
Seperti biasa Satria datang ke cafe miliknya Olivia dan menyuruh Olivia untuk menemani nya ia makan siang.
"Makanya punya gandengan biar ada yang nemenin jadi gak ngrepotin gue mulu, truk aja punya gandengan masa loe gak". Cibir Olivia
"Tuh mulut kenapa pedes banget sih habis makan cabe berapa kilo". Ucap Satria kesal
Olivia tidak menjawab ucapannya Satria ia lebih memilih menjawab panggilan video call dari kekasihnya.
"Sayang kangen". Ucap Aldo dari seberang sana setelah Olivia mengangkat panggilannya
Olivia terkekeh "Iya sama aku juga kangen, gimana sama kuliah kamu".
Sedangkan Satria menyimak obrolan mereka sambil makan makanannya tetapi saat mendengar suara dari seberang sana ia merasa tidak asing.
"Kamu lagi dimana?".
"Ini lagi di cafe nemenin seseorang lagi makan".
"Siapa, kamu selingkuh ya". Tampak wajah Aldo tidak bersahabat
"Bukan sayang, nih lihat". Lalu Olivia mengarahkan kameranya menghadap ke Satria
"Abang".
Yang dipanggil menoleh dan tidak kalah terkejutnya saat wajah adiknya terpampang didepannya.
"Aldo". Ucapnya pelan melirik Olivia yang juga terkejut
"J..jadi kalian saling kenal?". Tanya Olivia
"Ini adik gue Oliv, dan ternyata loe sama Aldo pacaran?". Olivia mengangguk kaku ia tidak menyangka bahwa lelaki yang dikenalnya dan sudah dianggap abang olehnya ini ternyata kakak dari kekasihnya
"Sayang aku butuh penjelasan". Ucap Aldo
"Ceritanya panjang nanti aku jelasin ya".
"Oke, dan loe bang awas jangan macem macem sama Oliv".
"Hehe gue gak macem macem cukup satu macem aja, ya gak Liv?". Satria mengedipkan sebelah matanya menatap Olivia
"Ternyata mereka kakak adik pantes nama belakangnya sama". Batin Olivia
"Kalo gue pulang liat aja nanti, sayang udah dulu ya aku masih ada kelas".
"Iya sayang, bye". Panggilan pun berakhir
"Gue gak nyangka loh kalo loe adik ipar gue". Ucap Satria tertawa kecil
"Sama, gue tau nya kalo Kak Aldo punya abang tapi gak tau kalo loe bang".
"Dunia sempit banget ya, btw gue udah selesai nih makasih ya udah nemenin". Satria berdiri mau ke kasir
"Eh bang gak usah bayar udah tinggal aja". Cegah Olivia
"Kenapa nih, oh gue tau karena gue abang ipar loe kan". Ucap Satria menaik turunkan alisnya
"Ya bisa dibilang gitu". Jawab Olivia cuek
__ADS_1
"Dihh cuek amat, ya udah gue tinggal ya banyak kerjaan soalnya". Satria mengacak rambut Olivia
"Kebiasaan banget sih". Satria terkekeh kemudian ia berlalu pergi
Olivia memanggil pelayan untuk memberesi piring kotor didepannya kemudian ia pamit pulang untuk bersiap ia akan terbang ke Jogja.
...----------------...
18.30
Ciwi Ciwi Canteks Squad ♡♡
Sha.Shakira : Olip gue ikut ke Jogja titik gak pake koma
Elishaliasicha : 1, 2, 3, 4, 5 gue wakalin kalian semua
Rachelala : @Elishaliasicha cakep
Olivia_Olv : Wahai sahabat ku tercintahh gue kesana bukan holide tapi kerja
Felicia_Cia : @Olivia_Olv kan bisa holiday habis weekend kan hari senin sama selasa tanggal merah jadi lumayan tuh
Sha.Shakira : Bener kata Cia, pokoknya gue sama yang lain malam ini ke rumah loe gue juga udah beli tiket
Olivia _Olv : Terserahhhhhhhhhh
Olivia keluar dari room chat grup yang berisi para sahabatnya.
"Kebiasaan tiap opening cafe selalu mereka ikut, tapi gapapa sih biar gue gak bosen juga". Gumam Olivia
'Tok..tok..tok..'
