
Setelah acara wisuda beberapa hari yang lalu Rafa tidak bertemu lagi dengan Olivia karena ia sibuk mengurus pendaftaran kampus yang akan ditempatinya bersama Jason, Rai memilih kuliah di Jepang sedangkan Kenzo dan Kenzi kuliah di Jogja.
"Jas besok kita beli perlengkapan ospek nya mau bareng atau gimana?". Tanya Rafa yang berjalan beriringan dengan Jason menuju parkiran kampus
"Bareng aja Raf gue gak ngerti masalah kaya gitu, besok minggu siang aja ya soalnya paginya gue mau ke gereja dulu". Ujar Jason
"Sama Akira?".
"Yoi".
"Gue kapan ya ke masjid bareng Via". Celetuk Rafa
"Ya ajak aja sesekali". Ucap Jason terkekeh
"Tapi kaya aneh gak sih masa tiba tiba datang ke rumahnya mau ngajak ke masjid, nah kalo loe kan bisa gitu karena ibadahnya juga gak tiap hari kan".
Jason menggaruk alisnya yang gatal "Iya juga sih".
Mereka pun berpisah mengambil mobilnya masing masing, didalam perjalanan Rafa hanya ditemani musik dari radio sesekali ia ikut bernyanyi.
"Tuhan, jagakan dia"
"Dia kekasihku, 'kan tetap milikku"
"Aku sungguh mencintai, sungguh menyayangi"
"Setulus hatiku"
"Kok jadi kangen Via ya". Gumamnya
"Apa gue udah terkena virus cinta terus jadi bucin gini". Lanjutnya sambil senyum senyum
...----------------...
"Dek loe jadi daftar disekolah gue?". Tanya Olivia duduk disamping Ozan dan mengambil toples yang berisi keripik singkong
"Jadi dong". Jawab Ozan tanpa mengalihkan perhatiannya dari ponsel
"Jangan nyusahin gue loh ya". Peringat Olivia memicingkan matanya
"Dihh nyusahin apa coba".
"Loe lupa apa gimana dulu waktu smp tiap loe masuk bk gue ikut ikutan dipanggil juga". Ucap Olivia ketus
"Masa sih?". Tanya Ozan sok polos menatap Olivia
"Misi sih, pokoknya besok loe urus diri loe sendiri gue gak mau ikut ikutan".
"Yailah kak ini kan adek loe, emang loe tega". Ucap Ozan dengan wajah memelas
Sebelum Olivia menjawab terdengar teriakan dari depan rumah, Olivia dan Ozan saling tatap sepertinya mereka tahu siapa pelakunya.
"ONTYYYYYY OYIPPPPPPP". Teriak Raja saat ia sudah menemukan aunty nya yang sedang bersama uncle nya diruang keluarga
__ADS_1
Olivia mengerutkan dahinya "Maaf siapa ya?".
Raut muka Raja seketika tidak sedap dipandang "Onty lupa punya keponakan yang tampannya masaallah". Cicit Raja sambil berjalan mendekati Olivia dan Ozan
"Sorry ya kita gak merasa punya ponakan tuh apalagi yang pedenya masya allah". Ujar Ozan tersenyum mengejek
Mata Raja sudah berkaca kaca sekali kedipan mungkin air matanya sudah jatuh "Paman jahat". Sentak Raja
"Heh manggil Kak Oliv aja onty masa manggil gue paman, gak elit banget". Protes Ozan tidak terima
"Huwaaaaaa mama huaaa". Pecah sudah tangis Raja sambil memanggil mama nya
"Eh eh eh kok malah nangis". Ucap Ozan gelagapan dan mendekati Raja untuk menenangkannya
"Nah loh Raja nangis, bujukin tuh". Ucap Olivia tersenyum mengejek, Ozan hanya mendengus sebal
"Cup cup cup jangan nangis ya ponakan uncle yang tampan tapi lebih tampan uncle". Ozan menepuk nepuk punggung Raja sambil memeluknya
"GAK, LAJA LEBIH TAMPAN DALI UNCLE". Pekik Raja yang masih ada didepakannya Ozan, pekikan Raja mampu membuat telinga Ozan berdengung karena kepala Raja berada dibahu Ozan
"Ishh kuping uncle sakit". Keluh Ozan sambil menggosok telinganya setelah ia melepaskan Raja dari dekapannya, Olivia yang melihat perdebatan kecil itu hanya cekikikan
"Ada apa ini?". Tanya seorang wanita cantik dan anggun yang baru saja masuk, lalu tatapannya beralih kepada bocah kecil yang sedang mengelap ingusnya
"Kamu kenapa nak?". Tanyanya lagi mengusap lembut kepala Raja yang ditumbuhi rambut yang cukup lebat
"Uncle nakal ma". Cicit Raja menatap Ozan
Ozan terbelalak dan menganga setelah itu ia tersenyum kikuk kepada wanita itu "Hehe enggak kok kak cuma bercanda aja tadi, ya kan Kak Oliv?".
