My Story

My Story
My Story | Keadaan Olivia


__ADS_3

"Oliv cepat bangun!, nanti kamu telat loh ke sekolahnya". Seru Mami Yulia sambil mengetuk pintu kamar Olivia


"Oliv kamu dengar mami gak?".


"Ck. gak biasanya tuh anak dibangunin susah banget gak kaya biasanya". Gerutu Mami Yulia


Sekarang bukan lagi ketukan melainkan gedoran supaya Olivia yang ada didalam mendengarnya, bukannya si pemilik kamar yang bangun malah penghuni kamar sebelah yang bangun karena terganggu dengan suara maminya.


"Mami apa apaan sih pagi pagi udah ribut aja". Ucap Ozan ketus


"Kok malah kamu yang keluar tapi bagus sih jadi mami gak perlu repot repot bangunin kamu". Ujar Mami Yulia santai


"Kakak kamu dari tadi mami panggilin gak ada sahutan dari dalam". Lanjutnya kesal


"Lagi mandi mungkin jadi gak dengar suara mami". Ucap Ozan malas


"Masa sih, kok mami jadi khawatir ya apalagi ini pintunya dikunci gak kaya biasanya". Ujar Mami Yulia gusar


"Ada apa kok pagi pagi sudah ngumpul didepan kamarnya Oliv?". Tanya Papi Beni heran


"Ini pi dari tadi mami panggilin Oliv tapi gak ada jawaban, mami jadi khawatir deh pi". Jelas Mami Yulia, Papi Beni pun mendekat dan mencoba membuka kamar Oliv tapi tidak bisa karena dikunci


"Dobrak aja pi". Usul Ozan


"Eh jangan dong kasihan pintunya, bentar mami ambil kunci cadangan dulu, awas ya jangan sampai didobrak". Lalu Mami Yulia berlalu dari sana


Papi Beni dan Ozan hanya melongo mendengar ucapan Mami Yulia, mereka saling pandang dan Papi Beni mengangkat bahunya acuh.


"Benar benar ajaib istri papi". Gumam Ozan yang masih didengar Papi Beni


"Mami kamu juga kan". Balas Papi Beni


"Sayangnya iya".


"Minggir biar mami yang buka". Ujar Mami Yulia yang baru datang setelah mengambil kunci cadangan


Ceklek


Saat pertama kali masuk suasananya sepi tidak ada tanda tanda adanya Olivia, diranjang pun kosong.


"Liv kamu didalam?". Tanya Mami Yulia sambil mengetuk pintu kamar mandi

__ADS_1


Mami Yulia pun membuka pintu kamar mandi yang kebetulan tidak dikunci dan saat dibuka ternyata kosong.


"Oliv kemana dong, dikamar mandi gak ada". Ujar Mami Yulia cemas


"Kak Oliv loe jangan main main ya, masih pagi ini". Pekik Ozan saat tidak mendapati kakaknya


"Tenang jangan berpikiran negatif dulu". Ucap Papi Beni tenang, beliau memang selalu tenang menghadapi setiap kejadian kejadian yang tidak terduga sebelumnya


"Gimana bisa tenang sih pi anaknya hilang malah disuruh tenang". Gerutu Mami Yulia, Papi Beni hanya menghela napasnya berat


"Mi pi itu pintu balkonnya kebuka". Seru Ozan menghentikan perdebatan kedua orangtuanya


Seketika mereka mengalihkan pandangannya ke arah yang ditunjuk Ozan dan benar saja pintu balkonnya terbuka, mereka saling berpandangan.


"OLIV". Pekik mereka lalu bergegas menuju balkon


Mereka terkejut mendapati Olivia yang tergeletak disana dan ada sebuah kotak musik yang masih menyala.


"Oliv bangun nak, kenapa kamu tergeletak mengenaskan seperti ini, oh Ya Tuhan badan kamu panas banget, papi cepat angkat Olivia malah liatin aja sih". Cerocos Mami Yulia sedikit lebay


Mengabaikan ucapan istrinya, Papi Beni langsung mengangkat Olivia dan dibawa ke ranjangnya.


