My Story

My Story
My Story | Pemakaman


__ADS_3

Dua hari setelah kecelakaan pesawat jasadnya Aldo berhasil ditemukan dan sudah teridentifikasi, menurut kabar siang ini jenazahnya akan sampai dikediaman keluarganya.


Semua keluarga, Olivia, Ozan dan teman teman Aldo sewaktu SMA sudah berkumpul dirumah duka bahkan Samuel dan Jihan pun datang untuk mengantarkan sahabat mereka ke peristirahatan terakhir, mereka awalnya juga tidak percaya jika Aldo salah satu korban jatuhnya pesawat tapi mau bagaimana lagi itulah kenyataannya dan mereka hanya mampu mengikhlaskan, keadaan Olivia bisa dibilang cukup memprihatinkan dengan wajah pucat, mata bengkak dan berkantung dibawah matanya menandai jika gadis tersebut pasti terus terusan manangis.


"Kamu yang sabar ya sayang, kita harus mencoba untuk mengikhlaskan". Ujar Mama Ajeng menggenggam erat tangan Olivia, tidak bisa dipungkiri bahwa Mama Ajeng sangat terpukul dengan kejadian ini tapi beliau mencoba untuk ikhlas karena Allah lebih sayang dengan putra bungsunya dan Olivia hanya mampu mengangguk lalu mereka berpelukan untuk saling menguatkan


Dari kejauhan tampak Jihan mendekati tempat duduknya Mama Ajeng dan Olivia.


"Permisi". Ucapnya yang membuat kedua orang itu melepaskan pelukannya dan menatap gadis yang cukup cantik didepan mereka


"Jihan". Ucap Olivia lirih sedangkan Mama Ajeng terlihat bingung karena tidak mengenal gadis didepannya


Jihan tersenyum "Maaf mak cik sebelumnya kenalkan saya Jihan kawannya Aldo di Amsterdam, saya turut berduka cita atas kepergian Aldo".


"Saya mamanya Aldo dan terimakasih sudah jauh jauh datang kemari". Jihan menganguk dan tersenyum lalu beralih menatap Olivia, ia tertegun melihat keadaan Olivia yang memprihatinkan


"Hai Olivia kita jumpa lagi". Sapa Jihan


"Hai". Balas Olivia datar, Jihan tidak tersinggung dengan balasan Olivia


"Tante tinggal dulu ya, kalian kalau mau ngobrol silahkan". Mama Ajeng pun beranjak pergi meninggalkan kedua gadis yang sepertinya ada sesuatu diantara keduanya


"Olivia maafin aku". Ucap Jihan memecahkan keheningan, Olivia mengerutkan dahinya bingung dan memberi kode untuk segera melanjutkan ucapannya


"Maaf aku pernah menyukai Aldo padahal aku tahu jika Aldo sudah punya kekasih tapi tenang saja aku tak akan merebut Aldo dari kau".


Olivia tersenyum sinis "Jelas aja kamu tidak akan merebut Kak Aldo dari ku karena Kak Aldo sudah pergi". Ucap Olivia datar


Jihan menggeleng cepat "Tidak bukan macam itu, beberapa minggu setelah kita bertemu di Amsterdam dan kau mengatakan jika aku terlalu fokus dengan perasaan ku dan tidak menyadari ada seseorang yang menyukai ku dengan tulus dari situ aku mulai sadar dan mengetahui siapa yang menyukai ku".

__ADS_1


"Siapa?". Pancing Olivia


"Sam". Olivia mengangguk karena ia sudah mengetahui dari awal mereka bertemu jika Sam sering curi pandang ke arah Jihan namun Jihan tidak menyadari itu


"Jadi?".


"A..aku dan Sam sudah pacaran". Ucap Jihan malu malu


Olivia tersenyum tipis "Selamat semoga hubungan kalian langgeng". Ucap Olivia tulus


"Terima kasih dan kau semoga kuat menghadapi ini semua, aku yakin suatu saat nanti pasti ada yang akan menggantikan dan yang lebih baik dari Aldo".


Olivia menggeleng "Menurut ku tidak ada yang bisa menggantikan Kak Aldo dan lebih baik dari Kak Aldo". Ujar Olivia dengan pandangan kosong


"Itu sekarang tapi kita tidak tahu nanti, semoga kamu mendapat yang lebih baik lagi". Ucap Jihan dalam hati


Tak lama kemudian ambulance yang membawa jenazah Aldo sudah tiba, mereka pun segera mendekati ambulance itu dan beberapa orang membantu mengangkat peti jenazah tersebut untuk dibawa ke dalam, seketika tangis mereka pecah air mata yang ditahan sedari tadi akhirnya bobol juga saat melihat peti jenazah tersebut untung tidak ada yang pingsan.


