
Azzura meremas jemarinya untuk menyalurkan kegugupan yang sedari tadi tak dapat diatasi. Pekikan kata SAH telah terucap tanda nya ia sudah sah menjadi istri dari Emier.
Ucapan syukur terus terucap dalam hati dan melantunkan doa juga harapan kelangsungan rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah.
Azzam masuk ke dalam kamar Azzura, pria itu mendekati saudari kembarnya. "Selamat atas pernikahanmu," katanya menggenggam tangan Azzura.
Azzura tersenyum menatap Azzam dengan mata yang berkaca-kaca. "Terimakasih," kata nya tulus seraya air mata yang jatuh.
Azzam memeluk Azzura disertai usapan halus pada punggung nya. "Semua akan baik-baik saja. Jangan khawatir," ungkap pria itu.
Azzura hanya mengangguk karena tak dapat mengatakan apapun selain menangis.
"Jadilah istri yang baik. Istri yang di rindukan Surga. Berjuanglah agar restu kalian dapatkan," kata Azzam dan kembali Azzura mengangguk.
***
"Selamat, Em. Akhirnya apa yang kamu impikan terwujud," kata Reza di ruang tamu Mansion.
__ADS_1
Tidak ada tamu lain. Hanya Reza dan Rafael sebagai saksi, Azzam sebagai wali nikah, dan beberapa pelayan Mansion ada disana.
Emier tersenyum disertai anggukan. Rasa nya tak ada yang lebih bahagia sebelumnya. Mulai hari ini, tugas nya sudah beralih menjadi seorang suami, bukan seorang kakak. Meski setelah kembali ke Mansion, mereka harus berpura-pura menjadi kakak dan adik kembali.
"Kamu juga harus segera mengejar cinta Anita," kata Emier menatap Reza dengan seksama.
Reza menghela nafas panjang. "Dia cinta nya sama kamu, bukan sama dia."
****
Azzura keluar kamar bersama Azzam menuju ruang tamu dimana Emier berada. Jantung nya berdegup kencang ketika tatapan nya bertemu dengan Emier yang sudah menjadi suaminya.
"Ra," panggil Emier sangat lembut.
Azzura memejamkan mata mendengar suara lembut Emier. Kata pertama yang terucap setelah sah menjadi suami nya. Suara yang dapat menggetarkan hatinya.
Azzura masih menunduk kala tangan nya di raih oleh Emier dan dipasangkan cincin nikah. Ia juga meraih tangan Emier tanpa menatap suaminya itu. Dipakai cincin nikah mereka di jemari manis tersebut.
__ADS_1
Ia juga meraih tangan Emier dan salam takzim.
“Allahumma baarikli fi ahli wa baarik li-ahli fiyya warzuqhum minni warzuqniy minhum.”
Yang artinya: “Ya Allah ya Tuhan, berkahilah aku dalam permasalahan keluargaku. Berkahilah keluargaku dalam permasalahanku, berilah keluargaku (istri dan keturunan) rezeki dariku, dan berilah aku rezeki dari mereka." Doa ini merupakan hadis riwayat At-Thabrani.
Tubuh Azzura bergetar mendengar Emier melantunkan doa dan meniup ubun-ubun nya. Sungguh, ia tak pernah membayangkan akan menjadi istri dari kakak tirinya sendiri.
Kecupan di keningnya membuat darah nya berdesir. Seperti ada kupu-kupu terbang disekitar perutnya.
"Kamu cantik," puji Emier membuat Azzura tersenyum malu.
Azzura memang tidak memakai baju pengantin atau pun baju kebaya. Ia hanya mengenakan gamis putih dengan makeup natural. "Makasih, kak."
****
Angin malam mulai terasa. Musim dingin sebentar lagi tiba. Azzura sangat menikmati suasana tersebut karena sudah sangat lama tidak berkunjung ke Jerman.
__ADS_1
Emier memandangi wajah Azzura dari samping. Rasa syukur tak lupa ia agungkan karena telah terkabul doa nya ingin menikahi dan membahagiakan adik tirinya.
"Aku sangat mencintaimu."