
Setelah beberapa minggu diacara live music lalu, semua berjalan seperti biasanya Olivia sudah lebih baik walaupun ia cuma sekali datang ke dokter psikolog akibat dipaksa oleh kedua orangtuanya, ia juga sudah berani untuk berkunjung ke makam Aldo walaupun awalnya berat tapi ia berusaha untuk kuat.
Hari ini ia libur karena digunakan untuk kelas 12 ujian nasional, maka Olivia dkk memutuskan untuk pergi ke mall.
Saat mereka masuk semua pandangan langsung mengarah ke mereka, ada pandangan kagum, memuja, iri dan masih banyak lagi tetapi Olivia dkk tidak menghiraukan itu semua.
"Kita mau kemana dulu nih?". Tanya Akira kepada para sahabatnya
"Nonton yuk, kemarin gue liat ada film baru". Sahut Olivia
"Boleh juga tuh, yang horor ya biar menantang gitu". Celetuk Cia semangat
"Jangan dong ntar malem gue gak bisa tidur". Tolak Rachel cepat
"Yahahaha emang dasar penakut loe".
"Gue bukan penakut tapi gak berani aja". Bela Rachel
"Dasar peak".
"Udah gapapa nonton horor aja sekali kali, loe mau kan Cha?". Tanya Olivia kepada Icha
"Gue mah ngikut aja nanti kalo takut tinggal merem".
"Cakep, biarin aja kalo Rachel gak mau kita tinggalin aja". Ucap Cia
"Eh jangan dong, iya iya gue ikut". Ucap Rachel pasrah
Setelah mengalami perdebatan yang panjang akhirnya mereka menuju ke bioskop, sesampainya disana mereka berpencar ada yang membeli tiket, snack dan minuman.
"Jam berapa kita masuk?". Tanya Akira
"Setengah jam lagi". Jawab Cia
"Ya udah kita duduk dulu disana".
"Kalian duluan aja, gue mau ke toilet dulu kebelet nih". Setelah itu Olivia bergegas pergi sebelum mendengar jawaban dari sahabatnya
"Yee tuh anak main pergi aja".
"Udah biarin mungkin kebelet banget kita kesana aja". Mereka pun berjalan ke tempat yang tadi ditunjuk
...----------------...
Setelah Olivia keluar dari kamar mandi ada seseorang yang memanggilnya, Olivia pun menoleh mendapati seorang lelaki dan wanita menghampiri dirinya.
"Kamu disini juga?". Tanya seorang wanita tersebut
"Iya kak, kalian disini ngapain?". Tanya Olivia menatap keduanya bergantian
"Kita tadi meeting sama pihak WO lagi, sekarang mau beli barang buat seserahan". Jawab seorang lelaki tersebut
__ADS_1
"Loe sendiri ngapain disini, sendirian aja?". Tanyanya
"Wahh udah sibuk aja nih kalian, gue kesini sama teman teman gue mau nonton". Ucap Olivia
"Bolos loe?". Tanya lelaki tersebut menatap tajam Olivia, sedangkan wanita disampingnya hanya geleng geleng kepala
Olivia memutar bola matanya jengah atas respon lelaki tersebut.
"Bang Satria kalo ngomong gak pernah difilter, gue kasih tempe nih ya, gue tuh libur soalnya buat ujian kelas 12".
"Oh ngobrol dong". Ya, lelaki tersebut adalah Satria dan wanita yang bersamanya adalah Livia
"Ih ngibril ding, udah ah gue ke teman teman gue dulu, undangannya besok jangan lupa ya dan buat Kak Livia selesaiin aja dulu urusannya masalah cafe biar aku yang handle". Ujar Olivia tersenyum tulus
Livia pun terharu mendengar itu, reflek ia memeluk Olivia yang sudah ia anggap sebagai adiknya, Oivia pun balas memeluknya.
"Makasih ya dek, tenang aja nanti kamu dapet undangan yang VIP". Ucap Livia masih memeluk Olivia
"Ikutan dong". Celetuk Satria, ia tadi sempat terharu beruntung Olivia dikelilingi orang baik, bagaimanapun juga Olivia juga sudah ia anggap sebagai adik apalagi ia diberi amanah oleh Aldo adiknya buat jaga Olivia
"Gak boleh". Sahut keduanya serempak, keduanya sudah melepaskan pelukan mereka
"Kompak amat". Ucap Satria cemberut
"Sumpah loe gak cocok banget tau berekspresi kaya gitu". Ledek Olivia
"Loe..". Satria bersiap akan menjitak kepala Olivia tetapi Olivia yang tanggap langsung berlari menjauh
Livia dan Satria hanya mampu memalingkan wajah mereka karena malu ditatap oleh sejumlah pengunjung mall, Satria pun langsung menarik tangan Livia dari tempat tersebut.
