
Saat ini Olivia dan Rafa berada di taman dekat komplek perumahan Olivia, setelah mereka tadi makan malam dan berkeliling terlebih dulu.
Tidak ada obrolan diantara mereka, sibuk dengan pikiran mereka masing masing hanya ada suara jangkrik padahal disekeliling mereka masih banyak orang orang yang berada ditaman dengan pasangan mereka atau dengan keluarga mereka.
"Gak banyak yang berubah ya taman ini". Ujar Rafa setelah sekian lama terdiam
Olivia menoleh ke samping "Iya, cuma sekarang ada permainan buat anak anak dulu waktu gue kecil mah belum ada".
"Terus disamping situ dulu ada air mancurnya sekarang udah gak ada". Ucap Rafa menunjuk samping kiri Olivia menggunakan jari telunjuknya
Olivia mengangguk "Air mancurnya udah dipindah didepan sana sama sekalian dibangun kolam ikan juga".
Rafa tersenyum tipis karena mangsa sudah masuk perangkap.
"Eh tunggu dulu kok loe tau tentang taman ini, apa dulu juga pernah kesini sebelumnya?". Tanya Olivia setelah ia menyadari ada yang janggal
"Pernah".
"Kapan?". Tanya Olivia mulai penasaran
"Udah lama banget waktu gue umur kira kira 6 tahunan". Ucap Rafa menatap dalam mata Olivia, Olivia yang ditatap seperti itu pun mengalihkan pandangannya kedepan
"Dulu gue pernah kesasar dan malah jalan ke taman ini setelah itu gue liat ada gadis kecil yang umurnya satu tahun lebih muda dari gue, dia nangis kenceng banget cuma gara gara lollipop dia jatuh dan kotor, ya udah gue samperin deh..".
"Bentar bentar jangan bilang kalo laki laki itu adalah elo?". Potong Olivia menunjuk wajah Rafa
Rafa tersenyum dan mengangguk "It's me".
Olivia membulatkan matnya dan menutup mulutnya dengan sebelah tangannya.
"Kak Andra". Gumam Olivia lirih tapi masih bisa didengar oleh Rafa, seketika ia menabrakkan tubuhnya ke tubuh Rafa ia berpelukan sangat erat seolah olah mereka tidak mau untuk berpisah lagi
"Ya ampun gue gak nyangka kalo loe adalah si Andra cungkring kek belalang". Ucap Olivia setelah ia melepaskan pelukannya
"Daripada loe si Via gembul kek kudanil".
"Tapi kan sekarang gue cantik membahana terus seksi lagi".
Rafa memutar bola matanya malas mendengar kenarsisan Olivia tapi ia juga membenarkan memang itu adanya.
"Kok loe tau kalo gue si Via itu?". Tanya Olivia
__ADS_1
"Dari kalung yang loe pake waktu kita ke cafe loe minggu lalu".
Olivia mencoba mengingat ingat apa benar ia menggunakan kalung yang diberikan oleh Rafa waktu mereka masih kecil.
"Oh iya, entah kenapa gue waktu itu pengen pake kalung itu".
"Gue gak nyangka loe masih nyimpen tuh kalung".
"Ya masih dong cuman baru kemarin gue pake kalung itu lagi, soalnya dulu pernah ilang udah nyari kemana mana gak ketemu eh ternyata diumpetin sama Ozan dari situ kalung itu gue simpen aja takut ilang lagi". Jelas Olivia
Rafa tersenyum senang ternyata barang pemberiannya kepada gadis kecil itu masih ada sampai sekarang bahkan dijaga dengan baik.
"Gue boleh nanya gak?". Tanya Rafa menatap Olivia
"Boleh".
"Kenapa dulu setelah 3 hari kita bermain bersama disini tapi hari berikutnya dan seterusnya loe gak muncul lagi?".
Olivia menegang ditempat, secara tidak langsung dulu ia sudah ingkar janji kepada laki laki yang ada disampingnya ini.
"I..itu anu emm..".