"Kenapa kamu ninggalin aku kak bahkan dengan cara yang tragis gini, aku belum sempat dengerin penjelasan kamu dan aku percaya kalo kamu tidak mungkin main dibelakang ku, maafin aku kak yang sempat berfikir macam macam sama kamu, aku mohon kembali lah walaupun itu sangat mustahil". Ucap Olivia dalam hati


Setelah itu ada yang memegang bahu Olivia dan Olivia pun menoleh tanpa pikir panjang ia langsung memeluk orang tersebut, ia menangis sejadi jadinya berharap rasa sakit dihatinya bisa berkurang dan orang yang dipeluknya pun mengelus punggung Olivia menenangkan dan membawa Olivia duduk dikursi.


"Keluarin semua beban loe lewat air mata tapi janji sama gue kalo ini terakhir kalinya loe menangisi kepergiannya, Aldo pernah titip pesan ke gue sebelum dia pergi kalo gue harus jagain loe". Ujar Satria yang masih memeluk Olivia


"K..kenapa dia b..bilang ke loe kak s..sedangkan gue d..dia gak bilang apa apa bahkan gue gak tau kalo dia mau balik". Ucap Olivia sesenggukan


"Kan gue kemarin udah bilang ke loe kalo dia mau bikin kejutan".


"Gue gak mau kalo dia balik tapi kalo akhirnya kaya gini mending dia gak usah balik sekalian tapi dia baik baik aja". Satria tersentak mendengar penuturan Olivia bahkan Satria sempat menyalahkan Olivia karena Satria yakin kepulangan Aldo karena ingin menemui Olivia dan menjelaskan kesalahpahaman diantara keduanya tapi ia sadar untuk tidak menyalahkan Olivia karena Olivia juga tidak tahu apa apa

__ADS_1


"Ssttt loe harus bisa ikhlas karena emang waktunya sampai sini dia ada di dunia ini, gue juga sedih gue juga ngerasa kehilangan bahkan gue sempat gak terima kalo adek gue ninggalin kita semua tapi kita bisa apa". Ujar Satria


"Loe harus buktiin kalo loe gadis kuat yang sering Aldo banggakan ke gue". Ucap Satria menyemangati Olivia


"Iya, gue akan buktiin itu".


...----------------...


Selama proses pemakaman Olivia hanya memandang ke depan dengan tatapan kosong tidak ada air mata yang mengalir lagi.


"Loe kuat Liv". Bisik Cia disamping telinga Olivia, Olivia pun tidak menanggapi wajahnya datar


Setelah selesai orang orang pun mulai pergi dari pemakaman menyisakan keluarga Aldo, Ozan, Sam, Jihan, Olivia dkk, Rafa dkk.


"Olivia". Panggil Mama Ajeng


"Ya tante". Jawabnya datar


"Ikhlasin ya, kita semua tau ini berat tapi kita harus melakukannya supaya Aldo tenang disana dan maafkan semua kesalahan Aldo selama ini". Ujar Mama Ajeng menggenggam erat kedua tangan Olivia


"Aku akan berusaha tante".


"Aldo beruntung karena dicintai oleh gadis seperti mu, tante mohon lanjutkanlah kehidupan mu dengan baik ya karena tante akan sangat merasa bersalah jika kamu tidak baik baik saja". Lalu Mama Ajeng memeluk Olivia dan Olivia membalas pelukannya


"Pintu rumah om selalu terbuka untuk mu, jika kamu mau kamu bisa datang kapan saja silaturahmi diantara kita jangan sampai terputus karena ketiadaannya Aldo ditengah tengah kita". Sambung Papa Herman, Olivia dan Mama Ajeng pun melepaskan pelukan mereka


Yang lain pun ikut terharu dengan adegan tersebut, walaupun ketiadaannya satu orang tapi tidak memutuskan tali silaturahmi diantara mereka.


"Terima kasih om, terima kasih buat om, tante dan BangSat eh maksudnya Bang Satria udah sayang sama aku". Ucap Olivia tulus walupun dengan wajah yang masih datar

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2