"Ada apa bi?". Tanya Olivia
"Itu non dibawah ada teman temannya non".
"Ya udah biar saya kebawah, makasih ya bi". Bi Mumun mengangguk dan tersenyum kemudian berlalu pergi
"Cepet banget". Gumam Olivia lalu ia turun ke bawah
"Ekhemm enak banget baru dateng udah makan". Sindir Olivia melihat sahabatnya makan cemilan yang diatas meja ditemani Mami Yulia
"Huss Oliv gak boleh gitu ah". Tegur Mami Yulia
"Ya ya ya, udah sana bawa koper kalian ke kamar tamu".
"Asiappp". Ucap mereka serempak
"Habis ini terus ke ruang makan ya kita makan malam bersama". Ujar Mami Yulia
"Siap tante". Ucap Cia
"Liv panggil adik kamu kebawah". Titah Mami Yulia
"Iya".
...----------------...
__ADS_1
Keesokan harinya kelima gadis cantik sudah mendarat dengan mulus di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, mereka mencari orang yang menjemputnya dan setelah ketemu mereka langsung menuju hotel karena acara opening cafe diadakan esok hari.
"Wahh ternyata ini yang namanya Jogja". Ucap Rachel tidak berhenti berdecak kagum
"Eh besok kita ke Malioboro yuk katanya gak afdol kalo ke Jogja gak kesana". Ajak Cia antusias
"Iya, setelah kerjaan gue selesai kita puas puasin disini". Balas Olivia tidak kalah antusiasnya, mereka mengangguk setuju
Setelah kurang lebih satu jam akhirnya mereka sampai juga dihotel.
"Eh itu Tugu Jogja bukan?". Tunjuk Akira menunjuk sebuah tugu yang ada ditengah tengah sebuah perempatan jalan yang lebar, ternyata hotel yang akan meraka tempati dekat dengan Tugu Jogja dekat juga dengan cafe yang akan opening
"Iya mungkin". Jawab Cia
"Iya mbak itu Tugu Jogja, kalau mau foto bagusnya pas malam hari". Sahut orang kepercayaannya Olivia yang bernama Arjun
"Gue mau foto ah nanti". Ucap Akira semangat
"Ayo masuk koper kita udah dibawa masuk tuh". Ajak Olivia lalu meninggalkan sahabatnya dan mereka pun masuk
...----------------...
Ditempat lain Ozan sedang berbaring dikamarnya, ia bingung mau ngapain biasanya jika ada kakaknya maka ia kan menjahilinya tapi sekarang kakaknya lagi pergi sebenarnya ia ingin ikut sekalian refreshing tapi lagi lagi ia disibukkan dengan jadwal bimbel jadi ia tidak bisa ikut.
"Kok tiba tiba pengen sesuatu ya, coba chat mami deh mumpung mami lagi diluar". Gumamnya lalu ia mengambil ponselnya
Me : Mi tahu pak husen
Beberapa menit kemudian
Kanjeng Mami : Tahu, yang jualan tahu didepan komplek kan
Me : Astaga dragon, maksudnya beliin tahu nya pak husen mami ku tercintahhhhhh
Kanjeng Mami : Oooooooo, ngomong dong
Me : Ngetik bukan ngomong goblok
Kanjeng Mami : APA KAMU BILANG?? UANG JAJAN KAMU POTONG
Me : Yahhh jangan dong mi, tadi keceplosan
Kanjeng Mami : Y
"Buset emak gue cuek amat njirr". Ucap Ozan bergidik
Kemudian ia keluar dari kamar menuju ruang keluarga untuk nonton televisi sembari menunggu pesanannya datang.
"Permisi den ini ada paket". Ucap Pak Yusril satpam rumahnya
"Dari siapa pak?". Tanya Ozan
"Waduh saya gak tahu den gak ada nama pengirimnya tapi disitu tertulis buat Non Oliv".
"Ya udah makasih ya pak". Ucap Ozan menerima paket tersebut dan Pak Yusril pun kembali keluar
Ozan membolak balikkan kotak paket tersebut siapa tahu ada petunjuk pengirimnya tapi ternyata nihil, ia penasaran dengan isi paket tersebut ingin membukanya tapi takut tidak sopan karena bukan untuknya dan akhirnya ia hanya meletakkan dikamarnya Olivia.
__ADS_1
Bersambung..