My Story

My Story
My Story | Balas Dendam


__ADS_3

"Gue duluan ya". Ucap Akira yang pulang bareng Jason, sedangkan Icha bareng Kenzi


"Liv loe gapapa sendiri soalnya gue udah ditungguin nyokap dirumah". Ujar Cia


"Iya gapapa jemputan gue bentar lagi sampe kok". Ucap Olivia


Akhirnya sahabat Olivia pulang terlebih dahulu dan meninggalkan Olivia didepan sekolah.


"Lama banget sih, tau gitu gue naik taksi online aja dari tadi". Gerutu Olivia


Tiba tiba saja ada seseorang yang membekap mulut Olivia menggunakan sapu tangan yang sudah ada obat biusnya seketika Olivia tak sadarkan diri.


...----------------...


Ditempat lain


'Prang'


"Astaga ada apa nyonya?". Tanya Bi Mumun khawatir


"Gak tau bi ini tadi gelasnya licin kayanya". Ucap Mami Yulia, entah mengapa perasaannya tiba tiba tidak enak


"Nyonya duduk saja biar ini saya yang bersihkan".


"Makasih ya bi". Bi Mumun hanya mengangguk dan tersenyum


Mami Yulia berjalan menuju ruang keluarga dan menghubungi suaminya memastikan keadaannya setelah mendengar jika suaminya baik baik saja lalu beliau menghubungi Ozan dan setelah itu menghubungi Olivia tapi sebelum itu tampak supir keluarga berlari tergesa gesa masuk ke rumah majikannya.


"Nyonya".


"Ya?, kenapa pak kok terlihat panik gitu?".


"Non Olivia". Seketika Mami Yulia berdiri mendengar nama Olivia


"Olivia kenapa?, dia baik baik saja kan?, terus orangnya kemana bukannya tadi kamu menjemputnya?".


"I..itu nyonya setelah saya sampai sana Nona Olivia sudah tidak ada dan sekolah terlihat sepi, saya juga sudah tanya ke satpam katanya semua murid dan guru sudah pulang". Jelas supir itu gugup


Mami Yulia berusaha tenang "Terus kenapa kamu bisa telat?".


"M..maaf saya tadi beli bahan bakar dulu nyonya dan antri cukup panjang".


Mami Yulia menghela napas berat "Ya udah gapapa silahkan lanjutkan pekerjaan mu". Supir itu pun bergegas keluar


Lalu Mami Yulia mencoba menghubungi teman temannya Olivia siapa tahu Olivia bersama salah satu dari mereka.


"Aduh kamu kemana sih sayang". Gumam Mami Yulia kemudian ia menghubungi suaminya

__ADS_1


...----------------...


Ditempat lain Olivia tampak diikat dikursi dan mulutnya dibekap menggunakan lakban, ia mengerjap ngerjapkan matanya dan terasa kepalanya pusing.


"Dimana ini". Batin Olivia


Terlihat ruangan tersebut gelap dan cat tembok yang mengelupas bisa dipastikan jika bangunan tersebut adalah bangunan tua.


'Brak'


Terlihat seorang gadis nerd berjalan ke arah Olivia dengan tersenyum mengejek, Olivia membelalakan matanya setelah mengenali wajah tersebut.


"Salva". Batin Olivia


"Hai Oliv". Ucap Salva


"Emhhhhhh..emhhhh".


"Apa?, kamu mau ngomong sesuatu, bentar ya aku lepas lakbannya dulu".


'Srekk'


Dengan kasar Salva melepas lakban tersebut.


"Salva tolong lepasin gue".


"Lepasin?, iya nanti aku lepasin tapi setelah kita bermain ya". Ucap Salva dengan wajah polosnya


"Ssttt jangan keras keras aku denger kok".


"Loe mau apa, siapa loe sebenarnya".


"Kamu mau tau?, baiklah kalo kamu memaksa". Setelah itu Salva melepas kacamata bulatnya, melepas kedua kepanganan rambutnya dan menghapus make up nya


"Si..si..silvi". Gumam Olivia pelan dan didengar oleh Silvi


"Wahh ingatan loe bagus juga ternyata, iya ini gue Silvi Anindita Malik gue sengaja nyamar jadi nerd selama ini dengan nama Salva Anindya, oh iya gue seneng loh waktu loe stres karena loe diteror dan cafe loe dihancurin ya walaupun gak berat sih tapi gue cukup puas dan sekarang puncaknya gue buat balas dendam sama loe". Ujar Silvi dengan ucapan yang terakhir terlihat kemarahan dimatanya


Olivia tercengang mendengar penuturan Silvi, ternyata dalang dibalik kekacauan selama ini adalah orang yang ada dihadapannya sekarang.


