My Soulmate My Stepbrother

My Soulmate My Stepbrother
Bab 7. Bara diperbolehkan pulang


__ADS_3

Sudah empat hari Azzura berada di Rumah Sakit merawat Bara. Walau dalam hatinya merasa bersalah dengan Emier atas perlakuan nya yang kasar, tetapi tetap saja menurutnya apa yang dilakukan kakak tirinya itu keterlaluan.


Azzura baru saja selesai mengemasi barang-barang Bara yang akan dibawa karena hari ini kekasihnya itu diperbolehkan untuk pulang.


"Apa masih ada yang sakit?" tanya Azzura melihat Bara seperti meringis menahan sakit.


Bara tersenyum disertai gelengan. "Enggak, kok. Jangan khawatir," tuturnya kemudian mencoba turun dari brankar tanpa bantuan dari Azzura.


Azzura mengangguk kemudian keluar dari ruang rawat inap itu bersama. Administrasi telah diselesaikan gadis itu hingga mereka dapat pulang lebih cepat.


Azzura juga sudah memesan taksi dan telah menunggu di parkiran Rumah Sakit. Setiba di Parkiran, taksi yang telah dipesan sudah menunggu.


"Hati-hati," kata Azzura ketika Bara hendak masuk ke dalam mobil.


"Iya," kata Bara.


Rasa nyeri akibat pukulan dari Emier memang belum sepenuhnya sembuh. Ada bekas lukanmemar di wajah dan diperut.


Bara sendiri tak masalah jika harus di rawat lebih lama karena ada suster yang merawatnya dan lebih berani dari Azzura.


Tetapi, melihat kekasihnya itu begitu telaten merawatnya membuatnya tidak tega.

__ADS_1


*


*


Sesampainya di Apartemen, Azzura meminta Bara agar istirahat lebih dulu. Sementara dirinya akan memasak untuk makan malam.


Bara hanya dapat menurut.


Azzura menuju dapur. Ia menggeleng melihat banyak piring kotor disana. Akhirnya memutuskan mencuci piring lebih dahulu, setelah nya memasak.


Ia membuka lemari es hanya ada telur dan bumbu masakan seperti bawang merah, bawang putih, cabai, dan tomat.


Azzura memilih membuat telur sambal balado karena sudah tidak ada persediaan bahan makanan disana.


Senyuman nya terbit memandangi hasil masakan nya. Keahlian memasak mami Nasya menurun kepadanya dan ia bersyukur akan hal itu.


Puas memandangi hasil masakan nya, Azzura memilih membersihkan diri lebih dulu.


"Bara.. Bangun, makan makan dulu."


Bara membuka mata saat Azzura membuka selimutnya. "Iya," sahutnya dengan suara serak khas bangun tidur.

__ADS_1


"Kamu mandi dulu. Aku tunggu di dapur," kata Azzura langsung keluar kamar Bara. Ia tentu tahu tidak baik pria dan wanita berada dalam satu kamar.


Sementara Bara merasa tenang karena Azzura tidak berinisiatif untuk mencarikan baju ganti untuknya. Jika saja iya, maka harus membuat alasan karena melihat isi lemarinya.


Beberapa saat kemudian, Bara sudah selesai membersihkan diri dan duduk di hadapan Azzura.


"Di kulkas hanya ada telur, Bar. Jadi aku hanya masak ini saja," tutur Azzura membuat Bara tersenyum.


"Nggak apa-apa. Besok aku lengkapi biar kamu senang masaknya kalau main ke sini," kata Bara karena menginginkan Azzura sering datang ke Apartemen nya.


Senyuman terbit di wajah Azzura. "Baiklah. Setelah makan aku harus pulang, ya."


Bara menghentikan suapan nya. "Kok pulang? gak nginap?" tanyanya.


Azzura menggeleng. "Nggak. Aku harus pulang karena sudah lama meninggalkan rumah," Jawab Azzura.


Bara menahan kesal tetapi mencoba untuk tersenyum. "Baiklah. Besok main lagi, kan?" tanyanya.


Azzura mengangguk. "Kamu mau aku masakin apa?" tanya nya.


"Terserah kamu. Aku suka semua yang kamu masak."

__ADS_1


Selesai makan malam, Azzura mencuci piring bekas makan mereka tadi. Setelah itu Azzura benar-benar pamit untuk pulang karena sudah merindukan kedua orang tuanya dan juga rindu kamarnya.


❤️


__ADS_2