My Story

My Story
My Story | Awal Yang Baik


__ADS_3

Pagi pagi sekali Olivia sudah bersiap akan berangkat sekolah, ia akan memulai semuanya dari awal walau tidak bisa dipungkiri ia masih sangat merasakan kesedihan itu tetapi ia tidak mau larut dalam kesedihan terus.


"Semangat Liv ini bukan akhir dari segalanya loe pasti bisa lalui ini semua, loe kuat, loe tegar, loe harus yakin jika Kak Aldo udah tenang disana, loe gak seharusnya mengharapkan orang yang udah gak ada". Gumam Olivia menyemangati dirinya sendiri didepan cermin besar dihadapannya


Tesss


Setetes air mata menetes dipipi mulus Olivia, ia segera menghapusnya karena ia sudah berjanji tidak ada lagi air mata.


Ia mencoba menenangkan diri beberapa kali menghela napasnya, setelah itu ia mengambil tas yang tadi ia letakkan diatas ranjang lalu keluar dari kamar.


Tak..tak..tak


Suara sepatu berbenturan dengan lantai anak tangga, seketika orang yang ada dimeja makan mengalihkan perhatiannya ke atas melihat orang yang sedang menuruni anak tangga.


"Selamat pagi". Sapa Olivia tersenyum manis setelah sampai di meja makan


Papi Beni, Mami Yulia, Ozan tercengang melihat orang yang ada dihadapan mereka, mereka pikir Olivia masih sakit dan tidak akan ke sekolah tapi ini..


"Pagi". Balas mereka kompak, Olivia masih tersenyum manis


"Oliv kamu sudah sehat sayang?". Tanya Mami Yulia mendekati putrinya dan memegang kedua bahu Olivia


"Seperti yang mami lihat". Ucap Olivia tersenyum manis


"Ya udah ayo duduk". Mami Yulia segera menuntun Olivia duduk, sedangkan Papi Beni dan Ozan hanya saling pandang bingung harus melakukan apa


"Makan yang banyak kak biar gak kurus hehe". Celetuk Ozan cengengesan, tubuh Olivia memang terlihat kurus karena semenjak keluar dari rumah sakit ia makan hanya sedikit


"Tenang aja". Balas Olivia sambil mengoleskan selai coklat diroti tawarnya


"Diantar sopir atau naik mobil sendiri?". Tanya Papi Beni melirik Olivia


"Naik mobil sendiri aja pi". Papi Beni mengangguk karena sudah terlihat jika Olivia baik baik saja jadi tidak ada yang dikhawatirkan


"Hati hati sayang kamu baru sembuh". Peringat Mami Yulia sedikit khawatir


"Iya mamiku".


...----------------...


Setelah memakirkan mobilnya Olivia tidak segera keluar karena ia menunggu sahabatnya yang belum datang, tampak disekitar parkiran banyak yang memperhatikan mobilnya karena mereka sudah hafal mobil milik Olivia.


"Wahh itu pasti Oliv".


"Kinclong banget mobilnya".


"Kayanya kemarin gak berangkat ya".


"Depresi kali ditinggal mati".


"Huss jangan keras keras".

__ADS_1


"Selalu deh jadi perhatian". Gumam Olivia malas


Beberapa saat kemudian tampak sahabat Olivia datang dan memarkirkan mobil mereka di samping mobil Olivia, mereka pun segera keluar karena melihat mobil Olivia disana dan tergesa membuka pintu mobil Olivia dibagian kemudi.


"OLIV". Pekik mereka senang, lalu menarik Olivia agar segera keluar dan mereka pun berpelukan


"Lepasin, gue sesak nih". Ucap Olivia, mereka pun melepaskan pelukannya sambil cengengesan


"Kemarin udah ketemu juga pake peluk peluk segala". Gerutu Olivia sambil merapikan rambut barunya


"Wahh rambut baru, cantik Liv kek polwan". Celetuk Icha memberi dua jempolnya yang lain pun mengangguk membenarkan dan hanya dibalas senyuman manis oleh Olivia


"Udah ke kelas yuk, sebelum parkiran banjir karena liur mereka". Ujar Rachel dengan suara keras, sedari tadi yang memperhatikan mereka tersadar dan bergegas pergi dari sana


Olivia dkk pun tertawa terbahak bahak disepanjang koridor sekolah membicarakan apa pun yang menurut mereka lucu.


"Eh itu murid baru ya". Ucap Kenzo dari lantai tiga wilayah kelas 12


"Mana cewek apa cowok?". Sahut Rai semangat


"Cewek bro rambutnya kek polwan gitu". Ucap Kenzo yang masih memperhatikan dari lantai atas


"Mana sih?".


