My Story

My Story
My Story | Bertemu Orangtua Rafa


__ADS_3

'Brukk'


Semua menoleh ke sumber suara terlihat seorang siswa tengah duduk dilantai sambil mengusap usap sebelah pantatnya, seketika tawa mereka pun pecah.


"Situ ngapain duduk dibawah, kursinya kurang empuk?". Ucap Kenzo menahan tawanya


"Aduh Bang Rai kacian sini deh gue bantuin". Ucap Jason mengulurkan tangannya


Rai yang sudah terlanjur malu pun langsung berdiri tanpa membalas uluran tangan Jason.


"Sial, sakit nya sih gak seberapa tapi malunya itu loh mana diliat satu sekolah lagi". Decaknya dalam hati


"Kursi tuh didudukin bukan dinaikin". Ucap Rafa terkekeh, Rai memalingkan wajahnya tanpa membalas ucapan Rafa


Akibat ulah satu orang tadi membuat Olivia dkk menunda sebentar penampilan mereka.


"Ck. malu maluin". Decak Cia tapi masih bisa didengar oleh sahabatnya


"Haha loe masih dendam sama Kak Rai gara gara loe di ghosting?". Tanya Akira terkekeh


"Dihh apaan sih".


Panitia pun menyuruh Olivia dkk untuk segera keluar panggung, saat dipanggung kegugupan semakin bertambah ditambah banyaknya manusia disana.


"Ayang Akira i love you". Pekik Jason


"Huuu".


Saat musik terdengar Olivia dkk segera menunjukkan penampilan mereka, mereka menampilkan sebuah tarian kreasi tradisional dan menggunakan kostum yang sedemikian rupa dan juga riasan layaknya seorang penari.


"Gilaaa keren banget".


"Iya mana kompak lagi gerakannya".


"Tuh yang itu tuh cantik banget".


"Kelas berapa sih ini".


Terdengar kasak kusuk tidak jauh dari tempat duduknya Rafa dkk.


"Mereka ternyata bisa nari". Ucap Kenzi kagum


"Iya gak nyangka gue".


"Cantik". Gumam Rafa pelan


"Behhh sampe meliuk liuk dong". Pekik Kenzo heboh melihat Olivia dkk meliuk liukkan tubuh mereka


"Njirr gak rela gue". Ucap Jason kesal saat melihat mata para jantan menatap lapar ke arah panggung


Beberapa saat kemudian penampilan mereka pun selesai tepuk tangan dan sorak sorai dari murid kelas 12 maupun wali murid dan guru guru pun bergemuruh, Rafa dkk bergegas menyusul Olivia dkk yang sudah turun dari panggung.


"Hahh lega banget gue". Ujar Cia

__ADS_1


"Gila gila gila".


"Kita tadi bagus gak sih". Ucap Rachel


"Bagus dong buktinya tadi tepuk tangan mereka sampai sebegitunya, tos dulu dong". Ucap Olivia sumringah, mereka pun melakukan tos bergantian


"Ekhemm". Olivia dkk pun menoleh ke arah sumber suara


"Hai sayang, aku cemburu tau". Keluh Jason kepada Akira dan memeluk pinggang Akira posesif, begitu pun dengan Kenzo, Kenzi dan Rafa yang mendekat ke pasangan mereka masing masing tinggal lah Rai yang masih berdiri seperti orang linglung


"Loh kok cuma gue yang gak dapet pasangan, loe juga Raf main nempel aja sama Oliv". Ucap Rai kesal


"Tuh masih ada Cia, lagian Oliv emang pasangan gue kok". Ucap Rafa cuek, Cia dan Rai saling tatap lalu sama sama membuang wajah


"Sejak kapan?". Tanya Kenzo kepada Rafa


"Sejak sekarang".


"Bener itu Liv?". Tanya Akira


"Enggak kok kita cuma teman aja dari dulu". Ucap Olivia, ucapan Olivia sukses membuat wajah Rafa berubah lebih datar dan dingin, Rai yang mengerti pun membisikkan sesuatu kepada Rafa


"Dari dulu? maksudnya, gapapa sekarang temen siapa tau nanti jadi demen dan jadi teman hidup". Ucap Cia menggoda Olivia


"Nanti gue jelasin, apaan sih".


