My Story

My Story
My Story | Bincang - bincang


__ADS_3

Di Jepang Rai juga sudah masuk perkuliahan di hari pertama hanya ada perkenalan sesama mahasiswa baru dan juga perkenalan lingkungan sekitar kampus.


Karena mudah bergaul Rai pun sudah mendapatkan teman baru yang sama sama dari Indonesia dan kebetulan juga fakultas mereka sama.


Saat ini Rai dan teman barunya berada di dalam kelas bergabung dengan mahasiswa yang lain ternyata yang dari Indonesia didalam kelas itu hanya Rai dan teman barunya yang bernama Made.


"Gimana perasaan mu?". Tanya Made duduk disamping Rai


"Maksudnya?".


"Berada di Jepang".


"Ya untuk sekarang sih gue belum terlalu nyaman dan merasa asing tapi nanti mungkin akan terbiasa". Ujar Rai tenang


Laki laki yang berasal dari Bali itu pun mengangguk "Tapi kalo aku sih kayanya bakal betah deh".


"Kenapa?". Tanya Rai mengerutkan dahinya


"Soalnya cewek cewek Jepang bening bening coyyy". Ucap Made dengan mata yang berbinar


Rai membelalakan matanya, ternyata ia jauh jauh sampai sini ketemunya dengan orang yang modelnya hampir sama dengan dirinya, rasanya ia ingin tertawa.


"Kenapa kok muka mu gitu, tapi aku liat liat lagi muka mu kaya muka playboy gitu". Ujar Made menelisik wajah Rai


"Sembarangan loe, tapi ya bener juga sih tapi dulu".


"Dulu? berarti sekarang udah tobat?". Tanya Made penasaran


"Pengennya gitu tapi setiap liat cewek cantik kayanya mubazir kalo dibiarin hahaha". Rai tertawa kencang membuat Made juga ikut tertawa


"Haha bener bener duh jadi gak sabar cari cewek jepang". Celetuk Made


"Sialan, loe disini kuliah bukan cari cewek".


"Ya ibaratnya sekali dayung dua tiga empat pulau terlampaui".


"Kalo itu namanya maruk". Ucap Rai terkekeh


Rai cukup senang berada di negeri sakura ini apalagi ia sudah dapat teman yang hampir sama sepertinya, ia tadi nya sempat berpikir jika akan belajar Bahasa Jepang saja agar saat berkomunikasi dengan teman yang asli Jepang tidak kesulitan tetapi ternyata ia mendapat teman dari negara yang sama.


...----------------...

__ADS_1


"Duhh kangen sama bebeb kenken". Keluh Rachel menopang dagunya menggunakan sebelah tangannya


"Lebay banget sih, baru juga beberapa hari gak ketemu". Celetuk Akira


"Loe gak ngerasain sih gimana susahnya LDR an, tanya aja tuh sama Oliv yang udah pernah". Ucap Rachel ketus


Olivia yang semula makan bakso dengan tenang tiba tiba berhenti sejenak "LDR an emang nyiksa guys kalian perlu nyetok kesabaran yang lebih tapi yang paling penting saling percaya aja dan kalo bisa komunikasi diusahakan tetap komunikasi, gitu sih kalo gue dulu".


"Huaaa kok gue jadi nyesel ya LDR an gini, gue takut kalo Kak Kenzi macam macam disana". Ujar Icha mendramatisir


"Percaya aja udah, lagian Jakarta - Jogja juga deket kok kalo kangen tinggal nyusulin". Celetuk Cia sambil makan camilannya


"Kalo loe gimana Ci ditinggal ke Jepang sama Kak Rai?". Tanya Rachel memandangi wajah Cia


"Ya gak gimana gimana lah lagian apa urusannya sama gue, gue bukan siapa siapa nya dia". Ucap Cia malas, entah mengapa setiap ada pertanyaan yang menyangkut tentang Rai dia merasa malas


"Jangan gitu, ntar jadi jodoh loh". Goda Akira


"Gak bakal gue jodoh sama dia, gue udah dijodohin". Cia menutup mulutnya saat sadar ia keceplosan, sahabatnya pun menuntut penjelasan akhirnya Cia pun mengalah


"Jadi gini guys gue dijodohin sama anak temennya bokap nyokap gue". Ujar Cia bisik bisik takut ada orang lain yang mendengar


"Karena gue anak yang baik hati, tidak sombong dan rajin menabung ya gue terima tuh perjodohan itu". Ucap Cia santai


"Tapi loe kan masih sekolah Ci masa mau nikah sih?". Sahut Olivia ikut bisik bisik


"Gue nikahnya gak sekarang tapi besok kalo gue udah lulus sambil kita penjajakan dulu satu sama lain".


