My Story

My Story
My Story | Koma


__ADS_3

Setelah beberapa jam Olivia menjalani operasi akhirnya dokter menyatakan jika Olivia koma dan dipindahkan ke ruang ICU, keluarga dan sahabat sangat terpukul mendengar kabar tersebut, mereka hanya mampu berdoa semoga Olivia cepat sadar.


Malam ini yang menunggu Olivia adalah Papi Beni dan Mami Yulia, sedangkan yang lain serta Ozan disuruh pulang walaupun besok weekend dan besok pagi mereka akan kembali karena besok baru diperbolehkan untuk menjenguk Olivia walaupun tidak bisa semua.


Mami Yulia tidak bisa tidur padahal waktu sudah menunjukkan hampir pagi, beliau masih khawatir dengan keadaan Olivia beliau hanya mampu memandangi Olivia dari balik kaca, beliau bisa melihat banyak peralatan medis yang menempel diseluruh tubuh Olivia, matanya kembali berkaca kaca beliau sungguh tidak tega melihat Olivia yang sangat lemah disana lalu beliau mengusap kaca yang didepannya seakan menyentuh Olivia.


"Mami yakin pasti kamu kuat, kamu boleh istirahat tapi jangan lama lama ya sayang". Ucap Mami Yulia didalam hati


"Putri kita pasti kuat". Celetuk Papi Beni tiba tiba berada disamping Mami Yulia dan memandangi Olivia yang berada didalam sana


Mami Yulia menoleh, beliau juga yakin jika putrinya kuat tapi didalam hatinya juga ada rasa takut dan cemas.


"Apa Olivia bisa melewati ini semua Pi?". Tanya Mami Yulia cemas


Papi Beni memeluk Mami Yulia dan seketika Mami Yulia kembali terisak didalam pelukan Papi Beni, bahkan sekarang Papi Beni mengeluarkan air matanya sekarang tapi segera dihapus karena beliau tidak boleh terlihat lemah dihadapan semua orang walaupun hatinya sama khawatirnya.


"Kita harus terus berdoa Mi, karena hanya itu yang bisa kita lakukan". Mami Yulia mengangguk


"Sebaiknya kita ke mushola kita sholat tahajud terlebih dahulu". Lalu pasangan suami istri tersebut beranjak dari tempat tersebut


...----------------...


Pagi harinya tampak didepan ruangan Olivia sudah ramai karena kedatangan sahabatnya, sedangkan orangtua Olivia pulang untuk bersih bersih.


"Jan loe masuk duluan aja". Ujar Rachel, Ozan mengangguk lalu masuk ke ruangan Olivia, sebelumnya ia sudah menggunakan pakaian khusus


Ozan bisa melihat keadaan kakaknya yang sangat lemah bahkan untuk menunjang hidupnya dibantu dengan alat alat tersebut


"Hai kakak cantik yang menyebalkan, gue jengukin loe nih buka dong matanya kan loe tau sendiri kalo gue gak suka dicuekin". Ozan menjeda ucapannya melihat Olivia merespon atau tidak


"Gue cuma mau bilang kalo gue kangen sama loe kak, gue kesepian gak ada loe, gue gak ada temen buat adu bacot, gue sendirian kak hiks hiks".


"Apa? loe mau istirahat?, oke gue ijinin loe istirahat tapi jangan lama lama, karena loe tau kan gue gak suka buat nunggu".

__ADS_1


"Ya udah itu aja yang mau gue sampein ke loe kak, gue gak bisa lama lama disini soalnya temen temen loe mau jengukin loe". Setelah mengucapkan itu Ozan berjalan ke ruangan yang menyimpan pakaian khusus setelah melepaskannya kemudian ia keluar


Akhirnya mereka masuk bergantian per dua orang, dan tibalah sekarang giliran Rafa yang masuk sendiri.


"Hai Via, loe pasti tau kan siapa orang yang manggil loe seperti itu, ya loe benar ini gue Rafa, entah kenapa gue suka manggil loe seperti itu nama loe mengingatkan gue akan sosok gadis kecil yang sangat imut yang dulu pernah gue temuin tapi setelah pertemuan pertama itu gue udah gak pernah ketemu dia lagi entah sekarang dia ada dimana, ehh tapi jangan salah paham dulu gue gak ada niat buat samain loe sama dia karena gue tau kalian orang yang berbeda". Rafa menghela napas kasar


"Gue mau loe cepat sadar Vi, biar gue bisa liat senyum loe lagi walaupun dari jauh, mungkin kalo loe sadar loe gak akan percaya ini tapi itulah kenyataannya, gue merasa jadi seorang pengecut sekarang". Rafa terkekeh pelan


"Oke kalo gitu gue keluar dulu ya". Rafa pun keluar dari ruangan tersebut


Setelah Rafa keluar ia mendapati sahabatnya yang menatapnya dengan pandangan bertanya tanya, curiga, mengejek, ia jadi salah tingkah tapi bisa menutupi dengan wajah datarnya.


