My Story

My Story
My Story | Rafandra Dan Kawan Kawan


__ADS_3

Tampak dua orang paruh baya kasak kusuk didalam kamar seperti menimbang nimbang sesuatu.


"Gimana pi?". Tanya Mami Yulia kepada suaminya


"Ya seperti kata dokter Zayn kemarin kita harus bawa Oliv ke psikiater". Jawab Papi Beni


Mami Yulia diam berpikir "Tapi kan kita tau sendiri Oliv itu kaya gimana, dia pasti bakal nolak mentah mentah".


"Iya aku juga tau pasti dia malas kalau disuruh bolak balik ke rumah sakit". Ujar Papi Beni


"Tapi gak ada salahnya kita coba bicara sama Oliv, itu kan juga buat demi kebaikan dia". Imbuhnya, Mami Yulia mengangguk setuju terselip dihatinya ada rasa sedih mengingat tentang kondisi Olivia walaupun dalam golongan ringan tapi tetap saja yang namanya depresi tidak bisa diremehkan


"Percaya saja mi putri kesayangan kita akan baik baik saja". Ucap Papi Beni memeluk Mami Yulia


"Iya pi".


Berbeda dengan kamar kedua orang tua Olivia yang sibuk membahas tentang keadaan Olivia, dikamar Ozan terdengar umpatan umpatan yang bersahutan siapa lagi jika bukan sang pemilik kamar dan kakaknya, Olivia.


"Bantu gue anjir".


"Sabar goblok loe gak liat didepan gue ada musuh".


"Tebas aja bego".


"Gak ah nanti dulu gue kabur aja".


"Haha cemen loe joko, cepat nyusul gue".


"Loe dimana sih anjayani".


"Disini".


"Gak jelas loe sumpah".


Dan tanpa sengaja Ozan menyonggol gelas disampingnya, airnya pun tumpah mengenai keyboard laptopnya dan seketika layar laptopnya pun nenjadi gelap.


"Ah sial".


"Tuh liat loe mati".


"Bodo, gimana nih laptop gue mati". Ucap Ozan mengotak atik laptopnya tapi tetap saja tidak mau menyala


"Ck. loe sih pecicilan banget jadi orang, bentar gue matiin ini dulu". Sahut Olivia, setelah menutup laptop miliknya ia beranjak mengambil kotak tisu didekatnya


"Nih dilap dulu, loe ada hair dryer gak?". Ozan menggeleng lemah, melihat itu Olivia pun keluar dari kamarnya Ozan berniat untuk mengambil hair dryer miliknya


Sepeninggalan kakaknya Ozan berdecak kesal sambil mengelap laptopnya pakai tisu, awalnya ia memang sengaja mengajak Olivia untuk main game supaya Olivia tidak kesepian dan berakhir melakukan suatu hal yang tidak diinginkan, ia sudah tahu tentang kondisi kakaknya maka dari itu ia berinisiatif mengajak kakaknya untuk bermain game agar kakaknya merasa tidak kesepian tapi ternyata laptopnya yang menjadi korban karena kecerobohannya.

__ADS_1


"Nih pake ini biar yang didalam juga kering". Lamunan Ozan buyar setelah kedatangan Olivia, Ozan hanya mengangguk lesu dan menghampiri kakaknya didekat colokan listrik


"Bisa gak?". Tanya Olivia disela sela ia mengotak atik laptopnya


Ozan mencoba menghidupkannya dan ternyata masih bisa menyala, ia akhirnya bisa bernafas lega hampir saja ia akan menangis jika laptopnya tidak bisa menyala kembali.


"Segitunya banget sih dek, kalo gak bisa nyala kan bisa beli lagi lagian duit loe juga banyak hasil endorse dari aplikasi TokTok". Ujar Olivia santai tanpa menatap lawan bicaranya


"Bukan masalah mampu atau gak nya maemunah tapi dilaptop itu banyak contoh soal soal UN kalo itu hilang tamat gue".


"Dihh sok rajin loe, kebiasaan sih loe gak dicopy di flashdisk".


"Males, gue sering lupa naroh flashdisk terus ujung ujungnya hilang juga".


"Terserah".


"Eh besok malam minggu di cafe loe ada live music nya ya?". Tanya Ozan antusias dan hanya dibalas deheman oleh Olivia


"Gue besok ikut dong kak, boleh ya". Ucap Ozan dengan wajah memelasnya


Olivia memutar bola matanya berpikir "Emm boleh gak ya".


