
Hari demi hari pun berlalu, sudah lebih dari seminggu Olivia terbaring diranjang rumah sakit, dokter pun tidak bisa memprediksi kapan Olivia bangun dari koma nya.
"Kak loe gak capek apa tidur terus, emang dasar ya loe itu kebo". Ucap Ozan terkekeh
"Loe gak kangen apa sama adek loe yang ganteng ini, setidaknya loe bangun karena mami sama papi kak mereka juga kangen sama celotehan loe". Sambungnya
"Loe boleh minta apa aja deh sama gue asal loe bangun ya ya ya".
"Bener boleh minta apa aja?".
"Iya apa aja asal.."
"Eh". Ternyata Ozan baru menyadari jika ada yang menyahuti ucapannya tadi, kemudian ia mengangkat kepalanya dan melihat Olivia sudah membuka matanya
"Kak loe udah sadar". Ucap Ozan berbinar
"Tunggu bentar gue panggilin dokter". Lanjutnya, lalu ia menekan tombol yang ada disamping ranjang Olivia
Tak lama kemudian dokter dan perawat masuk ke ruangan dan mengecek seluruh keadaan Olivia.
"Keadaan Nona Olivia sudah membaik dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan, setelah ini Nona Olivia akan dipindahkan ke ruang perawatan, kalau begitu saya permisi". Jelas dokter tersebut
"Terima kasih dok". Ucap Ozan
Dokter tersebut hanya tersenyum dan mengangguk kemudian keluar dari ruangan bersama perawat yang mengikutinya tadi.
Setelah dokter itu keluar Ozan langsung memeluk Olivia.
"Gue kangen banget sama loe". Ucap Ozan dengan suara parau
"Gue gak tuh, lepasin ih gue sesek loe mau bunuh gue". Seketika Ozan langsung melepaskan pelukannya dan mengerucutkan bibirnya
"Ck. gitu aja ngambek kek anak kecil loe". Ozan tidak menjawab ucapan Olivia
"Eh iya loe tadi udah janji gue boleh minta apa aja sama loe kalo gue udah bangun". Ucap Olivia menyeringai
"Sial". Umpat Ozan didalam hati
"Gak usah mengumpat". Ozan cengengesan dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Ya udah loe minta apa?". Tanya Ozan lemas
"Gue mau coklat dari swiss lima eh sepuluh kotak besar terus susu semua rasa masing masing lima kotak ingat ya yang isi satu liter". Ozan membelalakan matanya dengan permintaan Olivia, Ozan memang tahu makanan dan minuman kesukaan Olivia tapi apa harus sebanyak itu, pikirnya
"No debat". Putus Olivia saat Ozan ingin protes, akhirnya Ozan pun menuruti permintaan kakaknya
"Kak loe kan baru sadar emang bisa makan begituan?".
__ADS_1
"Gue sebenarnya udah sadar dari sebelum subuh tadi gue cuma tidur aja". Ucap Olivia santai
Ozan mendengus kesal "Dasar licik".
"Itu bukan licik tapi manfaatin keadaan,oke".
"Terserah, gue mau keluar dulu hubungi mami sekalian beliin permintaan loe tadi". Pamit Ozan, Olivia hanya mengangguk
"Huff badan gue pegel banget, kira kira gue gak sadar berapa hari ya". Gumam Olivia
...----------------...
"APA". Pekik seorang gadis yang terkejut sekaligus bahagia
"Ssttt". Peringat semua orang yang ada didalam perpustakaan tersebut sambil menatap tajam si pelaku sedangkan si pelaku hanya cengengesan sambil mengucapkan kata maaf berulang kali
"Ada apa sih Hel?". Tanya Cia berbisik karena mereka memang sedang berada diperpustakaan untuk mengerjakan tugas
"Oliv".
"Oliv kenapa?". Tanya Icha cemas
"Dia baik baik aja kan?". Sambung Akira yang ikut cemas
"Tenang gaes, gue baru dikasih kabar sama Ozan kalau..".