Dari kejauhan terlihat seorang lelaki tampan berumur kira kira 25 tahun berlari ke arah mereka.


'Hosh..hosh..hosh'


"Minum dulu bang". Cia menyodorkan sebuah botol minuman yang sempat ia beli dikantin tadi, lelaki tersebut langsung merampas botol minuman tersebut dan meneguknya hingga tandas


"Hehe makasih ya". Lelaki tersebut tersenyum manis membuat para ciwi terpaku sesaat sebelum ada deheman yang cukup keras


"Ekhem..uhukk..uhukk keselek biji durian gue". Sindir Kenzo, para ciwi tidak menghiraukan ucapan Kenzo


"Maaf sebelumnya abang ini siapa ya?". Tanya Akira


"Oh iya kenalin saya Satria Putra Wiraguna, saya abangnya Aldo Chandra Wiraguna pacarnya Olivia Graneta Oliver". Mereka terkejut


"Biasa aja muka kalian gak usah sampe terkejut begitu".


Ozan pun maju menghampiri Satria "Ada keperluan apa abang kesini?".


Satria mengernyitkan dahinya melihat seorang pemuda yang lebih muda dari yang lainnya, seakan tahu kebingungannya Satria, Ozan pun mengenalkan dirinya.


"Saya Ozan Arbani Oliver adiknya Kak Oliv".

__ADS_1


"Oh adiknya, baiklah jadi begini saya diutus oleh Aldo untuk mewakili dia yang gak bisa kesini jadi ijinin saya buat jenguk Olivia, saya sudah mengenal Olivia sebelumnya dan saya menganggap Olivia sebagai adik saya sendiri". Mereka saling pandang satu sama lain


"Kenapa Kak Aldo gak bisa datang kesini langsung?". Pertanyaan itu pun meluncur dari bibir Akira


Satria menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, ia bisa merasakan tatapan tidak suka disana "Emm begini setau saya dia sedang ada acara dikampus dan tidak bisa dia tinggalkan begitu saja".


"Cihh alesan bilang aja sibuk sama yang baru". Ucap Rachel ketus


"Maksudnya?".


"Ck. nih liat sendiri, kalo belom jelas tanya aja sendiri sama adiknya". Akira menyerahkan foto yang gambarnya terdapat Aldo dan seorang wanita sedang ciuman


Seketika Satria membulatkan matanya "Kalian dapat foto ini dari mana?".


"Abang gak perlu tau kita dapat foto itu darimana yang jelas sekarang abang gak boleh masuk jenguk Olivia kalo mau liat dari kaca itu aja". Ucap Cia sambil menunjuk sebuah kaca didepannya


"Coba kalian liat foto ini lebih teliti lagi, kalo misal ambil dari samping mungkin keliatan tapi ini ambil dari belakang tubuh wanita itu dan bisa jadi ini hanya rekayasa". Ujar Satria


"Kita juga berpikir seperti itu bang tapi para ciwi gak percaya". Sahut Kenzo tiba tiba


Satria menoleh ke arah sumber suara "Kalian temannya Olivia juga?".


"Iya bang dan juga kakak kelasnya". Jawab Jason, Satria mengangguk mengerti


"Baiklah biar lebih jelas nanti saya coba tanyakan ke Aldo, tapi beneran ini saya gak boleh masuk?".


"Enggak". Jawab para ciwi serempak, Satria tertegun mendengarnya


"Baiklah, saya liat dari kaca itu saja". Kemudian Satria berjalan ke arah kaca besar untuk melihat Olivia, ia tidak menyangka Olivia mengalami kejadian seperti ini


"Hai Liv ini Bang Sat ehh Bang Satria, gue kangen sama segala bacotan loe, loe pokoknya harus sembuh no debat oh iya dan tentang foto itu gue akan cari tau, walaupun Aldo adik kandung gue tapi kalo dia berani macem macem apalagi nyakitin loe, gue gak akan tinggal diam". Batin Satria menggebu gebu, setelah puas melihat Olivia kemudian ia berpamitan dengan yang lain


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2