My Story

My Story
My Story | Operasi


__ADS_3

'Buk'


"Akhhh"


Tiba tiba ada yang memukul tengkuk Olivia menggunakan balok kayu, seketika Olivia pun pingsan.


"Riki". Gumam Silvi lemah karena sudah banyak mengelurarkan darah


"Bodoh". Umpat Riki


"Loe diem aja disitu biar gue habisin nih cewek". Ujar Riki menunjuk Olivia yang tergeletak dilantai


Lalu Riki mengeluarkan pistol dari saku celananya dan mengarahkan pistol tersebut tepat dijantung Olivia.


"Selamat jalan". Ucap Riki dalam hati sambil tersenyum menyeringai


'Dorr'


"Akhhh"


"Angkat tangan jangan bergerak tempat ini sudah terkepung". Ucap seorang yang berseragam polisi


Ternyata tembakan tadi berasal dari polisi tersebut menembak lengan Riki yang mengacungkan pistol dan alhasil pistol itu pun terlepas dari tangannya.


Dengan sigap para polisi tersebut memborgol tangan Riki dan menyeretnya keluar, mengangkat Silvi yang sudah tidak sadarkan diri dan mengangkat Olivia. Didepan bangunan tua itu juga banyak anggota Riki yang sudah tertangkap.


Papi Beni, Mami Yulia, Ozan dan Rafa saat melihat dalang dari penculikan tersebut pun seketika menganga tak percaya, berbagai macam pertanyaan pun muncul diotak mereka kecuali Papi Beni yang sudah tahu terlebih dahulu jika Silvi berhasil kabur dari tempat pengasingan namun beliau tidak percaya gadis itu melakukan kejahatan seperti ini terhadap putrinya.


"Olivia". Ucapan Mami Yulia yang sedari tadi menangis mampu mengalihkan atensi mereka, tampak Olivia tidak sadarkan diri dan digendong oleh seorang polisi, melihat kondisi Olivia yang memprihatinkan mereka pun tidak tega


"Bawa ke mobil saya pak". Ucap Papi Beni dan diangguki oleh polisi tersebut, mereka pun segera beranjak dari tempat tersebut menuju rumah sakit


Dalam perjalanan Mami Yulia tak henti hentinya menangisi Olivia yang kepalanya ada dipangkuannya, jujur beliau tidak sanggup melihat putrinya sekarang, Ozan yang ada disamping maminya pun terus menenangkan maminya walaupun dalam hati ia juga tidak sanggup melihat kakaknya yang seperti itu, tidak jauh berbeda dengan Rafa yang sedari tadi mencuri curi pandang ke bangku belakang untuk sekedar melihat Olivia.


"Gue mohon bertahan lah Via, gue tau loe gadis yang kuat terbukti loe juga nyiksa Silvi padahal loe yang diculik". Ucap Rafa dalam hati


Papi Beni berusaha setenang mungkin dan fokus ke jalan karena beliau membawa mobil tersebut, sebenarnya sekarang pikirannya sedang bercabang kemana mana.


...----------------...


"Biar saya aja yang ngangkat Via om". Pinta Rafa, Papi Beni pun hanya mampu mengangguk


"SUSTER TOLONG, DOKTER TOLONG". Teriak Ozan diloby rumah sakit, suster yang mendengar suara teriakan tersebut segara membawa brankar dan mendekati rombongan Ozan

__ADS_1


"Silahkan letakkan sini, mohon untuk tunggu diluar dan silahkan ke administrasi". Ucap seorang suster lalu mendorong brankar tersebut masuk ke IGD


"Papi ke bagian administrasi dulu". Pamit Papi Beni dan diangguki mereka


Rafa, Ozan dan Mami Yulia menunggu diluar dengan harap harap cemas, tak lama kemudian sahabat Olivia dan sahabat Rafa datang bersamaan.


"Gimana keadaan Oliv?". Tanya Rachel dengan nafas memburu karena habis berlari


"Masih didalam". Jawab Rafa, mereka menghela nafas terselip rasa cemas


Cia mendekati Mami Yulia dan duduk disebelahnya "Tante yang kuat ya, saya yakin Oliv pasti baik baik saja". Sambil mengelus bahu Mami Yulia


"Iya terima kasih".


"Raf kok bisa kaya gini gimana ceritanya?". Tanya Rai penasaran


"Panjang ceritanya yang penting dalangnya si Silvi".


