
"Kalian duluan aja gue mau ke toilet". Ucap Olivia
"Mau gue temenin gak?". Tawar Cia
"Emm boleh deh, oh iya jan lupa pesenin kek biasanya". Ucap Olivia kepada sahabatnya yang lain
"Oke". Sahut Rachel, kemudian mereka berpisah
"Bentar ya Ci". Ucap Olivia sebelum masuk ke bilik toilet, Cia hanya mengangguk
Beberapa saat kemudian Olivia keluar dari bilik toilet.
"Hahh leganya". Lalu ia mencuci tangan di wastafel dan merapikan penampilannya
"Eh Cia kemana dah". Ucapnya bingung saat menyadari tidak ada Cia
"Cia loe didalem?". Tidak ada jawaban sama sekali
"Ck. pergi gak bilang bilang". Gerutunya, lalu ia memutuskan keluar dari toilet siapa tahu Cia ada diluar
Saat keluar entah datang darimana tiba tiba ada yang menabraknya dan minuman yang dibawa oleh si penabrak mengenai baju seragamnya Olivia.
"Aduh basah kan". Keluh Olivia
"M..maaf a..aku gak sengaja". Ucap orang itu terbata bata
"Loh loe yang murid baru tadi pagi kan?". Tanya Olivia memastikan dan Salva mengangguk
"Ya udah gapapa lain kali hati hati". Peringat Olivia
Tiba tiba saja Salva terpeleset oleh minuman yang tumpah tadi.
"Awww". Pekiknya, Olivia terkejut dan saat akan membantu malah..
"Maaf Oliv, kan aku tadi sudah minta maaf tapi kenapa malah kamu dorong aku". Ucap Salva dengan suara yang cukup keras disertai air mata buayanya sehingga mengundang beberapa murid melihatnya
Olivia membelalakan matanya "Wah apa apaan nih". Batin Olivia
"Salva loe ngomong apaan sih gue aja gak nyentuh loe sama sekali, loe jatuh juga karena terpeleset kan". Ujar Olivia geram apalagi ada beberapa siswa yang mulai berbisik bisik
"Enggak, aku tau kalo aku cupu dan miskin tapi gak seharusnya kamu semena mena sama aku".
"Loe gak usah memutar balikkan fakta ya". Sentak Olivia tanpa sadar
"Ada apa ini?". Tanya Cia tiba tiba datang
"Liv ini kenapa sih terus itu murid baru tadi pagi kan?". Lanjutnya saat melihat murid baru itu masih duduk dilantai
"Hm".
"Loe kenapa duduk dilantai?". Tanya Cia kepada Salva
"T..tadi aku gak sengaja nabrak Oliv terus m..minuman yang aku bawa kena bajunya aku udah minta maaf tapi malah didorong sama Oliv". Ujar Salva, Cia membulatkan matanya dan menatap Olivia tak percaya
"Silahkan kalo percaya sama nih orang tapi gue gak ngelakuin itu semua". Ucap Olivia datar lalu melenggang pergi dan Cia mengikuti Olivia tanpa membantu Salva untuk berdiri sedangkan Salva tersenyum miring melihat itu
...----------------...
__ADS_1
Saat tiba dikantin tanpa basa basi Olivia langsung makan makanan yang sudah dipesan oleh sahabatnya tadi, mereka sampai melongo dan beralih menatap Cia meminta penjelasan tapi Cia hanya mengedikkan bahunya acuh.
"Loe kenapa sih Liv, kerasukan loe". Akira tidak tahan melontarkan pertanyaan yang mengganjal sedari tadi, Olivia tidak menjawab ia terus memasukkan makanan ke dalam mulutnya
Mereka saling pandang detik berikutnya mereka mengangkat bahunya tidak tahu.
"Kenyang gue". Celetuk Olivia mengelus perutnya setelah menyelesaikan makannya
"Cepet cerita". Desak Rachel tidak sabar
Olivia memijit pelipisnya pusing kemudian ia menceritakan kejadian tadi tanpa dikurang kurangi dan tanpa dilebih lebihkan, mereka geram sendiri mendengar cerita dari Olivia ternyata tampang boleh nerd tapi mulutnya minta ditampol.
"Loe gak tau kejadian sebenarnya Ci?". Tanya Rachel
"Gue tadi ke UKS minta obat pusing, nih". Ujar Cia menunjukkan obat pusing yang tadi ia minta di UKS
"Loe sebelumnya kenal sama dia?". Tanya Icha, Olivia menggeleng
"Gue gak nyangka aja sih dengan penampilan dia yang kek gitu tapi nyerang gue tiba tiba, padahal kenal juga baru tadi pagi bisa bisanya dia kek gitu sama gue". Ujar Olivia kesal mengingat kejadian yang baru saja terjadi
"Tenang Liv kita cari tau sama sama". Ucap Cia menenangkan
"Menurut gue dia pura pura jadi nerd, entah sengaja atau enggak mungkin loe pernah buat kesalahan sama tuh orang dan mungkin dia mau balas dendam". Celetuk Rachel, mereka mengangguk setuju
Olivia berpikir keras mengingat ingat kesalahan apa yang sudah ia perbuat sehingga mengundang orang lain untuk balas dendam kepadanya.