"Gue kirain kaya di novel novel itu masih sekolah terus dijodohin terus nikah saling benci akhirnya saling bucin, jangan bilang kalo calon suami loe CEO gitu". Todong Akira memicingkan matanya


"Haha selamat tebakan loe salah, dia bukan CEO tapi polisi".


"Wuahhh jadi calon ibu bhayangkari rupanya". Seru Icha heboh saking semangatnya sampai tepuk tangan segala


"Ihh Icha jangan keras keras". Ucap Cia memelototkan matanya


"Hehe habisnya keren, gue juga mau dong dikenalin satu sama pakpol". Ujar Icha tersenyum genit


"Woy inget ada Kak Kenzi yang nun jauh disana". Ingat Olivia


"Astagfirullah hampir aja gue khilaf, thanks Liv loe udah ingetin". Ujar Icha, yang lain hanya geleng geleng kepala mereka sudah tidak aneh lagi melihat tingkah Icha yang menjengkelkan

__ADS_1


"Liv gue denger dari Kak Jason kalo Kak Rafa sengaja kuliah disini supaya bisa deket sama loe, gue jadi kepo nih hubungan kalian kaya gimana sih?". Tanya Akira yang memang sangat penasaran dengan perjalanan cinta sahabatnya setelah ditinggalkan oleh kekasihnya dulu


"Gue belum cerita ya sama kalian". Ucap Olivia setelah itu ia meminum minumannya


"Cerita apaan?". Tanya Rachel


Olivia pun menceritakan semua kepada sahabatnya tentang dia dan Rafa atau Andra dulu, sampai beberapa minggu lalu meminta Olivia untuk memberi kesempatan kepada Rafa, respon sahabatnya juga berbeda beda setelah mendengar ceritanya.


"Oh gitu, kalo menurut gue ya Liv loe sebaiknya kasih Kak Rafa kesempatan, denger dari cerita loe nih ya gue bisa nyimpulin kalo Kak Rafa udah suka sama loe dari kecil". Ujar Rachel serius


"Gue setuju sama Rachel, gue liat juga Kak Rafa itu orangnya susah buat jatuh cinta dan loe tau orang yang susah jatuh cinta itu biasanya setia, apalagi selama disekolah kita gak pernah liat tuh dulu Kak Rafa deket sama cewek jangankan deket ngobrol sama cewek aja seperlunya kaya punya alergi aja sama cewek". Sambung Akira


"Thanks guys atas masukannya gue bakal coba kasih dia kesempatan". Ucap Olivia akhirnya, ia merasa lega setelah bercerita dengan sahabatnya setidaknya bebannya sedikit berkurang


"Liv liat deh adik loe baru masuk aja udah jadi idola sekolah". Celetuk Cia melirik adiknya Olivia yang berada tidak jauh dari meja mereka, kebanyakan para gadis gadis minta foto kepadanya


"Biarin aja, emang dia sukanya tebar pesona". Ucap Olivia


...----------------...


"Raf loe mau kemana buru buru banget?". Tanya Jason berusaha mensejajarkan langkahnya dengan langkah lebar Rafa


"Gue mau jemput Via".


"Ciahh kemajuan nih, bareng dong gue juga mau jemput Akira". Ucap Jason bersemangat


"Ayok". Mereka pun berjalan beriringan disepanjang koridor kampus banyak para perempuan menatap Rafa dan Jason dengan tatapan memuja tapi tidak berani mendekat, Rafa dan Jason juga tidak mempedulikan hal itu


Olivia berjalan santai ke arah pintu gerbang karena sudah janjian dengan Rafa, tiba tiba..


"Kak Oliv". Panggil seseorang dibelakangnya, seketika Olivia pun menoleh ia bisa melihat seorang siswa baru atau kelas 10 berjalan mendekatinya


"Ada apa ya?". Tanya Olivia


Tanpa berucap siswa itu menyerahkan sebatang coklat dengan tali pita diatasnya yang berwarna pink.


"Buat gue?". Tanya Olivia menunjuk dirinya sendiri, siswa itu pun dengan malu malu mengangguk dan pergi begitu saja setelah coklatnya sudah berada ditangan Olivia


Olivia terkekeh geli melihatnya "Ada ada aja, jadi gue punya fans nih".


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2