My Soulmate My Stepbrother

My Soulmate My Stepbrother
Bab 19.


__ADS_3

"Bang. Kenapa gini, sih?" tanya Azzura kesal karena permintaan Emier yang tidak masuk diakal.


Sebenarnya Emier enggan menanggapi karena masih bersuka cita atas hari ini mereka sudah resmi berpacaran. Tetapi, lihatlah pujaan hatinya seakan tak ingin berhenti protes sedari tadi.


"Kalau gak mau begini, ya ayo kita bilang tentang malam tadi biar kita nikah sekalian," percayalah. Apa yang dikatakan Emier barusan adalah kebahagiaan baginya. Itulah yang diinginkan nya.


Mendengar jawaban dari Emier begitu yakin membuat Azzura menelan saliva nya. Ia juga melihat ketulusan dimata kakak tirinya itu.


"Kamu mau kita menikah hari ini?" tanya Emier mengikis jarak diantara mereka.


Mata Azzura melebar melihat perlakuan Emier yang sudah berani seperti ini. Ia menahan nafas kala jarak wajahnya dengan pria ini begitu dekat. Bahkan deru nafas Emier terasa hangat menerpa permukaan kulit wajahnya.


"Baiklah.. Baiklah. Kita pacaran tapi jangan kasih tahu papi dan mami, dulu!" kata Azzura gugup. Entah mengapa jantung nya berdegup kencang tidak seperti biasanya.

__ADS_1


Kilas kejadian malam tadi terngiang dalam ingatan Azzura. Ia pun mendorong tubuh Emier kemudian keluar kamar hotel mendahului pria itu.


Emier menahan senyum melihat tingkah Azzura yang sangat menggemaskan baginya. Ia pun melangkahkan kaki berjalan menyusul gadis yang dicintainya karena sudah cukup jauh.


Emier menahan pintu lift yang hampir saja tertutup. "Jangan coba-coba kabur, sayang!" ia menoel dagu Azzura membuat gadis itu mencebik.


Mata Azzura melotot kala merasakan tangan nya digenggam oleh Emier. Sudah berusaha agar terlepas tetapi tenaga pria itu jauh lebih kuat. Ia pun melengos dan membuang muka ke arah berbeda.


"Kita sarapan dulu disini," kata Emier masih dengan menggenggam tangan Azzura.


Emier menarik kursi mempersilahkan Azzura duduk lalu ia duduk berhadapan dengan gadis itu. "Tinggal bilang kalau kamu bermalam dengan Abang di Hotel," sahutnya santai.


Mata Azzura melotot mendengar sahutan Emier. Ia pun memberi cubitan pada lengan pria itu karena kesal. Tapi lihatlah, bukan nya kesakitan justru tertawa akibat ulahnya.

__ADS_1


"Abang gak bisa bohong pada mami. Jadi gimana dong?"


"Abang jahat. Gimana kalau orang lain tahu kalau aku sudah enggak suci lagi?" tanya Azzura dengan mata berkaca-kaca. Rasanya masih sangat malu kehilangan kesucian sebelum menikah.


Emier menggenggam tangan Azzura dan mengusapnya perlahan. "Jangan bilang begitu. Kamu gak perlu takut, Abang gak akan kabur. Abang akan tanggung jawab atas kejadian malam tadi walau gak sepenuhnya bukan salah Abang. Kamu menggoda Abang lebih dulu," kelakar Emier tidak ingin melihat Azzura menangis.


"Abang, ih!" decak Azzura merasa kesal tetapi suara gadis itu terdengar merengek bukan lagi marah seperti biasa.


Emier mendengar nya pun terkekeh dan ia lebih menyukai Azzura yang sekarang. "Kamu cantik," pujinya dan membuat pipi gadis itu bersemu merah.


Azzura sendiri tidak menyangka bila Emier terlihat berbeda dari biasanya. Pria itu jauh lebih berani mengungkapkan perasaan dari pada sebelum nya.


"Aku tahu kalau aku cantik," kata Azzura percaya diri karena memang banyak yang mengakui kalau dirinya benar cantik.

__ADS_1


Emier tersenyum disertai tangan nya terulur mengacak rambut Azzura. "Tetaplah bersama."


❤️


__ADS_2