My Story

My Story
My Story | Obrolan Satria dan Erik


__ADS_3

"Eh kalian mau kemana?". Tanya Kenzo saat melihat mereka berpapasan dengan sahabat Olivia


"Kita mau jengukin Oliv, kalian mau ikut?". Jawab Rachel sekaligus bertanya


"Boleh deh kita juga pengen liat perkembangan Olivia". Sahut Jason, yang lain pun mengangguk kemudian mereka masuk ke mobil masing masing


...----------------...


Setelah memarkirkan mobil mereka ditempatnya, mereka pun bergegas masuk ke gedung rumah sakit tersebut, disepanjang koridor banyak pasang mata yang menatap mereka kagum dan berbisik bisik karena wajah mereka yang cantik dan tampan walaupun masih menggunakan seragam sekolah tetapi mereka tidak menghiraukan sama sekali.


"Tumben loe gak tebar pesona". Cibir Jason kepada Rai


Rai hanya melirik sekilas "Males". Sahutnya singkat, Jason berdecak sebal


Mereka pun masuk kedalam lift, hingga beberapa saat kemudian mereka sudah sampai dilantai dimana Olivia dirawat.


Didepan ruangan ICU terlihat kedua orangtuanya Olivia disana.


"Tante, Om". Sapa Rachel dan Cia bersamaan


Orangtua Olivia pun menoleh "Eh kalian sudah sampai". Kemudian mereka mencium tangan kedua orangtua Olivia


"Oh iya tante ini dari kami". Akira menyerahkan sebuah bingkisan yang berisi buah buahan dan makanan kepada Mami Yulia


"Ya ampun kenapa kalian repot repot seperti ini, iya kan pi?".


"Iya, kalian gak perlu seperti itu, kalian sudah jengukin Oliv saja kami sudah sangat senang".


"Gapapa tante, om".


"Ya sudah kalo begitu, ini kami terima ya". Mereka mengangguk


"Apa ada perkembangan dari Oliv om?". Tanya Akira khawatir, kedua orangtua Olivia hanya menggeleng lemah, mereka pun menghela napasnya pelan


"Kita boleh masuk jenguk Oliv kan om?". Tanya Kenzo


"Tentu saja boleh, tapi ingat maksimal dua orang ya". Mereka mengangguk dan menentukan siapa yang lebih dulu masuk


...----------------...


"Oliv loe kapan bangunnya sih, loe disana mimpi apa, apa sebegitu indahnya mimpi loe sampe loe gak mau bangun juga, apa jangan jangan ketemu sama mak lampir ya soalnya dia belum bangun juga ya walaupun keadaannya gak separah loe sih cuma dia kemarin butuh donor darah gara gara loe cabik cabik seharusnya sekalian loe penggal aja kepalanya biar mampus tuh mak lampir". Cerocos Rachel panjang lebar yang berada di sisi kanan Olivia


"Gue setuju sih Liv sama omongannya Rachel, kalo perlu cincang terus kasih buat makanan ikan, itu loh kaya di mafia mafia gitu". Sahut Cia yang berada di sisi kiri Olivia

__ADS_1


Tidak ada jawaban sama sekali dari Olivia hanya bunyi pendeteksi detak jantung yang berbunyi.


"Belum tentu ikannya mau soalnya dagingnya pait, lagian di mafia biasanya peliharaannya singa atau apa gitu yang ganas bukan ikan". Ucap Rachel


"Ikan piranha ogeb atau kalo perlu paus biar loe sekalian di telen tuh sama ikan".


"Yee kok nyolot".


"Ssttt diem nanti Oliv bangun lagi gara gara kita ribut". Ucap Cia


"Yee si maemunah kan emang tujuan kita buat si Oliv bangun, gimana sih kok pinter". Ucap Rachel sinis, Cia hanya cengengesan


"Oke Liv kita serius, jangan lama ya tidurnya loe harus cepet balik ke dunia nyata, kalo gak gue bakal marah". Ucap Rachel dengan wajah serius


"Iya Liv kita konser lagi dikelas kalo perlu dilapangan, kan tiga minggu lagi acara ulang tahun sekolah kita harus buat seisi sekolah ambyar se ambyar nya orang ambyar". Sambung Cia antusias


"Nah iya Liv, aaaa gue gak sabar jadinya".