"Lantai dua, eh bentar tapi kok bareng Rachel sama yang lain terus keliatan akrab gitu". Ucap Kenzo


"Eh iya, teman mereka yang baru pindah kali". Sahut Jason


"Raf loe deketin sana". Ucap Kenzo tersenyum jahil


"Dia mah minatnya sama Neng Olip". Celetuk Jason menaik turunkan alis, Rafa hanya membuang muka


"Hah seriusan? wah sama janda". Ucap Kenzo ngakak


"Maksudnya?". Tanya Kenzi yang sedari tadi hanya diam


"Kan dia baru ditinggal lakinya meninggal".


"Tolol, nikah aja belum woy udah jadi janda aja".


"Ya berarti janda rasa perawan, mantep gak tuh".


"Sinting".


"Kejar terus mas bro ini kesempatan emas, mungkin ini udah waktunya". Ucap Rai menepuk bahu Rafa, sedangkan Rafa hanya diam saja tapi didalam hati ia sudah bertekat akan mendapatkan gadis pujaannya


...----------------...


"Oliv tolong ke ruangan ibu ya, buku absennya ketinggalan jadi tolong ambilin ya". Perintah Bu Ratih


"Kok saya sih bu yang lain napa". Protes Olivia cemberut

__ADS_1


"Kamu yang dari kemarin absen terus".


"Kan lagi kena musibah bu".


"Udah sana jangan banyak protes". Ucap Bu Ratih tidak bisa dibantah


Mau tidak mau akhirnya Olivia beranjak dari tempat duduknya dan melangkah keluar.


Disepanjang koridor Olivia berjalan sambil menundukkan kepalanya tanpa sengaja ia menabrak seseorang yang membuat dahinya terasa nyeri.


"Aduhhhh sakit bego". Keluh Olivia mengusap dahinya, ia belum melihat orang yang ditabrak sedangkan orang itu hanya diam kemudian Olivia mengangkat kepalanya dan mata mereka pun bertabrakan


"Loe". Orang itu tidak merespon ucapan Olivia ia hanya diam memandangi wajah Olivia


"Kak Rafa". Sentak Olivia yang membuat Rafa tersentak, ternyata Rafa yang ditabrak Olivia


"Apa?".


"Loe kan yang sengaja nabrak gue". Tuduh Olivia menyipitkan matanya


"Loe kali yang sengaja, makanya kalo jalan jangan nunduk nabrak kan loe untung gak nabrak tiang". Ucap Rafa


Olivia tersenyum manis "Ciee perhatian, takut gue kenapa napa ya, hayo ngaku".


Rafa membuang mukanya yang sedikit merah karena malu tapi ia bisa tutupi dengan wajah datarnya, tanpa pikir panjang ia pun meninggalkan Olivia yang masih cekikikan.


"CIEE MALU, MALU YA KAK". Teriak Olivia yang melihat Rafa mulai jauh


"Heh kamu kelas apa, sana masuk kelas kamu jangan berisik didepan kelas orang lain". Tegur guru yang mengajar di kelas tersebut, Olivia yang terkejut langsung berlari takut kena hukuman karena dikira bolos


...----------------...


"Eh katanya nanti ulang tahun sekolah ada acara pensi kaya tahun kemarin ya?". Ucap Akira


Mereka sekarang berada di cafe milik Olivia bersama Rafa dkk, kedatangan mereka tidak terlalu menjadi pusat perhatian pengunjung karena mereka datang tidak saat jam makan siang jadi cafe tidak terlalu ramai.


"Gue dengar juga gitu, kita tampil lagi yuk". Sahut Icha antusias


"Mau nampilin apa? pokoknya yang beda gitu". Tanya Rachel


"Udah itu kita bahas nanti aja biar suprise". Ujar Cia sambil makan kentang goreng


"Masa kita gak boleh tau". Protes Rai cepat diangguki yang cowok cowok


"NO". Ucap ciwi ciwi serempak


"Eh guys besok malam minggu datang ke sini lagi ya, besok ada live music". Ujar Olivia yang sedari tadi hanya diam


"Wah serius? pasti seru nih, oke besok kita bakal datang". Ucap Kenzo semangat


"Nona". Panggil seorang wanita yang baru saja sampai dimeja tempatnya Rafa dkk dan Olivia dkk

__ADS_1


"Ya, ada apa kak?". Olivia memperhatikan raut wajah dari manager nya ini, mengerti sedang terjadi hal yang serius Olivia pun mengajak sang manager untuk keruangannya setelah pamit kepada teman temannya


Bersambung..


__ADS_2