"Silvi?, Yang dulu terobsesi sama loe terus yang diasingkan sama bokapnya Oliv bukan". Ucap Kenzo menggebu gebu


"Iya".


"Wahh gak beres tuh orang belum pernah berhadapan sama Babang Rai, sekarang kemana tuh orang biar gue sate". Ujar Rai menahan emosi


"Dia juga lagi diperiksa, karena Via juga bales tuh orang". Ujar Rafa


Sebelum Rafa menjawab pintu IGD dibuka dari dalam dan keluar lah seorang dokter pria yang terlihat masih muda, seketika mereka pun mendekati dokter tersebut.


"Bagaimana keadaan putri saya dok?". Tanya Mami Yulia


"Maaf putri anda yang bernama Silvi atau Olivia?". Tanya balik dokter itu


"Olivia".


Dokter itu menggangguk kecil dan membenarkan letak kacamatanya sebentar "Untuk keadaan Nona Olivia cukup parah, karena ada benturan yang keras di kepala bagian belakang dan mengakibatkan ada gumpalan darah maka dari itu kita menganjurkan untuk melakukan operasi karena kalau tidak akan berakibat fatal, untuk luka sayatan ditubuhnya tidak terlalu dalam jadi tidak banyak mengeluarkan darah". Jelas dokter panjang lebar


"Lakukan apapun yang terbaik untuk putri saya dok". Ucap Papi Beni yang baru saja datang


"Baik tuan, kalau begitu silahkan tanda tangani surat persetujuan operasi nya terlebih dahulu, dan sus tolong siapkan untuk ruang untuk operasi".


"Baik dok". Dokter itu pun berlalu dari hadapan mereka


"Pi".

__ADS_1


"Tenang Mi putri kita kuat dia pasti baik baik saja". Ucapnya memeluk istrinya yang terisak


"Mending kita beli makanan dulu dikantin rumah sakit buat mereka". Imbuhnya, Mami Yulia mengangguk dan pasangan suami istri itu pun melenggang pergi setelah berpamitan


"Gue mohon Liv loe harus kuat, jangan ambil Oliv sekarang ya allah". Ucap Icha dalam hati dan berpelukan dengan Rachel


"Gue percaya loe pasti selamat Liv". Ucap Akira dalam hati, ia sudah menangis sedari tadi dan berada dipelukan Jason


"Loe harus sembuh dan tersenyum kembali Via meskipun gue melihat dan menikmati senyum loe dari kejauhan". Batin Rafa


"Kak walaupun loe menyebalkan tapi gue sayang sama loe, jadi gue mohon loe harus bertahan". Batin Ozan tanpa sengaja meneteskan air mata dengan segera ia menghapus air mata tersebut dengan kasar


"Kak Aldo udah tau belom?". Tanya Rachel tiba tiba


"Gue tadi udah hubungi dia dan katanya gak bisa kesini soalnya jadwal kuliahnya padat dan dikampusnya baru ada acara jadi gak bisa ijin". Jelas Ozan


"Cih jadwal kuliah atau sibuk sama yang lain". Ucap Rachel sinis, ia masih kesal dengan foto yang memperlihatkan Aldo dan seorang wanita sedang berciuman


"Betul tuh, padahal sekarang ceweknya lagi berjuang antara hidup dan mati".


"Udah deh Ra jangan jadi kompor mleduk". Ujar Cia


"Habisnya kesel gue". Jawab Akira kesal


"Emang pacarnya Oliv selingkuh beb?". Bisik Jason kepada Akira


"Iya, kita lihat sendiri yang ada difoto". Ucap Akira yang juga berbisik


"Kasihan banget Oliv, udah diselingkuhin eh sekarang malah kejadian kaya gini dan parahnya cowoknya gak nyamperin kesini".


"Nah bener kan, makanya aku kesel banget sama tuh orang".


"Heh kalian ngapain berdua bisik bisik kaya gitu gibahin siapa kalian". Tegur Rachel


"Kepo". Ucap Akira dan Jason kompak


"Dasar pasangan somplak".


"Daripada loe jomblo". Tidak tahu saja bahwa ucapan Akira menusuk bagian relung terdalam Rachel


"Gak ada yang nembak gue". Ucap Rachel ketus


"Ciee ngode nih yee". Goda Cia

__ADS_1


"Dihh siapa juga yang ngode". Kenzo yang merasa tersindir pun hanya melirik ke arah Rachel sebentar


Bersambung..


__ADS_2