
Inilah aku yang hidup hanya sendirian, aku andini putri ababil. Orangtuaku sudah pergi dan sekarang aku tinggal dengan nenekku, nenekku yang tak mampu berjalan, nenekku yang tak mampu untuk bekerja. Ya di sini aku merawatnya dengan kasih sayangku, sekarang aku duduk di kelas 1 sma.
Pertama dari awal aku masuk, aku selalu tertimpa masalah walaupun aku sudah berusaha diam tapi masalah itu timbul dalam hidupku, dan aku sering dimusuhi oleh teman-temanku hanya karena sepatuku yang butut dan seragamku yang kotor dan tak sebagus apa yang dipakai mereka…
Di saat jam sudah menunjukkan waktu pulang aku tak lupa untuk mampir ke musholla sekolahku, di sana aku selalu berdo’a supaya aku bisa bersabar dalam menghadapi segala keadaan dan ocehan temanku, dan aku tak lupa untuk mendo’akan nenekku yang sedang berbaring di kasurnya…
Keesokan harinya aku mendengar temanku yang sedang berbisik kepada temanku yang lain, dia berbisik “teman-teman? Eh liat deh dia cupu banget yah, lihat kerudungnya mungkin gak dicuci yah aku yang ada di depannya muak, dan lihat tuh juga bajunya yang lain putih dia malah putih agak kekuning-kuningan ya kan? Mana ada anak baru kayak itu? Trus sepatunya bolong gitu gak seperti kita ya kan? Mungkin kaos kakinya pun juga bau, bolong ihhhh… Trus trus liat tuh juga tasnya masa make kantong plastik mana ada loh jaman sekarang sekolah, kok bisa ya dia sekolah di sini padahal di sini kan tempat anak-anak terfavorit ya kan teman-teman?”
Dan mereka pun mengiyakannya dan mensorakiku…
__ADS_1
Dan hal yang paling buat aku sakit saat guruku datang dan dia mengucapkan kata-kata yang tak seharusnya guru itu katakan padaku “beng, kamu gak pakai parfum ya?”
Aku pun menjawab “iya pak?” dengan wajah sedihku.
Dan teman-temankupun menertawakanku, sungguh sakit hatiku tanpa aku berpamitan pada guruku aku langsung keluar dan membawa kantong plastik yang dijadikan tas olehku.
Dan kebetulan dia adalah wali kelasku
Sampailah aku ke rumahku dan akhirnya aku membuka pintu rumahku yang kecil dan hanya ada satu kamar itu, dan aku langsung memeluk nenekku, aku menangis dan nenekku bertanya “kenapa kamu menangis an?”
__ADS_1
Dan aku pun menceritakan semua yang telah aku alami di sekolah, nenekku hanya berkata “jangan pikirkan kamu harus sekolah kamu harus bisa membanggakan orangtuamu di alam sana, biarkan orang berkata apa, harusnya kamu bersyukur karena kamu bisa mendapakatkan beasiswa tak seperti teman-temanmu, sebenarnya kamu yang merupakan orang terfavorit, tapi mereka masih dibutakan dengan kekayaannya”
Sebenarnya aku berpikir untuk menyusul kedua orangtuaku tapi aku masih memikirkan nenekku yang masih membutuhkan aku…
Satu minggu aku tidak masuk sekolah dan dari satu minggu itu aku pergi ke rumah-rumah tetanggaku untuk mencari pekerjaan, tapi satu pun aku tak menemukannya, akhirnya aku terasa lelah dan aku pun tak sadarkan diri di jalan, entah mengapa saat aku siuman aku sudah ada di rumah sakit, dan saat itu pula ada seorang lelaki dan perempuan, mereka adalah seorang suami istri, dan aku pun langsung bangun dan berusaha untuk keluar tapi suami istri tersebut melarangku dan aku pun berkata “aku tak sanggup membayar rumah sakit ini pak bu”
Istrinya pun berkata “kami yang akan membayarnya nak..”
Akhirnya kami berkenalan dan mereka berencana untuk mengadopsiku karena mereka tidak memiliki dan tidak dikaruniai seorang anak.
__ADS_1
BERSAMBUNG