
Setelah beberapa hari Olivia dirawat di rumah sakit kini saatnya gadis itu sudah diperbolehkan untuk pulang asal setiap minggu harus datang ke rumah sakit untuk kontrol bekas operasinya.
"Kamu mau makan apa sayang?". Tanya Mami Yulia saat ditengah perjalanan menuju rumah
Olivia menoleh ke maminya yang berada disampingnya "Gak pengen apa apa mi". Jawabnya singkat, setelah itu Olivia kembali menatap keluar jendela mobil seperti mimikirkan sesuatu
Mami Yulia menghela napasnya melihat tingkah putrinya, sudah dari rumah sakit tadi Olivia lebih banyak melamun tidak bicara sepatah kata pun jika tidak ditanya.
"Kamu kenapa Liv? ayo cerita sama mami, kalau ada yang menganggu pikiran kamu sebaiknya kamu bicara jangan dipendam sendiri gak baik". Ucap Mami Yulia berusaha agar Olivia mau cerita masalahnya
Olivia bergeming masih menatap keluar jendela, Mami Yulia pun pasrah beliau tahu betul dengan Olivia jika ada masalah selalu dipendam sendiri jika sudah mau cerita Olivia pasti akan cerita, akhirnya Mami Yulia membiarkannya dan menunggu Olivia bercerita sendiri.
Lima belas menit kemudian akhirnya Olivia sampai juga dirumah, ia pun keluar dari mobil begitupun maminya.
"Mi aku masuk dulu ya". Pamit Olivia sebelum masuk rumah disertai senyuman tipisnya
"Iya, kamu duluan aja istirahat". Olivia mengangguk dan melenggang pergi
"Pak minta tolong bawakan barangnya masuk ya". Pinta Mami Yulia kepada sopir keluarganya
"Baik bu". Balas sopir tersebut seraya tersenyum, kemudian Mami Yulia pun masuk rumah
...----------------...
Didalam kamar, Olivia langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur yang empuk itu sambil memeluk boneka panda yang lumayan besar.
"Hah akhirnya ketemu juga sama kasur empuk gue". Ucapnya sambil tersenyum dan memejamkan matanya meresapi tubuhnya menyentuh kasur itu
Seketika senyum yang terukir itu pun tiba tiba surut dan ia membuka matanya menatap langit langit kamar.
"Kamu berubah kak, apa benar yang ada difoto itu kalo kamu main dibelakang ku tapi kata Bang Satria kalo itu cuma salah paham aja dan sampai sekarang aku berusaha percaya sama kamu sampai kamu sendiri yang akan menjelaskannya tapi aku mulai ragu dan takut kak". Gumam Olivia dalam hati tanpa sadar ia meneteskan air matanya
"Aww shhh sakit". Ringis Olivia memegangi kepalanya yang berdenyut
"Huff rileks Liv tarik nafas, hembuskan, tarik nafas, hembuskan". Ia pun merasa sakit di kepalanya sudah mulai berkurang
__ADS_1
Setelah itu Olivia mencoba untuk tidur siang, sudah beberapa menit ia mencoba untuk berlayar ke alam mimpinya namun tetap saja tidak bisa.
"Ck. kenapa susah banget sih buat tidur". Akhirnya ia pun meraih remote tv yang ada dinakas samping ranjang
Ia mencari saluran tv yang kira kira acaranya bagus menurutnya, sesaat kemudian ia terpaku pada sekilas info yang dibawakan oleh pembaca acara tersebut, entah kenapa Olivia penasaran dengan berita itu.
"Selamat siang pemirsa kembali lagi dengan Sekilas Berita, telah terjadi kecelakaan pesawat Garuda Indonesia jenis Airbus A310-B2 dengan nomor penerbangan GA 1917 rute Amsterdam-Jakarta jatuh di perairan benua eropa setelah penerbangan 2 jam 15 menit dengan penumpang 142 orang termasuk awak pesawat berikut data data penumpangnya". Ucap pembawa berita tersebut
Deg
Olivia merasa semakin tidak enak perasaannya, ia membaca dengan teliti siapa saja penumpang pesawat tersebut, ia berharap orang yang diharapkan kepulangannya tidak ikut didalam pesawat tersebut.
