
Setelah pulang sekolah sahabat Olivia dan Rafa dkk datang menjenguk Olivia, jadi sekarang ruangan VVIP tersebut sangat ramai dengan canda tawa mereka.
'Tok..tok..tok'
Suara ketukan pintu mengalihkan atensi mereka.
"Biar gue aja yang buka". Ucap Ozan kemudian ia bangkit dari sofa
Setelah pintu terbuka tampak dua orang laki laki yang cukup tampan memakai pakaian formal, Ozan mengernyitkan dahinya karena tidak mengenali kedua orang itu.
"Hai, ini benar kamar rawat Olivia?". Tanya Satria, ternyata kedua laki laki tersebut adalah Satria bersama Erik sekretarisnya
"Iya, anda siapa ya?". Tanya balik Ozan
"Oh perkenalkan gue Satria Putra Wiraguna abangnya Aldo pacarnya Olivia dan ini Erik sekretaris gue". Sedangkan Erik hanya tersenyum kepada Ozan
"Jadi boleh kita masuk?". Tanya Satria, Ozan hanya mengangguk dan mempersilahkan mereka masuk
"BANGSAT". Pekik Olivia saat melihat Satria masuk, sahabat Olivia, Rafa dkk, Ozan dan Erik melongo mendengar teriakan Olivia, mereka tidak tahu saja jika itu panggilan singkatan untuk Satria
Satria mendengus kesal saat panggilan itu keluar lagi dari pacar adiknya ini tetapi ia juga senang karena panggilan itu dari Olivia, anggap saja seperti panggilan kesayangan.
"Nih gue bawaan buah buat loe". Ucap Satria meletekan parcel buah tersebut dimeja samping ranjang Olivia, setelah itu ia memeluk Olivia dan Olivia pun membalas pelukannya
"Gak usah repot repot bang tapi kalo loe maksa ya udah gue terima". Ucap Olivia nyengir kuda
"Dihh siapa juga yang maksa, kalo loe gak mau juga bakal gue bawa balik".
"Jadi loe gak ikhlas nih". Olivia memicingkan matanya
"Apaan sih loe, oh iya gue hampir lupa kenalin nih ini Erik sekretaris gue". Sambil menunjuk laki laki yang ada disampingnya, Olivia mengalihkan perhatiannya ke laki laki yang berada disamping Satria tersebut
"Hai gue Erik, loe cantik ternyata walaupun dengan wajah loe yang pucat".
Olivia terkekeh mendengar gombalan dari Erik "Gue Olivia". Sambil tersenyum manis
"Aduhh jangan senyum dong gue meleleh nih".
Satria menjotos bahu Erik cukup keras "Itu pacarnya adek gue, jangan macam macam loe".
"Gue cuma cukup satu macam aja". Sambil mengelus bahunya yang cukup sakit tetapi matanya masih menatap Olivia
"Oh iya , guys kenalin ini Bang Satria biasa gue panggil BangSat ini abangnya Kak Aldo dan yang disebelahnya itu BangRik atau Bang Erik sekretarisnya BangSat". Mereka tertegun sesaat dan akhirnya mereka pun berkenalan satu sama lain
__ADS_1
"Kok loe tau gue disini bang?". Tanya Olivia sambil makan buah jeruk ia tidak tahu jika selama ia koma Satria sering mengunjunginya
"Ck. bahkan waktu loe koma gue sering kemari".
"Serius? kok gue gak tau".
"Kan loe koma oneng, eh tapi masa loe gak bisa dengerin suara gue waktu gue ngajak loe ngobrol". Ucap Satria
"Kaya denger suara orang orang sih cuma gak terlalu jelas aja".
"Gue jengukin loe selain gue udah anggep loe adek gue juga karena ada yang nyuruh gue". Ungkap Satria memandangi Olivia yang berhenti mungunyah jeruk
"Maksudnya?".
"Aldo". Olivia mengangguk sedetik kemudian ia jadi teringat dengan foto itu
"Apakah sesibuk itu sampe harus nyuruh Bang Satria". Gumam Olivia dalam hati
Sedangkan yang lain hanya menyimak pembicaraan mereka.
