
Acara yang ditunggu tunggu pun sudah tiba yaitu acara ulang tahun sekolah digabung dengan acara perpisahan untuk kelas 12 setelah 2 minggu yang lalu diumumkan kelulusan mereka.
Banyak yang hadir diacara tersebut baik pemilik sekolah yang sudah dialihkan kepada om nya Olivia, donatur sekolah dan juga para wali murid kelas 12.
"Liv itu Om Beno?". Tanya Rachel dengan mata yang berbinar saat pemilik sekolah tersebut memberi sambutan diatas panggung, Olivia hanya mengangguk sebenarnya dalam hati juga kagum dengan om nya itu walaupun usianya sudah 40 tahunan tapi tampak sekitar usia 30 tahunan
"Tampan seperti papi". Ucapnya dalam hati
"Ayo kedepan gue pengen liat langsung om nya Oliv". Ajak Akira
"Norak kalian disini juga keliatan". Ucap Olivia malas
"Gak puas Liv kalo cuma dari layar doang". Sahut Cia
"Bentar lagi kita tampil, jadi jangan sampai dandanan kita berantakan". Peringat Olivia manatap tajam sahabatnya
"Betul tuh kata Oliv". Sahut Icha
Ya, Olivia dkk akan menampilkan pertunjukan mereka untuk acara ini mereka hanya bisa melihat rangkaian acara dipanggung melalui layar yang ada di sebuah ruangan yang sudah panitia siapkan, banyak dari angkatan mereka maupun adik kelas juga akan menampilkan penampilan terbaik mereka bahkan disela sela waktu mereka masih sempat berlatih.
"Kok gue jadi deg deg an gini sih". Celetuk Akira menyentuh dadanya sebelah kiri
"Yee si bego kalo gak deg deg an ya mati lah". Sahut Rachel
"Sialan, sumpah dah gue takut banget mana di sana ada bebeb Jason lagi". Ucap Akira lagi
"Udah sih slow aja kaya mau digantung aja loe". Ledek Olivia, Akira mendengus kesal
"Eh kita urutan berapa sih, gerah nih gue ac nya mati ya". Ucap Cia sambil mengeluarkan kipas elektrik kecilnya
"Kita urutan 14, buta mata loe tuh liat ac ada enam biji hidup semua, cuman kebanyakan manusia aja disini jadi panas". Ucap Olivia sambil mengibas ngibaskan tangannya didepan wajahnya
"Terakhir berapa?".
"15".
"Ya Tuhan ku kita sama aja terakhir dong, keburu luntur nih make up". Celetuk Akira kesal
"Ya mau gimana lagi, salahin tuh Cia ambil nomor urut kok yang terakhir". Ucap Icha menunjuk Cia menggunakan dagunya
"Ihh Icha kok gue sih, kalo gue bisa liat tuh nomor gue juga gak bakal ambil nomor yang terakhir, ambil nomor 1 kalo perlu". Ucap Cia membela diri
"Harusnya loe doa dulu dong pas ambil tuh nomor".
"Udah deh kebiasaan masalah sepele aja diributin, yang penting kita dapat nomor urut". Ujar Olivia sok bijak
__ADS_1
"Cih, baik ibu negara". Ucap Rachel sinis, Olivia malah terkekeh mendengarnya
Dilayar tersebut tampak akan melakukan pemotongan tumpeng yang cukup besar sebagai ucapan syukur bertambahnya usia sekolah ini, setelah itu acara selanjutnya adalah pengumuman siapa saja yang nilainya masuk ke sepuluh besar.
"Wahh Kak Rai peringat 10 ternyata, pinter juga dia". Decak Rachel kagum dengan sepupunya itu
Terlihat dilayar ruangan tersebut menampilkan murid yang dipanggil untuk maju kedepan dan menerima sebuah medali dan juga piagam, tepuk tangan pun terdengar bergemuruh diruangan tersebut maupun diluar sana.
Sampai akhirnya peringkat satu sampai tiga yang dipanggil dan ternyata diantara ketiga murid tersebut ada seorang Rafandra Lavinno Alexand mendapat peringkat kedua.
"Aaaa Kak Rafa aku padamu mu".
"Wahh udah ganteng, tajir, pinter lagi, sempurnanya jodoh orang".
