My Soulmate My Stepbrother

My Soulmate My Stepbrother
Bab 42.


__ADS_3

Emier dan Azzura keluar kamar hotel secara bersamaan. Ukiran senyum dengan kedua tangan saling menggenggam mesra menghiasi langkah keduanya masuk ke dalam lift.


Tanpa mereka sadari seorang pria yang menginap tepat disebelah kamar hotel pasangan itu baru saja merekam video keduanya keluar kamar hotel.


"Lumayan. Kamu gak akan bisa lepas dariku, Ra."


***


"Za. Apa kamu marah?" tanya Anita mendatangi Reza di ruangan pria itu.


Anita merasa tak enak hati kepada sahabatnya itu karena telah menolak cinta Reza beberapa waktu lalu. Ia sendiri merasa tak percaya kebersamaan mereka bisa membuat sahabatnya itu memiliki perasaan lebih dari sahabat. Ia melupakan jika berteman dekat dengan lawan jenis sering sekali salah satu nya akan jatuh hati.


Reza tersenyum disertai anggukan. Memang hatinya merasa sakit dan kecewa. Namun, ia sudah tahu akan seperti ini dan juga sudah menyiapkan hati. "Tenang saja. Aku baik-baik saja, An. Aku gak akan berubah sikap padamu. Jangan takutkan hal itu," terang nya meyakinkan Anita bahwa ia akan bersikap seperti biasa kepada wanita itu.


Meski dimasa lalu... Ah sudahlah. Reza tak ingin mengingat itu meski sudah terikat.


Anita tersenyum lalu memeluk Reza dari samping. Ia sangat beruntung memiliki sahabat seperti pria dalam pelukan nya ini. Reza yang selalu mengerti dan selalu ada untuknya.

__ADS_1


"Aku traktir makan malam gimana?" tawar Anita menatap Reza dengan senyum manisnya.


Reza menatap Anita sejenak. Hatinya masih sedih, tapi mengapa wanita ini masih saja merapatkan jarak diantara keduanya?


Reza menggeleng. "Aku gak bisa, An. Aku akan pergi bersama ayah dan ibu ke Mansion Emier."


Anita tampak kecewa tapi memaklumi karena keluarga Reza dekat dengan keluarga Emier. Hanya keluarga nya saja yang tidak pernah akur hingga sekarang.


"Baiklah. Aku pergi dulu kalau begitu," kata Anita kemudian berlalu keluar dari ruangan Reza.


Reza menghela nafas panjang kemudian bersandar pada sandaran sofa. Meraup wajah dengan kasar memikirkan perasaan nya.


Tumben sekali.


****


Sesuai arahan dari ibu Miranda bahwa sepulang kerja langsung pergi ke Mansion keluarga Emier. Ia melepas jas Dokter kebanggaan nya dan melempar ke jok penumpang. Beruntung saat di Rumah Sakit, Reza sudah membersihkan diri lebih dulu.

__ADS_1


Di lihat mobil Honda Civic berwarna merah terparkir disana. Seketika senyuman nya mengembang mengetahui pemilik mobil itu telah pulang. Ia pun mengayunkan kaki dengan langkah lebar mencari orang tersebut.


Benar dugaan nya. Gadis yang baru saja beranjak dewasa itu berada di sofa pojokan sendiri sedang bermain laptop mendengar lagu Korea.


Ia pun menghempas bobot tubuhnya di samping gadis itu. "Hama... Apa kabar?" pekiknya mencubit pipi Humairah karena gemas.


"Big no!!! Dokter gilaaa.. Sa-sakit, ih." Humairah histeris seraya tangan nya mencoba meraih apa saja bagian tubuh Reza dan dapat menarik rambut pria itu.


"Awwhh.. Ya ampun, hama nek Lampir."


Sebab telah merasakan sakit pada kedua nya. Kejahilan itu akhirnya berakhir. Reza tidak marah atau memasang wajah cemberut seperti Humairah.


"Kalau kangen itu bilang. Jangan jahil begini, sakit tahu." Humairah mengomel karena Reza selalu seperti ini padanya sedari kecil.


Reza tergelak mendengar ucapan Humairah yang memang benar. Dirinya sangat merindukan gadis kecil yang dulunya sering ia ganggu ketika sedang bermain.


Tanpa mereka sadari, semua orang melihat interaksi keduanya. Senyuman mereka memiliki senyum penuh arti.

__ADS_1


❤️


__ADS_2