"Hah?".
"Hah?".
Ozan kesal saat kakaknya yang biasanya pintar tiba tiba menjadi idiot itu.
"Eh ada Kak Lily". Ucap Olivia yang baru saja menyadari ada orang lain selain Ozan dan Raja diruangan itu karena tadi ia sibuk dengan ponselnya
Lily adalah kakak sepupunya sekaligus ibu dari Raja, dan suaminya merupakan seorang arsitek sedangkan Lily sendiri merupakan pemilik butik yang cukup terkenal dikota ini.
"Sini duduk kak, Kak Lily sama siapa kemari?".
"Tuh sama Mas Bram, orangnya lagi diluar ngobrol sama om tante". Olivia mengangguk
"Bi tolong bikinin minum". Pekik Olivia dari ruang keluarga, tetapi tidak ada jawaban sama sekali
"Bi, Bi Mumun, kemana sih tuh orang, Jan sana panggil Bi Mumun buat bikinin minuman". Titah Olivia seolah olah menjadi nyonya
Ozan mendengus sebal padahal ia lagi asik main dengan Raja "Baik nyonya".
Lily terkekeh melihatnya, sudah lama ia tidak berkunjung ke rumah ini karena pekerjaannya yang menumpuk.
"Gak berubah ternyata kalian". Celetuk Lily
__ADS_1
"Berubah gimana kak, jadi iron man begitu".
"Hahaha kamu ada ada aja". Sedetik kemudian wajahnya berubah menjadi serius, Olivia yang melihat mengerutkan dahinya
"Kenapa kak, pengen ke kamar mandi?".
"Ck. bukan, em aku boleh nanya gak?". Tampak ragu ragu tapi juga terlihat penasaran dari raut wajahnya
"Boleh, tanya aja".
"Sebelumnya sorry ya, apa benar pacar kamu termasuk korban dari jatuhnya pesawat beberapa bulan yang lalu?". Tanya Lily hati hati
Olivia menghela nafasnya pelan tidak menyangka juga hal tersebut akan dibahas lagi, bukan berarti ia tidak mau membahas hal tersebut tetapi ia takut akan teringat akan hal itu.
Olivia mengangguk pelan "Ya, benar". Ucapnya memalingkan wajahnya ia tidak berani menatap wajah Lily
Lily mendekati Olivia lalu mengelus bahu Olivia "Apa kamu belum ikhlas?".
"Udah, aku udah ikhlas cuma sering kepikiran aja".
"Tuhan lebih menyayanginya, dan berarti kalian tidak berjodoh didunia ini".
"Iya, kakak benar".
"Ayo dong semangat, kakak yakin pasti akan ada laki laki yang lebih menyayangi mu lebih dari pacar mu itu".
Ucapan Lily seketika mengingatkannya tentang laki laki yang akhir akhir ini mendekatinya yang juga teman masa kecilnya.
"Silahkan diminum non". Ucap Bi Mumun mengantarkan minuman dan sepiring kue bolu
"Makasih bi". Ucap Lily saat melihat Olivia seperti melamun, Bi Mumun membalas tersenyum lalu kembali ke belakang
"Dek". Panggil Lily menepuk bahu Olivia
"Ah, kenapa kak?".
"Kamu lagi memikirkan sesuatu?". Tanya Lily sambil mengambil minumannya
"Enggak kok, loh kok udah ada minuman aja, kapan datangnya". Ujar Olivia terkejut, pasalnya ia tidak menyadari hal itu karena tadi ia asik melamun
"Barusan, makanya jangan melamun". Olivia mencebikkan bibirnya lalu mengambil bolu dipiring
"Onty makan apa?". Tanya Raja menoleh menatap Olivia
"Bolu, kamu mau?".
"Mau". Seru Raja lalu beranjak dari karpet dan mendekati Olivia
"Aaa". Raja membuka mulutnya menghadap Olivia minta disuapin kue yang ada ditangan Olivia
"Uhh manja banget sih keponakan onty". Ucap Olivia tetapi tetap menyuapi Raja
"Padahal dirumah ya dek dia gak mau makan yang namanya kue bolu, eh disini malah mau". Ujar Lily sambil menatap putranya lahap memakan kue bolu dari tangan Olivia
__ADS_1
"Masa sih kak? Lah ini dia mau". Ucap Olivia heran, Lily mengangkat bahunya tanda tidak tahu
Bersambung..