My Story

My Story
My Story | Perkara Es Cream


__ADS_3

Setelah nonton mereka lanjut berkeliling menuju toko baju, toko sepatu, toko tas tetapi tidak ada yang mereka beli alasannya karena tidak ada yang cocok.


"Eh beli es cream yuk". Ucap Akira tersenyum jahat


"Rachel traktir". Ucap mereka serempak, yang disebut namanya pun melebarkan matanya


"Kok gue sih".


"Sebagai hukuman karena loe tadi waktu didalem gak berani nonton terus sering teriak lagi". Ujar Olivia santai


"Ya ya kan gue emang takut, lagian tadi juga gak bilang".


"Kita tadi bilang kok sebelum masuk siapa yang paling sering teriak bakal ada hukumannya". Ujar Akira tersenyum licik


"Emang tadi kita bilang gitu ya?". Celetuk Icha polos


Cia menatap Icha tajam "Udah loe juga gak inget, dah yuk kita beli es cream".


Mereka pun berjalan mencari es cream yang dimaksud.


"Udah disitu aja". Ucap Rachel menunjuk stand es cream didepannya


"Gak, gue gak mau yang itu". Bantah Olivia sembari matanya menelusuri setiap stand didepannya


"Disana yuk". Ajak Olivia antusias setelah ia melihat stand es cream yang dia mau, sahabatnya pun mengikuti


Rachel membelalakan matanya setelah ia sampai di stand es cream berlambang BR tersebut, bagaimana tidak ini es cream yang paling terkenal semoga saja sahabatnya memilih es cream varian yang paling murah, doanya dalam hati.


"Gue mau yang itu". Celetuk Olivia semangat menunjuk gambar es cream disana tertera juga harganya


Rachel lemas seketika "Jangan yang itu dong ambil yang paling murah aja".


"Ck. gue udah pernah ngerasain yang paling murah nah sekarang gue mau ngerasain yang paling mahal". Ujar Olivia tersenyum manis, Rachel tersenyum kecut mendengarnya lalu menatap Cia, Akira, Icha bergantian berharap pesanan mereka tidak sama seperti Olivia


"Hehe sorry Hel kali ini gue juga pengen kaya punya Oliv". Ucap Akira cengengesan


"Tenang Hel gue gak sama kaya punya Oliv sama Akira kok". Ucap Icha, seketika Rachel tersenyum lega


"Gue mau yang satu tingkat dibawah punya Oliv sama Akira". Lanjutnya santai, Rachel menjadi lesu walaupun satu tingkat dibawah punya Olivia tadi tetapi harganya tidak jauh berbeda


"Gue juga sama kaya punya Icha aja". Celetuk Cia, Rachel udah gak bisa ngomong apa apa lagi mau tidak mau ia menuruti pesanan sahabatnya


"Nasib gue malang sekali, rugi banget". Jerit Rachel dalam hati, rasanya ia ingin menangis dan berteriak


Sahabatnya yang melihat Rachel seakan frustasi dengan keadaan rasanya ingin tertawa tetapi mereka tahan.


"Enak ya es cream nya jadi pengen nambah". Celetuk Icha polos, setelah mendapatkan es cream mereka langsung mencari tempat duduk tidak sabar menyantap es cream dengan harga ratusan ribu tersebut

__ADS_1


"Bayar sendiri tapi". Sahut Rachel cepat, Icha tidak menanggapi ia sibuk dengan es cream nya kadang juga mencicipi es cream punya Olivia dan Akira


"Ada ya orang yang meneraktir beli yang lebih murah dari orang yang diteraktir". Celetuk Rachel lesu


"Haha ya ngapain gak beli yang kek punya gue sama Oliv". Ledek Akira


"Sayang duit gue mah bayangin aja nih ini aja udah habis berapa juta cuma buat beli es cream doang". Gerutu Rachel


"Udah gapapa loe dapet pahala kalo ikhlas, lagian cuma habis dua juta lebih dikit kan". Ujar Olivia


Rachel menghembuskan nafasnya kasar "Iya gue ikhlas, itung itung gue berbagi sama orang yang gak mampu beli es cream ini".


"Buset pedes amat omongan loe".


