
"Bara.. Kita ngapain di tempat karaoke begini?" tanya Azzura sedang berjalan beriringan dengan tangan digenggam oleh Bara.
Azzura memindai pandangan sepanjang lorong menuju ruang karaoke yang sudah di sewa Bara. Ketika berada di ruang paling ujung, Bara membuka pintu tersebut.
Azzura melihat teman-teman Bara yang belum pernah ditemui nya selama ini. Ia melotot karena terkejut melihat di sudut ruangan ada sepasang kekasih sedang bercumbu.
Seketika itu juga ia menjadi takut berada di dekat Bara.
"Hai, Bro. Lama enggak kumpul," kata salah satu pemuda duduk diantara dua wanita.
"Biasa.. Kerjaan," kata Bara beradu tos kemudian duduk dan mempersilahkan Azzura.
Tak lupa Bara memperkenalkan Azzura kepada teman-temannya.
Entah mengapa pandangan teman-teman kekasihnya itu sangat membuat Azzura tidak nyaman.
Teman nya yang bernama Kevin memberi isyarat kepada Bara kemudian memberikan sesuatu yang memang sudah di minta oleh Bara sebelum nya dan pria itu pun langsung memasukkan benda tersebut ke dalam saku celana.
Bara memberikan segelas jus mangga kepada Azzura dan gadis itu menerima dan langsung di minumnya karena tidak curiga apapun.
__ADS_1
Tetapi, andai Azzura tahu jika jus yang diberikan untuknya telah dicampur sesuatu oleh Kevin atas permintaan Bara tentu saja tak akan meminum nya.
Azzura hanya diam dan akan tersenyum ketika di sapa. Akan menolak ketika di ajak berjoget disana bersama para wanita yang berada di ruangan tersebut.
Azzura merasa aneh kepada tubuhnya tiba-tiba merasa sangat panas dan gerah. Ia mulai gelisah dan keringat jagung mulai memenuhi tubuhnya.
Bara dan Kevin tersenyum penuh kemenangan melihat obat perangsang yang telah di campur ke dalam jus mangga untuk Azzura sudah bereaksi.
Bara menyentuh telapak tangan Azzura dan tubuh gadis itu menegang. Azzura merasa sentuhan Bara seakan membangkitkan sesuatu yang tidak dapat di artikan. Tetapi, ia yakin bahwa tubuhnya sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja.
"Bar.. Antar aku pulang," kata Azzura kemudian menggigit bibir bawah nya sekuat tenaga.
"Semoga berhasil," pekik Kevin sebelum Bara dan Azzura keluar ruangan.
Bara hanya mengacungkan ibu jari ke udara karena tidak ingin dicurigai oleh Azzura. Ketika sudah berada di dalam mobil, gadis itu tampak gelisah bahkan sudah meraba-raba tubuhnya sendiri.
Bara tidak mengatakan apapun, tetapi matanya sesekali melirik Azzura penuh nafsu. Sekuat tenaga menahan hasrat nya yang sudah membara hanya melihat Azzura seperti ini.
Bara tidak menyangka bila Azzura menyimpan kecantikan nya dengan baik. Ia sudah bertekad akan memiliki kekasih ya ini secara utuh.
__ADS_1
Sesampainya di sebuah hotel tidak jauh dari tempat karaoke mereka sebelumnya, Bara memapah Azzura yang mulai berani meraba dada bidang nya.
Sial. Kalau begini aku enggak bisa menahan diri terlalu lama.
Setelah sampai lobby dan masuk ke dalam lift menuju lantai 5 sesuai kamar yang sudah di pesan oleh Kevin untuknya.
*
*
Mata Emier memicing ketika melihat seorang pria yang dikenalnya memapah seorang wanita. Ia berdecak karena melihat Bara bersama seorang wanita masuk ke dalam lift.
Tetapi, entah mengapa ia penasaran wanita mana lagi yang dibawa oleh kekasih Azzura malam ini. Ketika pintu lift hendak tertutup, Bara melihat wanita tersebut itu adalah pujaan hatinya.
Detik itu juga Emier menjadi panik. "Anita.. Maaf malam ini aku enggak bisa antar kamu. Aku ada keperluan mendesak," tanpa menunggu komentar dari Anita, Emier kembali berlari ke arah lift.
"Sial!!" maki Emier ketika lift tersebut sudah tertutup. Dilihat tujuan lift tersebut ke lantai 5, ia berlari menuju tangga darurat agar secepatnya tiba di lantai yang di tuju Bara.
❤️
__ADS_1