"Kalau Oliv udah sadar". Ucap Rachel dengan senyum yang mengembang
"Alhamdullilah". Ucap mereka serempak, lagi lagi mereka mendapat tatapan tajam dari teman kelasnya
"Guys gue punya kabar gembira". Ucap Akira mengabaikan tatapan tajam teman kelasnya
"Apa?". Tanya Dio
"OLIVIA UDAH SADAR GUYS". Teriak Akira menggelegar memenuhi ruang perpustakaan, mereka pun membelalakan matanya dan mengucapkan syukur
"Kamu ngapain teriak, ini perpustakaan dilarang berisik". Ucap seorang penjaga perpustakaan yang terlihat garang
"M..maaf bu, s..saya tadi cuma kasih kabar kalo Olivia udah sadar dari koma nya". Ucap Akira terbata bata
"APA? ALHAMDULLILLAH".
"INI PERPUSTAKAAN DILARANG BERISIK". Ucap mereka serempak mengulangi kata kata penjaga perpustakaan itu
"KALIAN BERANI SAMA SAYA?".
"TIDAK". Ucap mereka lagi lagi serempak
__ADS_1
"Sudah sudah jangan berisik lagi lanjutkan saja tugas kalian". Lalu mereka pun melanjutkan mengerjakan tugas mereka
"Nanti kita langsung cus ke rumah sakit". Ujar Rachel berbisik
"Oke, jangan lupa kasih tau ke Rafa dkk". Ucap Cia
"Biar gue aja yang kasih tau". Sahut Icha
"Cih modus". Cibir Akira
"Gapapa kali kan modus sama pacar sendiri, untung gue gak di ghosting sama Kak Kenzi".
"Wahh makin berani aja nih, Cia sikat". Ucap Akira
"Loe nyindir gue?". Tanya Cia
"Enggak, gue kan cuma ngomong soalnya akhir akhir ini banyak yang jadi korban ghosting termasuk loe sih hehe".
"Gue gak jadi korban ghosting, gue cuma males ngadepi dia dan mungkin karena capek dia ilang sendiri deh". Ujar Cia santai tapi juga seperti merasa kehilangan
"Tapi loe suka gak sama sepupu gue?". Tanya Rachel serius, Cia mengedikkan bahunya
"Kalo menurut gue, loe udah suka sama Kak Rai tapi hati loe menyangkal itu karena loe tau gimana playboy nya doi karena loe gak mau sakit hati nantinya". Ujar Rachel, Cia diam tapi juga membenarkan ucapan Rachel
"Gue bukannya belain Kak Rai karena dia sepupu gue, cuma yang gue liat semenjak kenal sama loe dia udah jauhin semua cewek cewek yang dekat atau pacaran sama dia dan dia udah gak tebar pesona lagi kan". Lanjut Rachel
"Gue sependapat sih sama Rachel, yang gue liat juga gitu Ci, sekarang kalo pulang sekolah udah gak boncengin cewek yang beda beda". Sahut Akira
"Mungkin Kak Rai playboy yang tobat, kalo dijadiin film judulnya playboy tobat karena teman ku". Celetuk Icha
Mereka tertawa "Sa ae loe Cha".
"Buruan diselesaiin tugasnya bentar lagi istirahat". Ucap Cia mengalihkan pembicaraan, lalu mereka kembali menyelesaikan tugasnya
...----------------...
"Akhirnya kamu sadar juga sayang, mami takut tau waktu kemarin kamu koma". Ucap Mami Yulia memeluk Olivia
"Maafin aku yang udah buat mami dan papi khawatir". Ucap Olivia membalas pelukan maminya
"Ekhemm..minggir mi papi juga mau peluk anak papi". Papi Beni melepaskan pelukan kedua wanita yang beliau cintai tersebut, Mami Yulia mendengus sebal dengan tingkah suaminya itu selalu saja tidak mau kalah, pikirnya
"Anak papi yang paling cantik akhirnya bangun juga, lain kali jangan buat kami khawatir ya sayang". Ucap Papi Beni sambil memeluk Olivia dan Olivia pun membalas pelukan papinya
"Iya pi, oh ya Silvi gimana pi s..soalnya kemarin..".
"Kamu gak usah pikiran itu yang penting dia udah sadar sebelum kamu sadar dan dia juga sudah menjalani hukumannya". Olivia akhirnya bisa bernafas lega setelah mak lampir itu mendapat hukumannya, ia tipe orang tidak mudah memaafkan orang dengan mudah
__ADS_1
Bersambung..