"Kenapa?". Tanya Rafa datar
"Maaf gue udah ingkar janji buat main terus sama loe". Imbunya yang masih tertunduk
Rafa menghela nafasnya kasar, lalu ia merangkul bahu Olivia untuk merapat kepadanya.
"Gak perlu minta maaf itu juga bukan salah loe, justru gue yang minta maaf karena waktu itu udah mikir yang enggak enggak sama loe". Ucap Rafa mengelus bahu Olivia
"Apa loe selama ini bersikap dingin dan datar gara gara masalah itu?". Tanya Olivia mendongakkan kepalanya menatap Rafa
Rafa mengangguk ragu ragu "Gue ngerasa kehilangan gadis gembul gue, padahal loe tau kan kalo gue dulu gak punya teman sebelum ketemu sama loe".
Olivia mengangguk, ia juga ingat Rafa kecil sangat susah berinteraksi dengan anak kecil yang seumuran dengan dia, ia lebih senang ikut main dengan Olivia kecil walaupun main masak masakan atau boneka sampai Rafa kecil sering diolok olok karena main dengan perempuan.
Ia juga tidak menyangka karena kepergian yang tidak diinginkan olehnya membuat Rafa menjadi seperti sekarang ini.
"Loe masih ingat gak ukiran kita dipohon itu?". Tanya Rafa menunjuk pohon yang cukup besar diujung sana
"Eh,emm ya".
__ADS_1
"Pasti melamun". Rafa melirik Olivia
"Hehe, memangnya ukiran itu masih ada?". Tanya Olivia untuk mengalihkan pembicaraan
"Belum cek sih, kita cek yuk".
Olivia mengangguk dan berjalan sejajar dengan Rafa.
Setelah sampai dipohon yang mereka maksud, Rafa menyalakan senter dari ponselnya dan mencari ukiran itu dibatang pohon, setelah beberapa saat ia sudah menemukan ukiran tersebut walaupun sedikit terkena lumut dari batang pohon itu, tampak dua inisial nama tertera dibatang pohon tersebut yaitu V dan A.
"Via Andra". Gumam Olivia lirih sambil tersenyum
"Beruntung ya pohon ini belum ditebang dan pohon ini jadi saksi bisu kalo kita dulu sering main dibawah pohon ini". Ujar Rafa sambil menatap sekeliling yang terlihat remang remang
Olivia mengangguk "Kan karena dulu loe gak suka main sama anak anak cowok, sukanya main masak masakan sama gue disini".
"Sampai loe janji buat sama gue terus sampai dewasa bahkan berencana mau nikah". Lanjut Olivia dalam hati
Rafa tersenyum malu, memang ia akui dia dulu seperti tidak nyambung bermain dengan anak laki laki yang seumuran dia tapi justru nyambung jika bermain dengan Olivia yang notabene nya adalah perempuan, ia mulai punya teman juga waktu sudah SMP.
"Kita beli nasi goreng yuk". Ajak Olivia
"Emang loe masih laper kan tadi udah makan".
"Ya lumayan sih, tapi kan tadi makannya gak pake nasi jadi kek masih ada yang kurang gitu kalo belum makan nasi".
Rafa melongo mendengarnya, biasanya cewek selalu jaga pola makan tapi ini, pikirnya.
"Jadi makin suka". Batinnya
"Ya udah yuk kalo masih ada mamangnya dulu".
"Eh loe doain mamangnya mati?". Ucap Olivia melotot
"B..bukan gitu maksud gue kalo mamangnya masih jualan disana".
"Masih kok". Akhirnya Olivia dan Rafa berjalan ke tempat penjual nasi goreng langganan mereka waktu kecil
Disana tampak gerobak nasi goreng yang diberi nama "Nasgor Disegala Kondisi" tengah ramai dengan pembeli bagaimana tidak pagi, siang, malam warung nasi goreng itu tetap buka bahkan hujan petir dan disegala kondisi tetap buka maka diberi nama demikian.
Rafa mengatakan biar dia saja yang mengantri dan Olivia mencari tempat, tanpa basa basi Olivia pun bergegas pergi mencari tempat mengingat pembeli sangat banyak.
__ADS_1
Bersambung..