
"Mi aku ke minimarket depan dulu ya". Pamit Olivia sambil mencomot gorengan di meja makan
"Iya jangan lama lama bentar lagi mau makan malam". Jawab Mami Yulia tanpa melihat Olivia karena beliau sibuk menyiapkan makan malam dibantu oleh Bi Kokom
"Siap nyonya". Lalu ia berlalu dari dapur setelah mencomot gorengan lagi
"Uhh udah lama gue gak pake loe, mari kita jalan jalan". Ucap Olivia ke vespa nya yang berwarna kuning, ia kali ini ingin menggunakan vespa nya selain lama karena tidak digunakan ia juga ingin menikmati udara malam sehabis hujan
'Tin..tin'
Satpam yang melihat majikannya akan keluar pun segera membukakan gerbangnya.
"Mari pak".
"Ya non hati hati". Olivia segera memacu vespa nya dengan kecepatan sedang
"Huff lumayan lah bisa buat ngilangin beban hidup gue". Gumam Olivia merasakan hembusan udara malam yang dingin
Saat dipertigaan depan komplek Olivia seperti melihat orang yang dia kenal, ia pun mendekati orang tersebut.
"Kak Rafa, ngapain disini?". Panggil Olivia
Merasa ada yang memanggil namanya Rafa pun menoleh, ia tercengang ternyata adik kelasnya yang memanggil dimata Rafa Olivia selalu tampil mempesona apalagi Olivia sekarang menggunakan celana jeans selutut dan kaos berwarna kuning terlihat sederhana tapi tidak mengurangi kadar kecantikannya ditambah menggunakan vespa juga berwarna kuning terlihat imut menurutnya.
"Kak". Panggil Olivia sedikit keras
"Eh i..iya, kenapa?". Rafa merutuki kebodohannya bisa bisanya dia masih sempat sempatnya mengagumi Olivia
Olivia memutar bola matanya malas "Loe ngapain disini?". Tanya Olivia
"Lah loe juga ngapain disini?". Bukannya menjawab Rafa malah bertanya kembali
Olivia berdecak sebal "Ditanya malah balik nanya, loe lupa apa gimana kan ini didaerah komplek gue".
Rafa tertegun lalu memandang sekitar ia baru ingat jika ini memang daerah kompleknya Olivia "Motor gue mogok tiba tiba".
"Terus loe mau kemana atau dari mana?". Tanya Olivia
"Gue mau pulang dari rumah Rai". Olivia mengangguk paham
"Tapi gue udah telpon bengkel kok paling bentar lagi juga nyampe ngambil nih motor". Tambah Rafa
"Gue anter aja yuk tapi habis dari minimarket itu". Ujar Olivia sambil menunjuk minimarket diseberang jalan sana
"Gak usah gue bisa pulang sendiri". Tolak Rafa
"Ck. ga usah gengsi napa sih, gue tau loe dari tadi kesel kan gak dapet dapet taksi atau ojol".
Rafa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena tebakan Olivia memang benar, ia berpikir sejenak mungkin dengan cara ini ia dan Olivia bisa lebih dekat lagi, pikirnya.
"Boleh deh, tapi nunggu kang bengkelnya datang dulu ntar diambil orang lagi motor gue". Olivia mengangguk menyetujui
__ADS_1
Tidak lama kemudian terlihat dua lelaki dewasa menggunakan motor mendekati mereka.
"Dengan Mas Rafa ya?". Tanya salah satu lelaki itu, Rafa hanya mengangguk
"Saya bawa ya mas motornya, besok siang sudah bisa diambil". Ucap lelaki itu lagi
"Ya mas". Setelah itu kedua orang bengkel pun berlalu membawa motor Rafa yang mogok
"Ayok buruan keburu malem nih". Ajak Olivia
"Kan emang udah malem maemunah". Olivia mencebikan bibirnya dan itu membuat Rafa terkekeh
Kemudian Rafa mengambil alih vespa nya Olivia karena ia yang akan mengemudi sedangkan Olivia duduk anteng diboncengan belakang.
"Loe mau disini aja atau ikut masuk?". Tanya Olivia saat mereka sudah sampai didepan minimarket
"Emm ikut aja". Lalu mereka pun masuk ke minimarket, saat sudah didalam banyak pasang mata yang menatap mereka ada juga yang bisik bisik namun Rafa maupun Olivia bersikap acuh
Setelah mengambil beberapa cemilan dan minuman Olivia pun segera menuju kasir sedangkan Rafa masih setia mengekor dibelakang Olivia.
