
Beberapa hari kemudian Olivia sudah mulai bangkit dari keterpurukannya, ia sadar kehidupan akan terus berjalan dan orang yang sudah pergi tidak akan bisa kembali selain itu ia juga merasa bersalah dengan orang tuanya karena sudah membuat mereka ikut sedih terhadapnya.
"Loh sayang kamu mau sekolah?". Tanya Mami Yulia melihat Olivia yang baru saja datang dimeja makan menggunakan seragam sekolahnya
Atensi Papa Beni dan Ozan pun beralih dari nasi goreng didepannya mengarah ke Olivia.
"Iya mi, aku gak mau ketinggalan pelajaran lagi kan bentar lagi mau kenaikan kelas". Ucap Olivia disertai senyuman tipisnya lalu ia duduk di samping Ozan
Mereka yang mendengar pun tersenyum, itu artinya Olivia sudah bangkit dari kesedihannya.
"Kan loe pinter jadi gampang lah ngejar materinya". Sahut Ozan santai, ia sengaja tidak mencela kakaknya karena tidak ingin membuat mood kakaknya menjadi buruk
"Iya gue tau pinter, gue gak mau aja otak gue nganggur terlalu lama". Jawab Olivia tak kalah santai, Ozan mendengus sebal sedangkan kedua orangtuanya hanya terkekeh
Mereka melanjutkan sarapan dengan tenang, sesekali mereka memandangi Olivia, Olivia yang menyadari jika keluarganya tengah memperhatikannya pun menoleh menatap mereka satu per satu.
"Ada apa?". Olivia mengernyitkan dahinya
"Tidak ada sayang, kami hanya senang saja kamu mulai bangkit dan melanjutkan hidup mu". Ujar Mami Yulia lembut
Olivia tersenyum tipis "Aku gak mau buat Kak Aldo sedih aja dari sana mi, toh kalo aku terpuruk terus Kak Aldo juga gak akan kembali dan aku akan buktikan kalo aku bisa melanjutkan hidup ku dengan baik". Ucap Olivia sungguh sungguh, mereka yang mendengar pun ikut tersenyum
"Aku akan berusaha bangkit demi kalian, karena aku gak mau kalian sedih dan membuat ku merasa bersalah". Batin Olivia menatap mami dan papinya secara bergantian
...----------------...
Disekolah banyak yang mengucapkan bela sungkawa dan ada juga yang menatapnya dengan pandangan iba, Olivia hanya menanggapi dengan tersenyum tipis.
"OLIVIA".
Olivia menoleh ke arah sumber suara terlihat keempat sahabatnya menghampirinya dengan sedikit berlari.
"Oliv loe udah berangkat". Ucap Rachel
"Menurut loe". Balas Olivia datar, mereka tertegun dengan nada bicara Olivia, apa ini efek atas kepergian Kak Aldo, pikir mereka
"Ya udah yuk ke kelas". Ajak Cia menetralkan suasana yang tiba tiba canggung
__ADS_1
Mereka pun berjalan beriringan, disepanjang koridor banyak yang menatap Olivia dengan pandangan yang berbeda beda tetapi lebih banyak pandangan iba dan Olivia tidak suka itu.
Sahabatnya yang menyadari itu pun berhenti sejenak "Tolong jangan pandang Olivia seperti itu, dia bukan pengemis yang perlu dikasihani". Ucap Akira tegas dan mereka pun mengalihkan perhatiannya ke arah lain sedangkan Olivia tidak menanggapi
Setelah mengatakan itu Olivia dkk pun berlalu cepat karena bell sekolah sebentar lagi akan berbunyi.
Dikelas pun teman sekelas Olivia menyambutnya dengan penuh suka cita karena Olivia sudah bersekolah lagi setelah ia tidak masuk selama beberapa minggu.
"WELCOME BACK OLIV". Seru mereka serempak, Olivia hanya tersenyum ia cukup terharu dengan tingkah mereka
"Terima kasih". Ucap Olivia disertai senyuman tipis sebagai tanda ia menghargai sambutan dari temannya, lalu ia berjalan ke bangkunya diikuti sahabatnya
Teman sekelasnya tidak ada yang menyinggung tentang musibah yang menimpa Olivia bertubi tubi kemarin, karena mereka ingin menjaga perasaan Olivia dan mungkin saja masih sensitif, mereka juga kagum dengan Olivia yang begitu kuat mungkin jika orang lain sudah depresi bahkan untuk membayangkan saja mereka tidak akan sanggup.