"Tetaplah seperti itu dek, loe harus bahagia kalo gak gue bakal ngerasa bersalah sama loe". Ucap Satria dalam hati, ia sudah tahu tentang kondisi Olivia dan ia merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Olivia dengan baik
...----------------...
"Lama amat, loe ke toilet yang di Arab?". Sindir Akira ketika Olivia menghampiri sahabatnya
"Hehe sorry guys gue tadi ketemu sama BangSat sama Kak Livia juga".
"Abangnya Kak Aldo maksud loe? terus Kak Livia manager cafe loe bukan?". Tanya Rachel bertubi tubi
"Iyaps bener banget".
"Kok mereka bisa barengan?". Tanya Cia yang ikut penasaran
"Mereka mau nikah".
"Hah? kok bisa?". Tanya mereka serempak
"Intinya mereka dijodohin, udah ah yuk masuk udah mau mulai tuh film nya". Ajak Olivia dan berjalan mendahului sahabatnya, mau tidak mau sahabatnya pun mengikuti Olivia dari belakang
"Gue seneng Oliv yang dulu udah kembali". Ucap Cia dalam hati
__ADS_1
"Jangan sedih lagi Liv, disini ada kita". Ucap Rachel dalam hati
"Loe berhak bahagia". Ucap Icha dalam hati
...----------------...
Disisi lain ditempat yang berbeda, tampak kelima pemuda berbincang bincang dipojokan kantin tempat biasa mereka tempati.
"Setelah ini kita pasti jarang bertemu". Celetuk Jason tiba tiba, sahabatnya pun mengangguk
"Kita kan harus mengejar cita cita kita setelah itu nikah deh". Sahut Rai enteng
"Buset udah nikah aja dipikiran loe". Ucap Kenzo
"Tujuan kita setelah lepas dari pendidikan kan selain kerja ya nikah".
"Benar juga sih, tapi pertanyaannya emang loe udah ada calon?". Tanya Kenzi sedikit menyentil hati Rai
Rai tersenyum kecut "Seiring berjalannya waktu pasti ada, secara gue ini gantengnya masya allah".
"Gak jadi sama Cia?". Tanya Rafa
"Gimana ya sebenarnya gue tertarik sama dia tapi cuek bet mana galak lagi kalo sama gue". Ucap Rai lesu, bukannya prihatin dengan sahabatnya tetapi malah mereka tertawa, karma is real begitulah pikir mereka
"Bisa diam gak".
Sahabatnya malah semakin tertawa keras, jarang jarang mereka melihat Rai sefrustasi ini gara gara gadis biasanya banyak gadis yang dibuat frustasi oleh Rai.
"Menurut gue ya Rai, dia itu cuma melindungi diri aja dari buaya kaya loe, dia gak mau menjadi korban loe". Ujar Jason setelah meredakan tawanya
"Alah kaya loe gak buaya aja". Cibir Rai
"Heh beda ya, kalo gue cuma sekedar say hello doang tapi gak pernah gue pacari nah sedangkan loe". Ucap Jason membela diri, Rai memutar bola matanya malas tapi didalam hati ia membenarkan itu
"Mending sekarang kita fokus dulu aja sama ujian baru setelah itu pikirin masalah cinta, nanti kalo jodoh juga bakal bersatu". Ujar Kenzo sok bijak
"Cih, nah loe sendiri gimana sama Rachel?". Tanya Rai menatap tajam Kenzo
"Kita gak pacaran tapi komitmen". Jawab Kenzo santai
"Komitmen gimana, mana ada yang namanya komitmen loe jangan main main ya sama sepupue gue". Ucap Rai tidak terima
"Sabar bro jangan ngegas dulu, gue gak niat main main sama Rachel pokoknya loe tenang aja".
"Awas loe kalo gue denger atau liat Rachel nangis gara gara loe, gue habisin loe gak peduli kalo loe sahabat gue". Ancam Rai masih menatap Kenzo tajam, Kenzo membalas tatapan Rai tanpa takut dan mengangguk tegas
"Raf loe kenapa, gue liat dari tadi loe gak fokus gitu badan loe disini tapi pikiran loe kemana mana". Tegur Jason
"Emm gapapa kok, gue duluan ya ke lab". Pamit Rafa kemudian ia beranjak dari kantin tanpa mendengar jawaban sahabatnya lebih dulu
Bersambung..
__ADS_1