My Story

My Story
My Story | Minuman Dinanti


__ADS_3

Akhirnya setelah perdebatan yang cukup panjang dan mengakibatkan Olivia pingsan dikelas, mereka pun panik dan tanpa basa basi Dio mengangkat Olivia menuju UKS sahabat Olivia pun mengikutinya.


"Dio somplak loe mau bawa Oliv ke UKS? kenapa gak bawa ke rumah sakit aja sih kalo Olivia sakit parah gimana terus..".


"BERISIK". Sentak Dio memotong celotehan Icha sambil tetap berlari menggendong Olivia, Icha mencebikkan bibirnya


"Mungkin maksud Dio biar Oliv diperiksa sama Bu Laras dulu nanti kalo ada yang parah baru ke rumah sakit". Ujar Cia yang tahu Icha khawatir dengan keadaan Olivia dan Bu Laras adalah dokter sekolah yang bertugas di UKS


"Ya jadi kerja dua kali dong". Ucap Icha kesal


"Kok malah kesel sama gue sih, gue kan cuma kasih penjelasan aja". Ucap Cia ketus


"Sstt berisik banget sih kalian, mending kita pikirin tuh si Oliv". Ucap Rachel, mereka pun berlari menyusul Dio yang mungkin sudah sampai di UKS


"Gimana bu keadaan Oliv". Tanya Akira setelah mereka sampai di UKS, mereka melirik Olivia yang sudah sadar seketika mereka bernafas lega


"Olivia baik baik saja, perutnya sakit karena dia sedang kedatangan tamu bulanan". Jelas Bu Laras


"Dan sudah saya kasih obat pereda nyeri". Imbuhnya, mereka kembali bernafas lega ternyata sakit Olivia tidak separah yang mereka pikirkan


"Kalau begitu saya permisi dulu ya". Pamitnya


"Baik bu, terima kasih". Ucap Cia, dibalas anggukan dan senyuman oleh Bu Laras


"Liv sakit banget ya sampai pingsan gitu?". Tanya Rachel, Olivia hanya mengangguk tidak sanggup hanya berbicara saja perutnya masih terasa sakit


"Loe istirahat aja Liv biar kita disini nungguin loe". Ucap Icha dan diangguki yang lain


"Terserah". Ucap Olivia lemah, lalu matanya menangkap sosok Dio yang masih berada diantara mereka


"Makasih Dio loe boleh balik ke kelas".


"Yakin Ayang Olip? kalo kenapa napa lagi gimana?".


"Heh kan ada kita, lagian loe gak bakal paham masalah ginian udah sana hust hust". Ucap Akira sambil mendorong Dio


"Iya iya gak usah dorong dorong juga kali". Gerutu Dio lalu ia pun beranjak dari tempat tersebut


...----------------...

__ADS_1


Sedangkan ditempat lain Rafa merasa perasaannya tidak enak dan tiba tiba saja ia kepikiran dengan Olivia.


"Kok gue tiba tiba kepikiran sama Via ya". Gumam Rafa dalam hati


"Ssttt Raf jangan melamun, ntar Pak Broto marah loh". Bisik Jason sambil melirik dosen yang sedang menjelaskan didepan, Rafa hanya mengangguk dan kembali memperhatikan penjelasan dosen killer tersebut soal Olivia biar ia cari tahu nanti, pikirnya


Setengah jam kemudian dosen itu pun keluar, Rafa bergegas juga ikut keluar.


"Eh eh Raf loe mau kemana?". Pekik Jason saat melihat Rafa buru buru keluar kelas, Rafa tidak menanggapi Jason yang ia pikirkan sekarang adalah Olivia karena ia yakin perasaannya tidak salah apalagi Olivia dihubungi juga tidak ada jawaban dan itu semakin membuatnya khawatir


Rafa memacu kuda besinya dengan kecepatan tinggi menuju tempat sekolahnya dulu, ia berusaha fokus dijalanan karena ia tidak mau membuat dirinya sampai celaka.


Perjalanan yang harusnya ditempuh kurang lebih 30 menit bisa menjadi 15 menit, karena satpam didepan sudah kenal dengan Rafa maka dengan mudahnya Rafa masuk ke dalam lingkungan sekolah.


Saat turun dari motor ia tidak sengaja melihat sahabatnya Olivia yaitu Cia dan Rachel sepertinya mereka juga dari luar terbukti ia berjalan dari arah parkiran mobil.