"Yess boleh". Seru Ozan mengangkat kedua tangannya yang mengepal ke atas


"Gue belom bilang iya joko".


"Nah itu bilang".


"Loe berhak bahagia kak". Gumam Ozan


...----------------...


Hari ini adalah hari jumat, kata orang hari jumat itu penuh dengan keberkahan ada juga yang bilang hari jumat itu hari yang pendek dan tentu saja dua duanya memang benar.


Siswa atau siswi kelas 12 masih berada disekolah padahal waktu jam pulang sudah berlalu dari setengah jam yang lalu itu dikarenakan kelas 12 masih ada kelas tambahan mengingat 2 bulan lagi akan diadakan UN.


Tampak Rafa, Rai, Kenzo dan Kenzi bersiap untuk melaksanakan sholat jumat di masjid sekolah sedangkan Jason dikarenakan ia non muslim maka hanya menunggu dikelas.


"Jas kita pergi dulu ya". Pamit Rai kepada Jason yang duduk dipojokan kelas berbalas pesan dengan kekasihnya, Akira


"Siap akhi". Mereka pun berlalu keluar kelas mengabaikan panggilan dari Jason


"Guys gak kerasa ya kita udah mau lulus aja padahal baru kemarin gue daftar sekolah disini". Ucap Kenzo mengawali pembicaraan


"Iya kita bakal sibuk dengan kesibukan kita masing masing". Sahut Rai


"Walaupun begitu kita gak boleh putus komunikasi". Ucap Rafa dan diangguki oleh mereka

__ADS_1


"Oh iya Raf loe mau lanjut kemana?". Tanya Rai penasaran


"Disini aja".


Rai mengernyitkan dahinya "Serius, gak mau keluar negeri gitu".


Rafa menggeleng tegas "Ada misi yang harus gue capai".


Mereka bungkam memikirkan perkataannya Rafa detik berikutnya mereka tersenyum mengejek menatap Rafa yang sudah salah tingkah.


"Mau PDKT rupanya". Ucap Kenzi meledek, Rafa membuang wajahnya


"Gapapa kali gak usah malu, kan kalian sama sama single jadi bebas udah gak ada halangan tapi bukan berarti gue senang Kak Aldo gak ada karena ketiadaannya dia sahabat kita Olivia jadi sedih dan itu sekarang menjadi misinya Rafa, benar kan bro". Ujar Rai sok bijak, Rafa mengangguk pelan


"Santai aja kejar terus pantang mundur". Sahut Kenzo memberi semangat


"Eh tapi katanya Rachel..".


"Lanjut nanti aja". Potong Kenzi karena mereka sudah sampai di masjid sekolah, mereka pun bergegas mengambil air wudhu terlebih dahulu


...----------------...


"Kantin kuy laper gue". Ajak Kenzo, mereka pun menuju kantin


"Suruh Jason ke kantin sekalian". Ucap Rafa


"Nih baru gue WA". Sahut Rai mengetik sesuatu diponselnya


"Bu mie goreng 5, es teh manis 5". Teriak Rai dari tempat duduknya


"Siap". Teriak bu kantin


"Eh gue baru inget Ken loe tadi bilang katanya Rachel, emang ada apa?". Tanya Rai


Kenzo diam sebebtar memilih kata yang pas "Kata Rachel Oliv itu mengalami depresi ya walaupun masih ringan tapi tetap aja yang namanya depresi tidak bisa dianggap remeh". Mereka membulatkan matanya sempurna tak percaya


"Loe serius?". Tanya Kenzi menaikkan satu alisnya


"Serius lah orang Rachel sendiri yang ngomong".


"Ya ampun gue kok jadi gak tega gini, Raf loe harus gercep pokoknya loe harus bisa sembuhin gadis yang loe suka itu". Ucap Jason tiba tiba, ia tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka


"Aihh ngagetin aja loe tiba tiba muncul, btw loe juga tau kalo bang Rafa ini lagi jatuh cinta?". Ucap Rai


"Tau dong, apa sih yang gak gue tau". Ucapnya sombong


"Berarti loe juga tau daleman yang sekarang gue pake?".

__ADS_1


"Najis, loe pikir gue suka ngintipin loe, dihh gak selera gue". Seketika mereka tertawa terbahak bahak bahkan sampai Kenzo terjatuh dari kursi yang ia duduki, bukannya mereda tawa mereka malah semakin bertambah memenuhi kantin beberapa yang ada dikantin juga ikut tertawa saat melihat Kenzo terjatuh


Bersambung..


__ADS_2