"Sudah sana kamu siap siap buat ke sekolah saja Zan, kamu ada ujian praktek kan". Ucap Papi Beni usai menelepon dokter Zayn


Ozan mengangguk "Gimana dengan Kak Oliv pi?". Raut kekhawatirannya tidak bisa ia sembunyikan lagi


"Kak Oliv gapapa, kan sebentar lagi dokternya datang".


Akhirnya Ozan pun meninggalkan kamar Olivia bertepatan dengan maminya yang baru saja datang membawa kompresan.


Mami Yulia menangis sambil mengompres Olivia dan mengoleskan minyak kayu putih di sekitar hidung dan kedua pelipis, Papi Beni pun mengelus bahu istrinya supaya tenang.


Tak lama kemudian dokter Zayn pun tiba diantar oleh Bi Kokom.


"Dokter cepat periksa Olivia". Titah Mami Yulia, dokter Zayn pun segera mendekat setelah menyiapkan peralatannya


"Kalau boleh tahu bagaimana kronologinya?". Tanya dokter Zayn sembari memeriksa Olivia


"Tidak tahu, yang pasti tadi kami lihat Olivia sudah tergeletak di balkon". Jelas Papi Beni


Dokter Zayn mengangguk "Perkiraan saya dia sudah pingsan dari semalam dan untung saja suhu badannya tidak mencapai 40 derajat celcius".

__ADS_1


"Kenapa Olivia bisa pingsan dok?". Tanya Mami Yulia terkejut


Dokter Zayn menghela napasnya berat sebelum menjelaskan "Apa akhir akhir ini Olivia sering mengurung diri dikamar?".


"Iya dok, semenjak Aldo pacarnya meninggal Olivia tidak pernah keluar kamar, baru keluar juga baru kemarin pagi". Jelas Mami Yulia


"Jadi begini Olivia mengalami depresi ringan, ciri ciri depresi ringan yaitu mudah tersinggung atau marah, merasa putus asa, membenci diri sendiri, dan terus-menerus merasa bersalah. Kehilangan minat pada aktivitas yang disukai, tidak tertarik untuk bersosialisasi, dan hilang motivasi. Mengalami insomnia, ***** makan berubah".


Mami Yulia dan Papi Beni tersentak karena terkejut tidak menyangka jika anaknya mengalami hal tersebut kenapa mereka baru menyadari hal ini.


"Apa harus dibawa ke psikiater dok?". Tanya Papi Beni


"Itu lebih baik agar bisa cepat sembuh dan tidak melukai dirinya sendiri, oh ya jangan biarkan Olivia sendiri terus ajak dia ngobrol lebih bagus lagi jika ia sampai bercerita keluh kesahnya atau melakukan hal positif lainnya supaya bisa mengalihkan rasa sedihnya". Pesan dokter Zayn


"Dan ini obat yang harus ditebus di apotek, saya kasih kartu nama psikiater yang terbaik nanti silahkan dihubungi". Imbuh dokter Zayn sembari memberika resep obat dan kartu nama


"Baik terima kasih dok". Ucap Papi Beni, sedangkan Mami Yulia menatap putrinya sendu


"Kalau begitu saya permisi, jika terjadi sesuatu silahkan hubungi saya lagi". Pamit dokter Zayn


"Baik dok". Balas Mami Yulia, lalu Papi Beni mengantarkan dokter Zayn kedepan sekalian menyuruh bodyguard yang ada dirumahnya untuk menebus obat di apotek


...----------------...


Sedangkan di sekolah sahabat Olivia bingung karena bel sebentar lagi akan berbunyi tetapi Olivia belum muncul juga.


"Olivia kemana sih baru juga kemaren sekolah masa sekarang gak berangkat lagi". Ujar Rachel


"Telat maybe". Sahut Cia santai


"Cia bener tuh, kan biasanya Oliv sampe sekolah 5 menit sebelum bel nah ini 2 menit lagi mau bel tapi Oliv belum datang juga, mungkin kejebak macet". Celetuk Akira


"Tapi masa telat sih?". Ucap Icha setengah bingung setengah tidak percaya


"Kalo misal ucapan Rachel tadi bener gimana?". Imbuhnya


"Udah kita tunggu aja". Ucap Cia, dan diangguki oleh mereka


Tak lama kemudian bel sekolah pun berbunyi, seluruh murid berbondong bondong masuk ke kelas masing masing.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2