"Terserah loe mau bilang gimana, yang penting loe ikhlas dan kita juga enak makannya, ya gak guys?".


"Yo'i".


"Kalian masih disini?". Tanya seseorang tiba tiba mengampiri mereka


"Eh Bang Satria, iya nih". Jawab Cia sambil tersenyum tipis


"Kita gabung ya". Ucap Livia dan diangguki ole mereka


"Kalian makan apa kayanya enak banget?". Tanya Livia penasaran


"Es cream kak, kakak mau?". Tawar Akira, Livia menggeleng


"Iya bang, nih si Rachel yang traktir". Ucap Olivia menunjuk Rachel dengan dagunya


"Wihh royal juga loe". Ucap Satria terkekeh


"Terpaksa bang".


"Gimana ceritanya kok Rachel yang traktir padahal disini ada bu bos". Ujar Livia melirik Olivia


Mereka pun menceritakan kejadian yang membuat Rachel meneraktir mereka, seketika Satria dan Livia pun tertawa.


"Itu namanya licik". Komentar Satria terkekeh


"Gapapa bang sekali kali berbagi". Ucap Rachel


"Cihh, tadi loe aja ngomel mulu". Ucap Cia mengejek


"Kamu mau es cream kaya mereka?". Tanya Satria kepada Livia


"Enggak, aku gak terlalu suka sama manis".

__ADS_1


"Oh iya kan kamu sudah manis". Ucap Satria tersenyum manis, seketika pipi Livia pun merona dan memalingkan wajahnya


"Bang jangan tebar virus bucin disini". Sentak Olivia, ia masih sensitif dengan hal yang berbau hubungan atau perbucinan


"Iya dek maaf, jangan marah dong dengan abang mu ini, es cream kaya gitu lagi?". Bujuk Satria


"Boleh, yang persis kaya gini ya". Ucap Olivia dengan mata yang berbinar


Satria jadi sedikit menyesal menawari es cream itu tetapi ia tetap membelikannya.


"Oh iya kak, kakak mu nikah ya sama Bang Satria?". Tanya Akira kepada Livia setelah Satria pergi membeli es cream pesanan Olivia


"Iya, besok kalian datang ya".


"Kok kakak mau sih sama Bang Satria, orang nya pecicilan gitu beda banget sama adiknya yang kalem". Ujar Rachel tanpa sadar menyebutkan seseorang yang sudah pergi


Cia menyenggol lengan Rachel pelan, awalnya Rachel tidak mengerti dengan kode yang diberikan Cia tetapi beberapa saat kemudian ia pun mengerti dan jadi merasa bersalah.


"Liv maaf ya gue gak bermaksud".


"Iya gapapa, gue udah menerima kenyataan kok kabar baiknya gue udah berani berkunjung ke makamnya Kak Aldo". Ujar Olivia disertai senyuman tipis


"Serius? Wah kemajuan dong". Celetuk Livia


"Pada ghibahin gue ya". Ucap Satria tiba tiba


"Nih pesanan loe es cream harga tujuh ratus lima puluh ribu rupiah". Sambung Satria menyodorkan satu cup es cream kepada Olivia dan menekankan harganya


"Wahhh makasih ya bang".


"Eh ada Bang..".


"Erik". Sambung orang itu


"Ah iya Bang Erik, silahkan duduk bang kok bisa ketemu sama Bang Satria". Ucap Rachel basa basi


"Iya tadi gue habis ketemu teman lama terus niatnya mau pulang eh malah liat Satria lagi ngantri di stand es cream". Jelas Erik yang dijawab hanya ber oh ria oleh mereka


Tiba tiba ada seorang pelayan yang mengantarkan beberapa minuman dan dua buah kotak pizza.


"Eh kita gak pesan minuman". Ucap Cia saat minuman disodorkan ke arahnya


"Tenang aja Satria yang traktir". Ujar Erik


"Wah beneran? Asikkk kayanya hari ini gue beruntung banget karena banyak yang meneraktir". Celetuk Icha, mereka pun terkekeh dengan tingkah Icha


"Ayok dimakan". Ucap Satria

__ADS_1


"Tenang bang tanpa disuruh dua kali".


Bersambung..


__ADS_2