"Ya udah deh Liv kita keluar dulu ya, bye sampe ketemu besok lagi". Kemudian Rachel dan Cia keluar dari ruangan


"Lama banget, kalian bilang apa sih kok tadi gue liat kaya antusias gitu". Ucap Icha


"Kepo kek dora". Jawab Rachel dan Cia kemudian mereka ber tos ria, yang lain melihat itu pun hanya memutar bola matanya malas, setelah itu giliran urutan berikutnya yang masuk sampai seterusnya


...----------------...


"Ck. loe kan tau gue kerja gak mungkin dong gue jengukin Oliv tiap hari lagian gue gak enak sama orangtuanya apalagi ada kesalahpahaman yang loe buat kemarin, terus belum kalo sahabat Olivia disana juga pasti gue gak boleh masuk". Ucap Satria panjang lebar


"..."


"Ya makanya loe pulang terus jengukin sendiri, siapa tau kalo ada loe Oliv terus bangun".


"..."


"Tapi tunggu deh loe beneran sibuk dikampus apa emang sibuk sama ada yang difoto itu".


"..."


"Terserah loe deh".


"..."


"Iya iya nanti kalo gue ada waktu jenguk Oliv lagi, ya udah bye". Satria langsung mematikan panggilan sepihak, ia menghela napasnya lelah dan mengusap wajahnya kasar

__ADS_1


"Kenapa?". Tanya Erik sekretarisnya, Satria yang mendengar ada suara yang lain pun berjingkat kaget


"Sejak kapan loe disitu kok gue gak tau?". Tanya Satria memicingkan matanya


"Eitss santai bro, gue tadi udah ketok ketok pintu ribuan kali tapi gak ada sahutan sama sekali terus gue masuk deh dan liat loe kaya orang stres gitu". Jelas Erik sambil minum soda kalengan


Kemudian Satria berjalan ke kulkas kecil diruangannya dan mengambil soda lalu ia duduk di sofa bersama Erik.


"Pusing gue, yang punya pacar adek gue yang punya masalah adek gue tapi kenapa yang repot gue coba". Keluh Satria lalu minum soda tersebut


Erik mengerutkan dahinya bingung "Maksudnya gimana, terus gue tadi gak sengaja denger jenguk Oliv emang Oliv kenapa?".


"Oliv sekarang koma dan dirawat di rumah sakit karena dia habis diculik sama orang yang dendam sama dia, gitu sih katanya".


"Apa? terus penculiknya udah ditangkap?". Seketika Erik pun menegakkan tubuhnya yang tadi bersandar di sofa


"Udah yang temannya penculik tapi orang yang ngerencanain itu lagi dirawat juga katanya juga luka akibat sayatan dari Oliv".


"Bentar bentar, tadi loe bilang Oliv diculik tapi kenapa yang nyulik bisa dapat sayatan dari Oliv?". Tanya Erik bingung


"Gak tau juga tapi kemungkinan Oliv membalas tuh orang".


"Wahh hebat pacarnya Aldo gue jadi penasaran kaya gimana si Oliv itu". Erik sambil melihat langit langit membayangkan wajah Oliv yang terlintas dipikirannya


"Besok deh loe ikut gue ke rumah sakit jenguk Oliv".


"Asiiiiaappppp".


"Oh iya ngapain loe kesini?". Tanya Satria saat ingat sekretaris sekaligus sahabatnya datang ke ruangannya


"Nih gue cuma nganter beberapa berkas kerja sama aja sekalian loe tanda tangani".


Satria mengangguk "Ya udah sana keluar".


"Ngusir nih?".


"Iya".


"Oke, eneng keluar dulu ya bang jangan rindu papay". Ucap Erik dengan nada bencong


'Buk'


Satria melempar bantal sofa tepat mengenai kepala belakang Erik.

__ADS_1


"Jijik". Umpat Satria, tawa Erik pun pecah saat keluar dari ruangannya Satria


Bersambung..


__ADS_2