"Liv". Panggil Satria sedikit keras
"Eh iya". Olivia terperenjat kaget
"Are you ok?".
Mereka yang mendengar jawaban Olivia juga merasa sedih walaupun Olivia berusaha menutupinya dari mereka karena mereka tahu pasti Olivia teringat akan foto itu dan tentang Aldo yang tidak datang menjenguk dengan alasan sibuk dengan kampus, ya memang jika ada masalah kecil dan tidak kunjung diselesaikan maka masalah itu semakain besar apalagi ini terpisah jarak dan waktu.
"Gue yakin Liv itu cuma kesalahpahaman jika nanti Aldo datang dia pasti akan menejelaskan semuanya, percaya sama gue". Ucap Satria mencoba menghibur Olivia
"Cih percaya sama loe? musrik dong". Cibir Olivia, Satria mendengus kesal sedangkan yang lain tertawa
"Garing tau gak". Ucap Satria ketus
"Dikasih kuah biar basah". Celetuk Erik
"Terus dikasih sambal sama kecap". Sambung Ozan
"Jangan lupa bawang gorengnya". Sahut Kenzo
"Dan juga daun bawangnya". Sahut Rachel
"Gue jadi pengen cilok". Celetuk Icha, mereka pun menatap Icha dengan pandangan yang berbeda beda
__ADS_1
"Kenapa? ada yang salah ya?". Tanya Icha polos
"Nanti kita beli ya". Sahut Kenzi, Icha pun mengangguk antusias
"Yang salah otak loe". Jerit mereka yang mampu diucapkan dalam hati karena disebelahnya ada pawangnya
"Loe gak salah kok Cha, gue juga jadi pengen sate". Ucap Akira memaksakan senyumnya
"Kamu pengen sate sayang? nanti kita beli ya didepan rumah sakit ini". Sahut Jason
"Mau yang, makasih ya". Ucap Akira tersenyum manis
"Apa sih yang gak buat kamu". Jurus rayu ala Jason pun dikeluarkan demi kekasihnya
"Disini bukan buat pacaran ya". Peringat Olivia sewot yang sedari tadi sudah jengah dengan tingkah sahabatnya
"Iya iya yang lagi ldr an, pacaran tuh sama cicak". Ujar Akira menunjuk cicak yang ada di sisi kiri tembok dekat Olivia
Olivia pun menoleh ke arah yang ditunjuk Akira tanpa disangka cicak itu pun langsung kabur menjauhi Olivia
"Ppfff.." Terlihat mereka menahan tawanya melihat kejadian barusan
"Buahahaha.." Akhirnya mereka pun tidak bisa menahan tawanya
"Cicak aja ngejauh haha". Ledek Rai sambil berusaha menghentikan tawanya
"Alah cicaknya aja yang matanya rabun jadi gak liat ada cewek cantik yang paripurna kaya gue gini". Ujar Olivia sombong, mereka memutar bola matanya malas tapi juga mengakui memang Olivia cantik benar benar cantik
"Bang Erik minta tolong dong ambilin sosis itu". Pinta Olivia memelas menunjuk sosis bakar yang ada dimeja depan Erik
"Mau yang gede atau yang kecil?".
"Gede, gue suka yang gede". Erik tercengang mendengarnya lalu mengambilkan sosis tersebut
"Gila badan kecil sukanya yang gede". Ucap Satria geleng geleng kepala
"Yang gede lebih memuaskan, nanti kalo yang kecil kurang". Kemudian ia mulai menggigit sosis bakar itu dengan nikmat
"Anjayani otak gue traveling". Ujar Jason
"Mikir apa loe? masih SMA jangan mikir yang aneh aneh". Ucap Erik, padahal ia juga sama maklum Erik memang orang yang sedikit mesum, ingat hanya sedikit
"Aneh aneh gimana contohnya?". Tanya Kenzo, Erik gelagapan
__ADS_1
"Hust jangan banyak tanya makan aja tuh makanan yang dimeja daripada mubazir". Erik mengalihkan pembicaraan, ia sebenarnya yakin jika bocah SMA itu sudah paham hal hal seperti itu mungkin hanya memancing karena mereka sedikit tahu jika Erik sedikit mesum
Bersambung..