...----------------...
"Hai Oliv lama gak ketemu makin cantik aja". Goda Rai sambil mendaratkan bokongnya dikursi kantin
Olivia yang sedang makan bakso pun menoleh sekilas dan melanjutan lagi makannya tanpa membalas godaan dari Rai, sedangkan Cia hanya melengos.
Jam istirahat sudah tiba, Rafa dkk sangat antusias karena mendengar kabar jika Olivia sudah kembali bersekolah maka saat bell istirahat terdengar mereka bergegas ke kantin untuk bertemu dengan Olivia.
"Mau pesan apa nih?". Tanya Kenzo
"Apa ajalah yang bisa dimakan gue laper banget tadi belom sarapan". Jawab Jason
"Ya sama gue juga belom, kan tadi kita berangkat pagi pagi buta". Sahut Rai, sedangkan Kenzi dan Rafa hanya diam
"Raf Ken loe mau apa?". Tanya Jason
"Ya mau makan lah mau apa lagi". Jawab Kenzi, Jason mendengus kesal sedangkan yang lain menahan tawanya
"Gue tau bambang maksud gue, loe pada mau makan apa". Ucap Jason kesal
"Manut". Jawab Rafa dan Kenzi kompak, Jason mengangguk lalu ia mengajak Kenzo untuk ikut memesan makanan
Sepeninggalan Jason dan Kenzo dimeja tersebut hanya ada keheningan, Olivia dkk masih sibuk dengan makanan mereka tidak menghiraukan para cowok didepannya.
__ADS_1
"Ekhemm diem diem bae". Celetuk Rai memecahkan keheningan
"Liv loe udah baik baik aja kan?". Tanya Rai hati hati
Mereka saling lirik mendengar pertanyaan Rai, Olivia tidak segera menjawab ia mengambil minum terlebih dahulu setelah minum ia baru menjawab pertanyaan Rai.
"Gue baik baik aja, gue udah ikhlas dengan apa yang menimpa gue kemarin". Ucap Olivia tersenyum manis
"Gue salut sama loe Liv dan gue gak bisa bayangin kalo hal itu terjadi ke gue mungkin gue gak akan sekuat gak akan setegar loe". Sahut Akira
"Gue pernah dengar di youtube cara kita bisa tenang adalah dengan cara mengikhlaskan dan berdamai dengan keadaan karena disetiap masalah yang kita hadapi pasti sesuai takaran dengan kemampuan kita dan juga harus yakin kalo itu terbaik buat kita pasti nanti akan ada penggantinya yang lebih baik lagi". Ujar Olivia panjang lebar, mereka tertegun mendengar lontaran Olivia dan semakin kagum saja
"Gue gak nyangka loe bakal setegar itu dan inilah waktunya". Ucap Rafa dalam hati sambil tersenyum tipis
"Ngobrolin apa nih keknya seru banget, pasti ngomongin gue ya". Seru Jason yang baru saja datang membawa senampan makanan sedangkan Kenzo membawa minuman
"Cihh pede boros loe". Sungut Kenzi sinis
"Yo dah kalo gak pada mau ngaku, kalian malu kan". Kenarsisan Jason semakin menjadi jadi, sedangkan Akira yang melihat kelakuan pacarnya pun memalingkan wajahnya malu
"Ra nih cowok loe makin gak beres". Celetuk Cia
"Gue gak punya cowok narsis kek gitu". Sahut Akira masih memalingkan wajahnya
"Ayangggggg kok kamu gitu sama akoh". Rengek Jason dengan alaynya, mereka merinding seketika
"Loe siapa ya, gue gak kenal sama loe".
"Yakin gak kenal hm?". Ucap Jason mengangkat sebelah alisnya, Akira mengangguk ragu ragu
Yang lain hanya memperhatikan adegan didepan mereka sambil makan.
Tanpa aba aba Jason mendaratkan ciumannya dibibir Akira dengan sedikit menggigit bibir bawah Akira, Akira yang mendapatkan serangan tiba tiba pun membelalakan matanya tak percaya seluruh penghuni kantin pun seketika manjadi gaduh termasuk teman teman keduanya.
Plak
Akira menepuk bahu Jason dengan keras, ia malu bercampur kesal dengan kejadian barusan apalagi ini dilakukan disekolah dan kantin ia merasa sudah tidak punya wajah rasanya.
__ADS_1
Bersambung..