Azzura bila orang tua mereka melakukan ini demi kebahagiaan anak-anak mereka.


❤️

__ADS_1


__ADS_2