My Story

My Story
My Story | Kesedihan Yang Mendalam


__ADS_3

Sedari tadi sahabat Olivia maupun orang tuanya selalu mengajak Olivia untuk bicara tapi sayang setelah Olivia sadar dari pingsannya ia belum mengeluarkan satu kata patah pun, hanya pandangan kosong lurus kedepan dan sesekali air matanya menetes.


Orang orang yang melihat Olivia pun tidak tega, mereka juga shock mendengar berita tersebut apalagi kata Satria memang Aldo bilang mau pulang sekalian untuk menemui Olivia dan menyuruh Satria untuk merahasiakan kepulangannya tapi ternyata belum sempat bertemu dengan Olivia maupun keluarganya ia sudah pergi terlebih dahulu dan sekarang baru saja Olivia keluar dari rumah sakit sudah ada musibah yang menimpanya kembali, sedangkan Satria kembali ke bandara bersama orangtuanya untuk mengetahui perkembangannya.


"Liv loe gak boleh kaya gini, loe gak sendiri ada kita semua yang sayang sama loe, gak cuma loe aja yang ngerasa kehilangan tapi kita juga ngerasain itu apalagi orangtua dan keluarganya pasti sangat terpukul". Ucap Cia menahan tangis


"Loe boleh nangis sepuas loe hari ini luapkan semua kesedihan loe, luapkan semua kekecewaan loe kalo hal itu bisa membuat loe lebih tenang daripada loe diem kaya gini itu akan buat loe lebih sakit lagi, percaya sama gue Liv". Sambungnya menggenggam erat tangan Olivia yang dingin


Olivia mulai terisak dan lama kelamaan tangisannya pun pecah, segera Cia membawa Olivia dalam pelukannya masa bodoh dengan nanti bajunya yang basah terkena air mata dan ingus Olivia karena untuk saat ini Olivia butuh penyemangat.


"Hiks hiks gue masih gak percaya Ci hiks secepat itu dia ninggalin gue kenapa gak bilang dari awal kalo dia mau balik hiks hiks dan kalo emang dia mau kasih kejutan buat gue hiks iya dia berhasil hiks hiks gue bener bener terkejut Ci". Ucap Olivia sesenggukan


"Ssttt loe harus coba ikhlas Liv, Allah lebih sayang sama Kak Aldo dan dia gak ninggalin loe dia selalu ada dihati loe kan". Ujar Cia yang ikut menangis, sahabat Olivia yang lain, orangtuanya dan Ozan pun ikut menangis mereka tidak menyangka musibah terus datang kepada Olivia tapi mereka juga yakin akan ada pelangi setelah hujan dan mereka yakin jika itu terjadi juga kepada Olivia


"Ini terlalu mendadak buat gue yang gak tau apa apa". Ucap Olivia dalam hati


...----------------...


Sedangkan di bandara keadaan semakin kacau banyak yang menangis histeris dan pingsan termasuk mamanya Aldo yang pingsan beberapa kali, orangtua Aldo juga tidak tahu jika putra bungsunya akan pulang yang tahu hanya Satria dan sekarang Satria merasa bersalah karena merahasiakan kepulangan adiknya, jika saja ia tahu akan seperti ini pasti Satria akan mengatakan kepada orangtuanya.


"Maafin aku ma pa, aku tidak jujur kalo Aldo mau pulang karena Aldo yang minta dia ingin kasih kejutan ke kita semua". Ujar Satria dengan suara serak menahan tangis


"Sudahlah kita sekarang hanya perlu berdoa semoga Aldo cepat ditemukan dan dibawa pulang". Ucap Papa Herman berusaha tegar, sedangkan Mama Ajeng hanya diam saja dengan kepala disimpan dibahu Papa Herman menatap kedepan dengan pandangan kosong tetapi air mata terus mengalir


"Mending sekarang mama sama papa pulang saja istirahat kasihan mama biar aku yang nunggu berita perkembangannya". Ujar Satria


Papa Herman mengangguk setuju benar juga apa yang dikatakan Satria, apalagi dengan kondisi istrinya yang seperti ini.