"Udah mau pulang kan, gue anter yuk". Ucap Rafa mengalihkan pembicaraan


"Boleh deh, guys gue duluan ya". Pamit Olivia kepada teman temannya


Tanpa sadar Olivia dan Rafa saling bergandengan tangan menuju parkiran.


"Rafa". Terdengar suara wanita memanggil dari arah belakang


Reflek Olivia dan Rafa pun menoleh kebelakang, tampak sepasang paruh baya berjalan mendekat ke arah keduanya.


"Mama". Gumam Rafa masih bisa didengar oleh Olivia


"Dasar anak nakal mama sama papa nyariin kamu kemana mana eh tau tau nya malah disini..". Mama Nita tidak melanjutkan ucapannya saat matanya menangkap sosok gadis cantik disamping putranya


"Eh ini siapa, uluh uluh pakai pegangan tangan segala?". Goda Mama Nita tersenyum lebar dan mata yang berbinar


Olivia pun melepaskan tangannya dari genggaman Rafa "Halo tante, saya Oliv". Sapa Olivia dan mencium tangan Mama Nita dan Papa Alex


"Saya Mama Nita dan ini suami tante namanya Papa Alex kami orangtuanya Rafa". Ucap Mama Nita tersenyum lembut, Olivia mengangguk canggung


"Oh kamu tadi yang tampil dipanggung itu ya, penampilan kamu keren tante suka". Puji Mama Nita heboh


"Iya tante terima kasih".


"Mama sama Papa mau pulang?". Tanya Rafa menatap kedua orangtuanya bergantian


"Iya lah masa mau nginep disini". Ucap Papa Alex

__ADS_1


"Ya udah kalo gitu, aku mau nganterin Oliv pulang dulu". Ucap Rafa


"Ya udah kalo gitu, hati hati loh bawa mobilnya jangan sampai calon mantu mama lecet". Ujar Mama Nita


Olivia tertegun mendengarnya, sedangkan Rafa tersenyum tipis menanggapi ocehan mamanya sedangkan Papa Alex hanya geleng geleng kepala, belum apa apa sudah dibilang calon mantu, pikirnya.


Rafa dan Olivia pun menyalami tangan Mama Nita dan Papa Alex setelah itu mereka pun berlalu, kedua orangtua Rafa menatap punggung remaja yang mulai menjauh dari mereka.


"Mereka cocok ya pah". Ujar Mama Nita


"Cocok aja satu cantik satu ganteng". Ucap Papa Alex singkat


"Ck. papa gak asik". Mama Nita berlalu pergi meninggalkan Papa Alex


...----------------...


Didalam mobil hanya ada suara musik dari radio sesekali Rafa maupun Olivia ikut bernyanyi.


"Loe laper gak?". Tanya Rafa melirik Olivia lalu pandangannya kembali ke depan


"Hehe laper sih".


"Ya udah kita makan dulu".


"Eh masa tampilan gue kaya gini, dikira gue orang gila nanti". Protes Olivia, Rafa melihat tampilan Olivia dari atas sampai bawah


"Gapapa tetap cantik kok, kalo orang gilanya kaya gini yakin deh bukannya dijauhi tapi malah digodain". Ujar Rafa terkekeh


Blush


Pipi Olivia pun merona, karena memakai blush on jadi pipi Olivia tambah merah.


"Dihh, mampir pom bensin dulu deh buat ganti baju". Ucap Olivia


"Siap tuan putri gembul".


Mata Olivia melotot "Gue gak gembul ya, catet".


"Tapi menurut gue loe tetap Via si gembul". Ucap Rafa tersenyum


"Kalo gue gembul berarti gizi gue tercukupi dong". Kilah Olivia angkuh


"Daripada loe si cungkring kena angin juga terbang". Tambah Olivia meledek


"Wahh mulut loe bener bener minta dicium ya". Ucap Rafa tersenyum smirk


Glek


Olivia menelan ludahnya dengan kasar "Emang berani?". Tantangnya


"Nantangin?". Ucap Rafa menaikkan sebelah alisnya, tiba tiba Rafa menghentikan mobilnya dipinggir jalan


"Loh kok berhenti sampai pom aja belum". Ucap Olivia celingukan melihat kiri kanan mobil

__ADS_1


"M..mau ngaapain loe?". Tanya Olivia gelagapan saat Rafa sudah melepaskan seatbelt nya dan mendekatkan tubuhnya ke tubuh Olivia


Bersambung..


__ADS_2