"Kalian". Teriak Rafa bermaksud memanggil kedua orang tersebut, karena jarak mereka yang cukup jauh jadi Rafa teriak


Cia dan Rachel pun terlonjak kaget tiba tiba mendengar teriakan seseorang, mereka pun celingak celinguk mencari seseorang.


Ketemu!


"Tuh Rafa". Ucap Cia menunjuk Rafa yang sedang berjalan ke mereka menggunakan dagunya


"Mungkin cari belahan jiwanya hahaha".


"Kenapa ketawa ada yang lucu?". Tanya Rafa datar ketika ia sudah dihadapan kedua sahabat pujaan hatinya


"Gak ada, loe kesini cari Oliv kan?". Tanya Rachel mengalihkan perhatian, karena ia tidak mau berurusan lama lama dengan manusia es ini, Rafa mengangguk mengiyakan


"Oliv tadi pingsan dan sekarang di UKS, ta..". Belum selesai Cia menjelaskan, Rafa sudah berlari terlebih dahulu memastikan keadaan Olivia


Beberapa siswa dan siswi yang sudah tahu Rafa menatap heran ada juga yang terpesona saat melihat alumni sekolah mereka datang ke sekolah dan lari lari, berbeda dengan kelas 10 yang belum tahu Rafa mereka bahkan tidak berkedip terutama para siswi.


Brak


Rafa membuka pintu UKS dengan keras dan itu sukses membuat orang yang ada didalamnya terkejut.


"Astaga Rafa pelan pelan buka pintunya dan lagi ngapain kamu disini". Ucap Bu Laras tegas

__ADS_1


"Maaf bu". Lalu Rafa menyibak tirai yang tertutup diyakini didalamnya ada Olivia karena tirai yang lain terbuka, Bu Laras yang melihat itu hanya geleng geleng kepala tanpa berniat untuk mencegahnya


"Sayang".


Olivia yang akan memejamkan matanya lagi tiba tiba membuka matanya ketika ada seseorang yang menyebut 'Sayang'.


"Gimana keadaan mu, kamu gapapa, apanya yang sakit?". Tanya Rafa bertubi tubi sambil memeluk Olivia


Olivia bergeming karena antara belum sadar betul dan bingung, Rafa semakin gelisah karena tidak mendapat jawaban dari Olivia lalu ia melepaskan dekapannya dan menangkup kedua pipi Olivia.


Olivia mengerjapkan matanya "Kok loe disini?".


Rafa berdecak karena jujur ia tidak suka dengan sebutan loe - gue.


"Panggil aku - kamu". Titahnya sembari duduk dikursi samping ranjang yang dipakai Olivia


"Hah?".


"Tidak ada penolakan, aku ulangi pertanyaan ku kamu kenapa bisa ada di UKS?". Olivia sedikit aneh dengan panggilan baru mereka tetapi ia hanya pasrah saja


"Biasa karena tamu bulanan, sekarang udah gapapa kok".


"Sampe pingsan?".


Tiba tiba keempat sahabat Olivia datang menenteng banyak makanan dan minuman dari kantin, Rachel menyerahkan titipan Olivia tadi dan langsung diambil oleh Olivia.


"Wahh ada Kak Rafa juga, mana bebeb gue?". Celetuk Akira sambil membuka bungkusan snack, Rafa hanya mengedikkan bahunya tanda tidak tahu Akira pun mendengus sebal


"Tau gitu gak tanya tadi". Gerutu Akira dalam hati


"Kamu minum apa?". Tanya Rafa memicingkan matanya saat melihat Olivia minum dari botol minuman yang terasa asing untuknya, tapi melihat Olivia yang sangat menikmati minuman itu ia jadi ingin mencobanya juga


"Oh ini Dinanti minuman buat cewek". Ucap Olivia santai


"Buat cewek? kenapa harus buat cewek emang cowok gak boleh minum?". Tanya Rafa polos


Olivia tersedak akibat pertanyaan tersebut yang meluncur begitu saja, sedangkan sahabat Olivia sedari tadi sudah tertawa terbahak bahak.


Terlintas ide jahil dikepala cantik Olivia "Boleh kok, loe eh maksudnya kamu mau coba?". Sahabat Olivia membelalakan matanya, pikira mereka sudah kemana mana

__ADS_1


Rafa mengangguk antusias lalu merebut botol minuman itu dari tangan Olivia kemudian meneguknya walaupun rasanya seperti jamu tapi manis dan ia suka.


Bersambung..


__ADS_2