Deg
Jantungnya berdebar tidak karuan saat ia membaca nama 'Aldo Candra Wiraguna' ikut terdaftar sebagai penumpang pesawat tersebut, seakan tidak percaya ia mengambil ponselnya dengan tangan gemetaran dan mencari berita yang baru saja trending topik tersebut, setelah ketemu ia membaca sekali lagi nama penumpang.
Tanpa basa basi Olivia langsung berlari keluar kamar menuruni tangga dengan tergesa hampir saja ia terjatuh jika tidak sigap berpegangan dengan pembatas tangga disampingnya.
"Loh Liv kamu mau kemana?". Tanya Mami Yulia tidak sengaja melihat Olivia turun dari tangga dengan tergesa gesa, Olivia tidak menghiraukan maminya sekarang yang ia pikirkan hanya satu nama yaitu 'Aldo'
"Mau kemana non?".
"Cepat gak usah banyak tanya sekarang jalan dulu". Melihat keadaan Olivia yang sangat panik itu, pak sopir itu pun langsung berlari menuju mobil diikuti Olivia
"OLIV KAMU MAU KEMANA?". Teriak Mami Yulia saat mobil yang didalamnya ada Olivia mulai melaju
"Ck. anak itu, baru aja keluar dari rumah sakit". Gerutu Mami Yulia
"Pak, bapak tau gak Oliv mau kemana kok keliatannya buru buru gitu?". Tanya Mami Yulia kepada satpam yang menjaga rumahnya
"Wah gak tau saya bu, yang saya lihat tadi Non Oliv keluar dari rumah sambil nangis terus keliatan panik gitu".
"Oh ya bu, ibu sudah liat berita belum?". Lanjutnya bertanya
"Berita apa?". Tanya Mami Yulia
__ADS_1
"Nih, ibu coba lihat". Ucap satpam tersebut sambil menyodorkan ponselnya dan Mami Yulia pun menerimanya dan membaca, awalnya beliau sedikit terkejut tapi setelah membaca salah satu nama penumpang yang dikenalnya beliau tercengang
"Pak nih ponselnya, saya masuk dulu". Lalu Mami Yulia berlari masuk rumah
"Ckckck tadi anaknya sekarang emaknya". Gumam satpam itu geleng geleng kepala melihat majikannya yang panik
Sedangkan didalam perjalanan Olivia tidak henti hentinya berdoa dalam hati semoga nama saja yang sama tapi orangnya beda walaupun itu sedikit mustahil, untung perjalanannya lancar tanpa macet karena jam makan siang sudah habis.
Beberapa menit kemudian ia sudah sampai di tempat tujuan yaitu bandara, terlihat sudah banyak orang yang mungkin keluarga dari korban jatuhnya pesawat, pikiran Olivia sudah tidak tenang ia menahan sakit di kepalanya yang berdenyut dan mencoba menerobos orang orang didepannya.
"P..permisi". Ucap Olivia kepada salah satu petugas bandara
"Iya, apa ada yang bisa saya bantu?".
"B..bisa minta t..olong? t..tolong cek o..orang yang bernama A..aldo Candra Wiraguna apa b..benar orang itu s...s..salah satu penumpang k..korban pesawat yang j..jatuh baru saja". Ucap Olivia terbata bata
"Oke sebentar saya cek dulu". Petugas itupun mengotak atik komputer yang ada didepannya"
"Iya benar atas nama Aldo Candra Wiraguna naik ke pesawat tersebut".
Bagai petir disiang bolong mendengar kabar tersebut sekarang Olivia yakin jika memang Aldo salah satu korban pesawat jatuh itu, tubuh Olivia limbung dan hampir saja terjatuh jika tidak ada yang menahannya.
"Oliv".
Olivia menoleh dan melihat orang yang memanggilnya sekaligus orang yang menahan tubuhnya.
"Bang Satria". Ucapnya lirih, air mata yang sedari tadi ditahan akhirnya bobol
Satria yang melihat itu pun tidak tega dan membawa ke dalam pelukannya, seketika tangis Olivia pecah.
"Bang i..ini bohong kan, bilang sama gue kalo ini cuma mimpi kan tolong bangunin gue bang hiks hiks". Ucap Olivia terisak, Satria hanya menggeleng dan tanpa sadar air matanya pun menetes
Setelah mengatakan itu Olivia pun pingsan didalam pelukannya Satria.
"Liv bangun Liv". Ucap Satria menepuk nepuk pipi Olivia, tanpa pikir panjang Satria pun menggendong Olivia membawanya ke rumah sakit
__ADS_1
Bersambung..