"Kalo misalnya dia cuma suruhan orang gimana?". Tanya Olivia memandangi satu per satu sahabatnya
"Bisa jadi, terus kita harus gimana?". Tanya Akira
...----------------...
Kejadian tadi ternyata sudah menyebar ke seluruh sekolah, Rafa dkk juga sudah mendengar gosip tersebut.
"Kalian percaya gak sih kalo Oliv gitu?". Tanya Jason kepada sahabatnya
"Percaya gak percaya, Oliv bisa aja ngelakuin itu kan kita tau kalo sekolah ini milik keluarganya". Jawab Kenzo
"Kalo gue gak percaya, coba kalian pikir selama ini dia gak pernah buat ulah apalagi sampe membuli". Sahut Rai
"Ya bisa aja dia berubah". Celetuk Jason
"Ngapain harus ribet sih banyak saksi yang bilang kalo si murid baru itu yang jatuh sendiri kan". Ucap Kenzi datar, mereka mengangguk membenarkan
"Dan ngapain harus ribet selama masih ada cctv disana". Ucap Rafa yang sedari tadi menyimak
Mereka menatap Rafa dengan pandangan yang berbeda beda.
"Ah iya betul, menurut kalian kita harus bantuin Oliv gak". Ucap Jason
"Jangan, kita gak usah ikut campur cukup pantau aja". Ujar Rafa
...----------------...
Sesampainya Olivia dirumah ia dikejutkan dengan kemunculan keponakannya yang berumur 4 tahun yang bernama Raja Rajendra, jadi maminya Olivia memiliki kakak perempuan yang memiliki seorang anak perempuan juga tetapi sudah menikah dan lahirlah Raja.
"Ontttyyyyy Oyiiiipppppp". Teriak Raja berlari dari dalam rumahnya Olivia
__ADS_1
"Loh Raja kok kamu ada disini?". Tanya Olivia mensejajarkan dengan tinggi tubuh bocah itu
"Iya, mama cama papa pelgi telus oma cama opa juga pelgi telus aku dititip cini". Ucap Raja dengan bahasa cadel dan belepotannya
Olivia mengacak rambut Raja gemas lalu menggandeng Raja masuk kembali.
"Kamu disini sama Oma Yulia dulu ya, aunty mau ke kamar dulu ganti baju, oke". Ucap Olivia
"Ocee". Jawab Raja mengangkat jempolnya
Tak berselang lama Ozan pun masuk ke rumah, ia juga terkejut melihat Raja ada dirumahnya setelah menyapa Raja ia masuk ke kamar mengganti pakaiannya.
"Raja aunty punya sesuatu loh". Ucap Olivia menyimpan kedua tangannya dibalik punggungnya
"Apa onty?". Jawabnya mengalihkan perhatian dari mainan robot robotannya
"Tebak dulu dong".
"Ipop".
"No, bukan ipop tapi lollipop".
"Ipop".
"Aishh..udahlah lanjut tebak lagi".
"Coklat". Seru Ozan tiba tiba mengambil coklat dari balik punggung Olivia, karena tadi Olivia membelakangi jadi tidak melihat kedatangan Ozan
"Ck. rese loe". Ozan tidak menanggapi kakaknya
"Yeeeee cokat". Seru Raja melompat lompat dan mengangkat kedua tangannya
"Yukk kita makan". Ajak Ozan kepada Raja dan dibalas anggukan antusias oleh Raja, sedangkan Olivia cemberut
"Raja bilang apa dulu ke aunty".
"Maacih onty canci". Ucap Raja menampilkan giginya yang terkena coklat
"Cama cama ponakannya aunty yang tampan". Ucap Olivia mencium kedua pipi Raja bergantian
'Tuuuuttttttt'
Ozan dan Olivia saling pandang saat mendengar bunyi aneh.
"Suara apaan tuh?". Tanya Ozan, Olivia mengedikkan bahunya tidak tahu
"Atu ndak cengaja itu kelual cendili". Ucap Raja pelan sambil menunduk takut
"Raja kentut?". Tanya Olivia dan diangguki Raja
"Dasar raja kentut". Celetuk Ozan
"Butan laja kentut tapi laja lajendla". Ucap Raja tidak terima
"Halah bocil, ngomong aja masih belibet sok sok an jadi raja". Cibir Ozan
Bersambung..
__ADS_1