My Soulmate My Stepbrother

My Soulmate My Stepbrother
Bab 18.


__ADS_3

Emier mendekati Azzura lalu memeluknya. Rasanya begitu sakit mendengar suara Isak tangis yang memilukan.


Azzura terus berpikir bagaimana hidupnya dikemudian hari.


Bagaimana dengan kedua orang tua nya?


"A-aku takut, bang. Bagaimana dengan papi dan mami?" tanya Azzura ketakutan. Tubuhnya masih di tutupi oleh selimut.


Emier menghela nafas panjang. Tangan nya terulur membelai Surai hitam panjang milik Azzura. Membiarkan pujaan hatinya menangis dalam dekapan nya.


"Kamu tenang dulu, ya. Kita akan bicarakan ini. Tapi, bersihkan dulu badan kamu."


Azzura tersadar langsung mendorong Emier sehingga pelukan itu terlepas. Ia mempererat selimut dan berubah menjadi takut.


Emier melihat itu langsung berdecak. "Kamu berpikir terlalu jauh! Sudah sana mandi," kata Emier mengerti pikiran Azzura kepadanya.

__ADS_1


Seketika itu juga wajah Azzura bersemu merah dan membuat Emier terkekeh. Selanjutnya, gadis itu cemberut dan turun dari tempat tidur dengan selimut yang menutupi tubuh polos nya.


Melihat Azzura sudah masuk ke dalam kamar mandi, Emier menghela nafas panjang. Bingung harus berbuat apa karena orang tua mereka pasti akan menentang hubungan mereka.


Di dalam kamar mandi, Azzura terisak kembali karena telah melakukan kesalahan fatal. Ia terus menggosok-gosok badan nya hingga menimbulkan perih di area kulit tersebut.


Tatapan nya berubah tajam mengingat betapa keji nya perbuatan Bara sehingga ingin menghancurkan hidupnya.


Ada rasa lega dirinya ditolong Emier malam tadi. Walau ada rasa cemas menyelimuti, tetapi ia merasa lebih baik di selamatkan Emier dari pada harus jatuh ke dalam pelukan Bara.


"Ra.. Kamu enggak kenapa-kenapa, kan?" tanya Emier menggedor pintu kamar mandi.


Diluar kamar mandi, Emier sangat khawatir bila Azzura melakukan sesuatu diluar nalar karena memikirkan kejadian malam tadi. Jika ditanya apakah Emier menyesalinya?


Tentu saja tidak karena dengan begini Azzura dapat mengetahui Bara yang sebenarnya.

__ADS_1


"Bang, bajuku!" pekik Azzura dari dalam kamar mandi.


Emier gegas mengambil paperbag berisi pakaian yang sudah dipesan kemudian berjalan ke arah pintu kamar mandi. Ketika sudah di depan pintu kamar mandi, ia mengetuk pintu kemudian balik badan dan menyerahkan paperbag itu setelah pintu terbuka.


Dengan cepat Azzura menutup pintu setelah menerima paperbag yang diberikan Emier. Tubuhnya bersandar pada daun pintu dengan kedua tangan berada di dadanya. Jantung nya berdebar kencang hanya karena seperti tadi. "Ada apa denganku?" gumam nya disertai gelengan kecil menyadari dirinya sangat aneh.


Beberapa saat kemudian Azzura keluar dari kamar mandi. Dilihatnya kamar yang saat dirinya baru bangun tidur berantakan sudah menjadi rapi. Bahkan seprei tempat tidur itu sudah diganti. Ia juga melihat Emier sudah berganti pakaian.


"Cepatlah bersiap. Kita harus pulang karena papi dan mami sudah menelepon karena kita gak pulang malam tadi," kata Emier lembut seraya menggulung kemeja yang dikenakan nya hingga siku.


Azzura hanya mengangguk dan menurut. Bergegas ia mengeringkan rambut serta sesekali melirik Emier dari cermin dihadapannya. Begitu juga Emier yang memang sedari tadi memerhatikan Azzura dari cermin.


Bagi Emier, kecantikan Azzura mampu menghipnotis dunia nya. Bayangan-bayangan kejadian malam tadi membuat Emier memanas.


"Bang. Jangan kasih tau papi dan mami, ya?" pinta Azzura ketika mereka hendak keluar dari kamar hotel.

__ADS_1


Emier menghentikan langkahnya ketika mendengar permintaan Azzura. Ia menatap Azzura dengan intens kemudian mengangguk kecil. "Dengan syarat kamu harus jadi kekasihku!"


❤️


__ADS_2