"Ayo ma kita pulang biar Satria disini". Ajak Papa Herman

__ADS_1


Mama Ajeng menggeleng "Mama mau disini aja pa, mama mau nunggu Aldo".


"Kita nunggu Aldo nya di rumah aja ma, mama harus istirahat biar nanti saat menyambut kedatangan Aldo keadaan mama sudah baik".


Mama Ajeng menatap anak sulungnya seakan bertanya jika Aldo akan pulang "Mama pulang aja biar aku yang nunggu Aldo disini nanti kalau ada apa apa aku akan hubungi mama". Ucap Satria meyakinkan, mau tidak mau Mama Ajeng pun mau untuk pulang


Tinggalah Satria di bandara itu dengan keluarga korban jatuhnya pesawat, hati Satria seakan teriris mendengar orang orang yang manangis sampai meraung raung sungguh Satria sangat bisa merasakan seperti apa perasaan mereka karena ia juga sama seperti mereka yang merasakan yang namanya kehilangan.


"Gue gak nyangka Al loe akan pergi secepat ini dan gue juga gak nyangka kalo kemarin komunikasi kita yang terakhir bahkan loe sempat bilang buat pamit segala tapi gue gak nanggepi itu karena menurut gue loe cuma bercanda tapi ternyata..". Gumam Satria dalam hati, tampak ia meneteskan air mata membasahi pipinya ia tidak peduli jika ada yang bilang cengeng karena untuk sekarang ia ingin melepaskan rasa sakit dihatinya


Flashback on


Malam itu setelah Satria menyelesaikan ritual mandinya ia melihat ponselnya yang ada dikasur terus menyala menandakan ada panggilan masuk, saat melihat nama orang yang meneleponnya ia pun mengangkatnya.


"Halo".


"Gue habis mandi, ada apa sih tumben telpon gue berkali kali".


"Gue mau balik".


"Ya udah kalo mau balik ya balik aja ngapain laporan segala".


"Gue mau minta tolong, tolong loe rahasiain kepulangan gue sama orang rumah terutama Oliv".


Satria pun terkejut kenapa harus rahasia rahasiaan sih, pikirnya.


"Kenapa harus dirahasiain coba?".


"Gue mau bikin kejutan aja apalagi kan kemarin sempat ada masalah dihubungan gue sama Oliv, oh iya sebelumnya gue udah kirim paket ke rumah buat loe sama nyokap bokap terus juga buat Oliv".

__ADS_1


Satria mengernyitkan dahinya bingung kenapa harus dikirim segala kan orangnya mau pulang, pikirnya.


"Kenapa harus dikirim sih kan loe mau pulang terus loe kasih ke mereka langsung". Akhirnya pertanyaan itu pun keluar dari bibir Satria


"Gue takut aja gak kesampaian terus gak bisa ketemu sama mereka sama loe juga jadi buat jaga jaga gue kirim duluan hehehe".


Deg


Satria merasa nyeri mendengar penuturan adiknya itu tapi ia mencoba berpikir positif.


"Gak jelas loe".


"Oh iya bang, tolong jaga mama papa ya kalo gue gak ada terus kalo bisa jaga Olivia juga soalnya gue tau kalo Olivia pengen banget punya abang walaupun dia punya adik tapi katanya rasanya beda, dia sempat bilang ke gue kalo dia seneng kenal sama loe dia jadi punya abang".


Aldo tersenyum ia juga senang punya adik perempuan bisa ia manjain tapi juga terbesit rasa khawatir dihatinya.


"Loe gak usah ngaco deh kek loe mau kemana aja".


"Hehe siapa tau gue pergi jauh terus gak ketemu lagi sama kalian, pokoknya ingat ya bang pesen gue tadi awas kalo loe ingkar".


"Udah ah gue males dengerin loe yang mulai ngelantur, pasti loe kangen sama Oliv kan makanya ngelantur gitu".


"Hehe tau aja sih bang udah kangen berat nih".


"Dasar bucin". Setelah itu Satria menutup telponnya secara sepihak ia takut jika Aldo bilang yang tidak tidak lagi dan itu membuatnya takut


Flashback off


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2