"Loe gak beli sesuatu gitu?". Tanya Olivia menoleh kebelakang sekilas, sebenarnya ia merasa risih karena sedari tadi Rafa terus mengikutinya
"Gak". Olivia menghela napasnya pasrah
Saat akan membayar tangan Olivia ditahan oleh Rafa "Biar gue aja yang bayar". Ucap Rafa datar
Olivia tidak menolak karena melihat antrian dibelakangnya semakin memanjang, biar nanti saja ia ganti, pikirnya.
"Kak lepasin". Pinta Olivia setelah berada diluar, Rafa pun melepaskan genggamannya dan berjalan duluan ke vespa milik Olivia
"Kak ini uangnya buat ganti uang loe tadi". Ucap Olivia menyodorkan selembar uang seratus ribuan
Rafa menatap uang itu sekilas "Gak usah diganti".
Sebelum Olivia membalas ucapan Rafa dering ponsel milik Olivia pun berbunyi, lalu ia mengangkat panggilan telepon tersebut setelah mengetahui siapa yang meneleponnya.
"Iya".
"....."
"Masih diminimarket, bentar lagi mau pulang".
"....."
"Iya iya bawel".
'Tut'
Olivia mematikan panggilannya sepihak, sedangkan Rafa hanya memperhatikan saja dari atas vespa.
"Siapa?". Tanya Rafa penasaran
__ADS_1
"Ozan, nyuruh cepet pulang". Ucap Olivia
"Kak pulang ke rumah gue dulu ya kita makan malam terus habis itu baru gue anterin loe pulang". Lanjutnya ragu ragu
Rafa tercengang padahal hanya masalah ia mau pulang kenapa harus seribet ini, pikirnya.
"Gak usah deh gue pulang sendiri aja". Tolak Rafa halus
"Gapapa kak gue anterin kan gue tadi udah janji mau anterin loe pulang".
Rafa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sungguh ia merasa tidak enak apalagi saat mendengar Olivia akan mengantar dia pulang serasa seperti posisinya terbalik.
"Gue bisa kok pulang sendiri, gue kan cowok mana ada cowok minta dianterin cewek buat pulang".
Olivia terdiam mendengar penuturan Rafa, benar juga yang dibilang Rafa tapi ia tadi sudah terlanjur bilang jika mau mangantar Rafa pulang, pantang baginya mengingkari janji.
"Udah gapapa ayo ke rumah gue dulu". Paksa Olivia
Rafa tersenyum miring "Mau ngenalin gue ke orangtua loe ya". Goda Rafa
Olivia melotot dan mencubit lengan Rafa yang dibalut dengan hoodie.
"Udah ah ayo". Ucap Olivia sambil menaiki vespa dibagian belakang
"Sakit juga cubitan mautnya". Ujar Rafa mengusap lengannya bekas cubitan Olivia, sedangkan Olivia memalingkan wajahnya lalu mereka pun pergi
Penjaga parkir yang sedari tadi melihat perdebatan keduanya hanya geleng geleng kepala.
"Dasar anak muda jaman sekarang". Gumam penjaga parkir tersebut
Setelah tiba didepan pagar rumah Olivia, satpam rumah pun segera membukakan gerbang karena melihat ada majikannya yang duduk diboncengan vespanya.
"Makasih pak".
"Sama sama non". Lalu satpam itu menutup kembali pintu gerbang setelah majikannya sudah masuk halaman rumah
Olivia segera turun dari vespa serta menenteng belanjaannya dan masuk ke rumah sedangkan Rafa mengikuti Olivia dari belakang.
"Pada nungguin inces ya". Ucap Olivia setelah sampai dimeja makan tampak keluarganya sudah duduk disana, lalu ia mengambil duduk dikursi yang masih kosong diikuti Rafa yang sudah dipersilahkan
Ozan mendengus kesal karena ia sudah lapar mau makan dari tadi tapi dilarang oleh orangtuanya dengan alasan personilnya belum lengkap dan sekarang kakaknya datang dengan menambah personil.
"Gue udah laper tau dari tadi". Gerutu Ozan
"Ya makan lah, oh ya mi pi ini Kak Rafa aku ajak kesini soalnya..".
"Udah sekarang kita makan dulu nanti aja ceritanya, ayo nak Rafa jangan sungkan". Potong Papi Beni, Olivia mencebikan bibirnya
Lalu mereka pun makan dengan tenang, Rafa pun berusaha menetralkan kegugupannya.
Bersambung..
__ADS_1