
Setelah makan malam selesai, mereka pun berbincang bincang di ruang keluarga sambil minum teh dan makan kue kering buatan Mami Yulia, sedangkan Ozan langsung masuk kamar buat menghafal materi untuk ujian praktek.
"Lulus sekolah mau lanjut kemana?". Tanya Papi Beni ke Rafa
"Mungkin disini aja om". Jawab Rafa singkat
"Biasanya anak seumuran kamu pengen kuliah diluar kota bahkan diluar negeri".
"Disini juga banyak kok om kampus yang bagus tidak kalah dengan yang ada diluar negeri, sekalian saya mau menjalankan misi saya". Ucap Rafa sambil melirik Olivia yang sibuk dengan ponselnya
"Misi apa?". Tanya Mami Yulia bingung, Rafa tidak menjawab hanya tersenyum
"Mami jangan kepo mungkin itu urusan anak muda". Celetuk Papi Beni
"Maaf ya Rafa tante emang orangnya sedikit kepo hehe". Ucap Mami Yulia malu malu
"Sedikit apanya Mami tuh kepo banget orangnya". Sahut Olivia yang sedari tadi main ponselnya, Mami Yulia melotot sedangkan Papi Beni hanya geleng geleng kepala
"Oh ya mau ambil jurusan apa?". Tanya Papi Beni
"Udah ah Kak Rafa jangan ditanya tanya terus emangnya lagi wawancara apa". Sahut Olivia kesal
"Kok malah kamu yang kesal nak Rafa aja gapapa kok, ya kan nak Rafa?". Rafa mengangguk dan tersenyum canggung
"Tuh kan". Ucap Papi Beni merasa menang, Olivia dan Mami Yulia memutar bola matanya malas
"Ekhem..om tante kayanya saya harus pulang, terima kasih atas makan malamnya". Ujar Rafa
"Loh kok buru buru belum juga jam 9". Ucap Mami Yulia
"Mami". Tegur Olivia merasa tidak enak dengan Rafa
"Takut orangtua saya khawatir tante".
"Oh baiklah, Oliv sana anterin kan kamu tadi sudah janji mau nganterin".
"Tidak usah tante saya sudah menelefon sopir kok untuk jemput". Sebenarnya ia mau saja diantar oleh Olivia tapi karena sudah malam ia jadi khawatir
"Ya sudah kalau begitu, Oliv sana anterin ke depan aja". Olivia hanya mengangguk dan mengikuti Rafa berjalan keluar setelah Rafa mencium tangan papi dan mami Olivia
__ADS_1
"Kak". Panggil Olivia setelah mereka berada diluar
"Ya".
"Maaf ya gara gara gue, loe jadi pulang telat".
"Bukan salah loe, justru gue yang harus bilang makasih sama loe karena udah diajak makan malam jadi makan gratis kan". Ucap Rafa tertawa kecil
Olivia melongo melihat Rafa yang biasanya dingin bahkan jarang senyum apalagi tertawa sekarang malah tertawa dihadapannya.
"Loe bisa ketawa?". Ujar Olivia dengan wajah cengonya
Rafa segera memasang wajah datar andalannya lagi.
"Ck. baru juga diomongin udah balik ke model biasanya". Rafa tidak menanggapi ucapannya Olivia
"Gue balik dulu jemputan gue udah dateng tuh".
Olivia mengalihkan pandangannya ke depan pagar dan ternyata benar ada mobil mewah warna hitam yang berhenti disana.
"Oke, hati hati ya". Rafa hanya mengangguk dan berlalu begitu saja
...----------------...
Didalam mobil Rafa senyum senyum sendiri, entah mengapa malam ini ia merasa sangat bahagia, sopir yang duduk didepan pun sesekali melirik majikannya dari spion.
"Kayanya lagi seneng banget den". Ucap Pak Jono
"Kelihatan banget ya pak".