"Pacar gue tuh".
"Pede boros loe".
Terdengar jeritan jeritan siswi diruangan tersebut, membuat ruangan tambah bising.
"Iuhhhh jijik banget sih, kaya liat artis aja". Ucap Akira sedikit berteriak karena ruangan itu sangat ramai oleh teriakan mereka
"Tau tuh, gebetannya aja b aja tuh". Sahut Cia melirik Olivia yang malah santai bermain game diponselnya
Setelah pengumuman peringkat yang masuk sepuluh besar selesai dilanjutkan dengan memanggil satu per satu siswa dan siswi yang lain untuk naik ke atas panggung dan dikalungkan sebuah medali.
"Bener banget, satu angkatan disuruh maju satu per satu woy".
Disisi lain Rafa dan kedua orangtuanya tengah berpelukan, orangtua Rafa bangga dengan pencapaian Rafa walaupun peringkat dua tetapi itu sudah cukup buat orangtua Rafa.
"Selamat anak mama, kamu sangat hebat mama bangga sama kamu". Ucap Mama Nita mengusap sudut matanya
"Makasih ma".
"Papa juga bangga sama kamu walaupun diperingkat dua tapi menurut papa itu udah luar biasa". Ucap Papa Alex menepuk pundak Rafa berkali kali
"Makasih pa". Rafa juga senang melihat senyuman kedua orangtuanya, ia tidak boleh berbangga terlebih dahulu karena perjalanan setelah ini masih panjang
"Heyooo selamat bro, halo om tante". Seru Rai mendekati Rafa bersama yang lain lalu menyalami tangan kedua orangtua Rafa
"Kalian juga selamat karena masuk sepuluh besar". Ucap Rafa disertai senyuman tipis
"Kalian sungguh hebat bisa masuk sepuluh besar". Puji Mama Nita
"Ah tante bisa aja". Ucap Jason sok malu malu
__ADS_1
"Dihh loe pikir loe imut kaya gitu, najis tau gak". Semprot Kenzo
"Apa sih loe". Yang lain hanya geleng geleng kepala melihat tingkah mereka
"Ya udah kalian lanjutin aja ngobrolnya, tante sama om mau gabung ke para orangtua lagi".
"Siap tante titi dj hati hati dijalan". Ucap Jason
"Deket ini kenapa pakai hati hati segala sih". Ucap Mama Nita terkekeh lalu menarik lengan suaminya untuk beranjak dari tempat itu
"Eh para yayang kita tampilnya kapan sih gak sabar nih gue mau liat ayang beb". Celetuk Jason
"Kata Icha urutan nomor dua dari belakang". Sahut Kenzi yang sedari tadi hanya diam
"Hah? serius loe alamak lama banget dong". Keluh Kenzo lesu
"Ya udah gapapa sambil nunggu para ciwi ciwi tampil kan kita bisa liat yang lain dulu, ya gak?". Ujar Rai menyeringai
"GAK". Ucap mereka serempak lalu meninggalkan Rai
"Buset dah gitu doang ngambek kek cewek". Gumam Rai lalu mengejar sahabatnya
"Tunggu dong woy".
Acara pensi pun dimulai urutan pertama dari kelas 10 menampilkan sebuah drama tentang Ramayana.
"Woahhh keren banget, gue baru tau cerita yang legendaris itu". Celetuk Kenzo takjub dengan penampilan tersebut
"Yang loe tau apa sih". Ucap Kenzi tersenyum mengejek
"Rachel seorang". Mereka pun bergidik ngeri
"Bucin".
Tepuk tangan pun bergemuruh memenuhi lapangan sekolah setelah drama itu usai.
"Piwwwiiitttttt". Terdengar suitan dari mulut Rai
Urutan kedua dan seterusnya pun bergantian menampilkan penampilan dari kelas mereka
"Hoaammm masa lama gak sih". Keluh Jason
"Sabar bentar lagi juga muncul ini udah urutan ke 13 kok".
Dan akhirnya setelah penantian yang lama yang ditunggu tunggu pun tiba, setelah kelas milik para ciwi ciwi nya Rafa dkk disebutkan Rafa dkk pun seketika berdiri dan memberikan sorakan yang heboh tetapi tiba tiba..
__ADS_1
'Brukk'