
"Ngapain kalian berdua disini?"
Suara bariton menggelegar di depan pintu ruangan Emier. Seketika itu membuat Emier melepas genggaman tangan Azzura karena tak ingin dicurigai oleh sahabatnya.
Ya, yang bertanya dan mengejutkan keduanya adalah Reza. Pria itu ingin mengajak Emier makan bersama dengan Anita juga.
"Ada apa?" tanya Emier mengerutkan dahi menatap Reza bingung.
Reza menggaruk kepalanya yang tak gatal merasa ragu untuk mengajak Emier makan bersama dengan Anita karena ada Azzura.
"Tadi maksud aku mau ajakin kamu makan siang bareng. Tapi karena ada Azzura, pasti kalian mau makan bersama kan?" terang Reza melirik kearah Emier yang sedang mencebik bibir karena ucapan nya.
"Memangnya kenapa kalau ada aku, bang? apa aku ganggu?" tanya Azzura menatap Emier dan Reza bergantian. Ia merasa tersinggung dengan ucapan Reza barusan.
Emier dan Reza gelagapan mendengar pertanyaan dari Azzura. "Bukan, Ra. Kamu mau ikut? boleh kok gabung dengan kami."
__ADS_1
Mendengar ucapan Reza membuat Azzura beralih menatap Emier. "Boleh?"
Emier tersenyum disertai anggukan. Tentu saja boleh, apalagi ini kali pertama Azzura makan bersamanya di Rumah Sakit. "Boleh. Ayo," ajaknya hendak menggenggam tangan Azzura namun pujaan hatinya langsung menolak karena ada Reza.
"Reza gak akan lihat," bisik Emier mencoba menggenggam tangan Azzura kembali saat Reza berjalan mendahului mereka.
Walau Azzura mencoba menghentakkan tangan nya perlahan demi genggaman itu terlepas, agaknya Emier tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini karena hanya di luar Mansion dirinya bisa bebas bersama pujaan hatinya itu.
Ketika sudah sampai di Kantin Rumah Sakit, Azzura melihat ada seorang gadis yang sudah duduk disana dan Reza duduk berhadapan dengan gadis tersebut. Ia juga melihat senyuman manis gadis itu terbit ketika mereka tiba dan tetap menatap ke arah Emier.
"Tadi pas aku ajak makan bareng, gak mau. Sekarang kamu mau," kata Anita terdengar seperti sedang merajuk.
Azzura tampak diam saja memutar bola mata merasa jengah mendengarnya. Kesedihan yang tadi tercipta karena melihat Bara sedang bercinta seakan lupa dan berubah menjadi kesal melihat Anita.
"Iya. Awalnya memang aku ingin makan di rumah. Tapi adik ku datang dan akhirnya kami ikut Reza," terang Emier santai.
__ADS_1
Tetapi, ucapan Emier membuat hati Azzura tersayat nyeri. Apalagi ketika dirinya disebut dengan sebutan 'adik'. Seakan perasaan pria itu hanya kebohongan saja.
Pesanan mereka telah tiba dan terhidang. Emier dan Azzura memesan menu yang sama yaitu nasi soto Medan. Tanpa di minta, dengan telaten Emier memindai toge di mangkuk soto Azzura ke mangkuknya karena tahu bila pujaan hatinya tidak menyukai toge.
Anita melihat perlakuan manis Emier kepada Azzura menjadi sendu. Karena selama beberapa kali jalan bersamanya, Emier tidak pernah seperhatian itu kepadanya.
Reza juga melihat perlakuan Emier terhadap Azzura membuatnya iba karena merasa kedua orang itu tanpa sadar telah jatuh cinta. Namun, restu tak akan didapatkan oleh mereka. Kemudian ia melihat Anita tampak murung membuatnya bersedih hati. Tanpa Anita dan Emier tahu, ia sudah sangat lama mencintai gadis itu dalam diam.
"Sudah. Kamu sudah bisa makan," kata Emier menggeser mangkuk soto Medan itu ke hadapan Azzura.
"Makasih, bang." Kata Azzura disertai senyum manis nya walau hatinya sedang dongkol karena Anita sedari tadi menatap Emier.
"Di makan, mbak. Nanti tumpah loh makanan nya kalau lihat Abang aku terus."
❤️
__ADS_1