"KENAPA LOE LAKUKAN INI SEMUA BANGSAT". Bentak Olivia


"Heh loe masih tanya kenapa gue ngelakuin ini semua, loe pikir gue bakal diam aja setelah bokap loe bikin bangkrut perusahaan bokep gue dan mengasingkan kita semua ke tempat yang entah dimana". Pekik Silvi mencengkrem dagu Olivia dengan erat terasa kuku Silvi menancap disana lalu menghempaskan dengan kasar


"Gue juga tanya loe pikir bokap gue bakal diam aja saat tau ada orang yang mau nyelakain gue, itu semua karena kesalahan loe sendiri dan loe gak bisa nyalahin orang lain gitu aja". Balas Olivia tak kalah kerasnya


'Plak'

__ADS_1


Terasa panas pipi Olivia setelah ditampar dan sepertinya sudut bibirnya robek, ia hanya tersenyum miring.


"Banyak omong loe dasar jalang, udah tau punya cowok tapi mendekati cowok lain, oh iya gue lupa loe kan jalang jadi gak cukup cuma punya satu cowok". Seketika Olivia menatap tajam Silvi sebenarnya Silvi takut melihat tatapan tersebut tapi ia berusaha tenang karena ia tahu jika Olivia tidak bisa berbuat banyak, lalu Silvi mengeluarkan pisau lipat dari saku bajunya dan berjalan mendekati Olivia dengan tersenyum menyeringai


"M..mau apa loe?". sebenarnya Olivia tidak merasa takut sama sekali ia hanya mengikuti permainan Silvi


"Kenapa?, takut ya, gue udah lama pengen nyiksa loe seperti ini". Silvi mulai menggoreskan pisau tersebut dilengan Olivia sehingga darah menetes dilantai


"Aww sakit". Ringis Olivia


"Apa?, mau lagi?, dengan senang hati". Silvi menggoreskan pisau tersebut dipipi Olivia yang mulus


"Wajah loe semakin cantik setelah gue lukis hehe".


Dengan tiba tiba Olivia menendang perut Silvi dengan kencang sehingga Silvi tersungkur dilantai, lalu Olivia berjalan mengambil pisau lipat milik Silvi yang terlempar ia pun mendekati Silvi dengan pisau yang mengacung ke arah Silvi.


Silvi membulatkan matanya tak percaya dengan mudahnya Olivia melepaskan ikatan ditangannya.


"J..jangan macem macem loe, l..loe lupa loe sekarang ada dimana gue bakal panggil anak buah gue buat nyerang loe". Ucap Silvi terbata bata ia terus mundur menghindari Olivia


"Sayangnya gue gak takut, loe pikir gue lemah". Olivia mencengkram dagu Silvi lebih erat seakan mau meremukkan, Silvi meringis


"Dengar ini baik baik gue gak akan ngelepasin loe karena loe udah ngusik hidup gue, padahal gue kamarin udah kasih loe kesempatan dengan mengasingkan keluarga loe tapi ternyata loe lebih milih buat main main sama gue, oke kalo itu mau loe gue dengan senang hati meladeni ajakan loe dan akan gue balas dengan berkali kali lipat". Bisik Olivia dengan nada dingin, Silvi bergidik ngeri mendengarnya


'Plak'


"Itu balasan karena loe udah nampar gue".


'Plak'


"Itu balasan karena loe udah ngatain gue jalang".


'Plak'


'Plak'


"Bonus dari gue hehe". Tampak pipi Silvi memar dan kedua sudut bibirnya mengeluarkan darah


Lalu Olivia mulai menggoreskan pisau tersebut dilengan Silvi lebih dalam dari punya Olivia.


"Aaaaa sakit". Ringis Silvi, darah pun mengalir dengan deras


Olivia tidak memperdulikan ringisan Silvi ia masih sibuk menyayat lengan, kaki bahkan wajah Silvi, terlihat darah membasahi lantai.


"RIIIKKKIIIIII". Teriak Silvi dengan sisa tenaganya, Olivia tidak tahu Silvi memanggil siapa tapi tidak ada tanda tanda orang yang masuk ke dalam ruangan tersebut


Olivia ingin sekali membunuh Silvi tetapi ia berpikir jika mati terlalu mudah untuknya.

__ADS_1


"Loe jangan mati dulu karena hukuman loe yang lain masih menanti". Ucap Olivia santai


Bersambung..


__ADS_2