"Iya den baru kali ini saya lihat aden seperti ini, jangan jangan aden lagi jatuh cinta ya sama neng cantik tadi". Pak Jono sudah bekerja lama dengan keluarga Alexander jadi sudah tidak canggung lagi untuk mengucapkan kalimat candaan dengan majikannya tetapi beliau tetap bersikap hormat sedangkan keluarga Alexander juga tidak mempermasalahkan hal tersebut
"Pak Jono bisa aja, kalau menurut pandangan Pak Jono gadis tadi gimana?".
"Cantik banget den cocok lah buat aden, kelihatan baik juga, tapi..".
"Tapi apa pak?". Potong Rafa cepat
"Tapi kalau dari sorot matanya memancarkan kesedihan yang begitu dalam walaupun dia terlihat baik baik saja". Ujar Pak Jono ragu ragu
__ADS_1
Rafa menghela napasnya berat yang dikatakan Pak Jono memang benar ia juga bisa melihat itu tetapi wajar karena Olivia baru kehilangan seseorang yang dicintainya.
"Maaf den jika ucapan saya ada yang salah, saya tidak bermaksud". Ucap Pak Jono saat melihat Rafa diam saja
"Gak kok pak, Pak Jono gak salah yang dikatakan sama Pak Jono emang benar karena dia baru kehilangan pacarnya".
"Kehilangan pacarnya? maksud aden pacar neng cantik itu selingkuh dan ninggalin neng cantik?".
"Bukan pak, pacarnya meninggal karena kecelakaan pesawat seminggu yang lalu". Ucap Rafa pelan
"Innalillahi, kasihan sekali neng cantik pantas saja sorot matanya ada kesedihan". Ucap Pak Jono terkejut
"Sekedar saran ya den, jika memang aden suka sama neng cantik harus diperjuangin, ya walaupun tidak mudah karena pasti neng cantik punya trauma dan itu tantangan tersendiri buat aden ngilangin trauma itu supaya neng cantik bisa nerima aden sepenuhnya". Saran Pak Jono
Rafa tidak menjawab ia mencerna setiap kata dari Pak Jono, ia mengakui memang sudah jatuh hati dengan Olivia dan sekarang waktunya ia beraksi akan memperjuangkan pujaan hatinya, sedangkan Pak Jono melirik sekilas majikannya dan geleng geleng kepala.
"Semoga berhasil den". Batin Pak Jono
...----------------...
Sedangkan ditempat lain Olivia menghempaskan tubuhnya dikasur empuknya, menghela napasnya berat menghilangkan penat dihatinya.
Ia kemudian bangkit dari kasur lalu mengambil kotak musik diatas nakas dan berjalan ke arah balkon kamar seketika angin malam menerpa wajahnya dan mengakibatkan rambut sebahunya tertiup angin.
Olivia berdiri dipembatas balkon seraya memejamkan matanya dan menghirup udara disekitarnya dalam dalam lalu ia hembuskan.
"Aku kangen sama kamu kak, aku capek harus pura pura baik baik saja dihadapan semua orang agar mereka gak khawatir aku benar benar kehilangan kamu, lebih baik aku ditinggal dengan kesibukan kampus daripada harus ditinggal selamanya sama kamu, apa kamu pikir aku gadis kuat kak? aku juga seperti gadis lainnya yang rapuh dan lemah". Ucap Olivia terisak sambil memegang dadanya yang berdenyut
Olivia lalu menatap langit yang tidak ada bintang maupun bulan seakan melangkapi kesendirian Olivia.
"Lihatlah bahkan bintang aja gak ada, apa kamu tidak melihat ku dari atas sana kak kenapa kamu meninggalkan ku sendirian?".
"Aku merindukan kamu kak, aku masih ingat bicara dengan mu sepanjang malam, aku sangat rindu mendengar tawamu karena itu penuh dengan kebahagiaan, aku masih tau bagaimana suara mu terdengar, sedih, bahagia, malu atau marah aku masih ingat betul bagaimana cara kamu menyampaikannya, percayalah cintamu masih bergema disetiap sudut hatiku". Olivia semakin terisak dan meremas dadanya
"Jaga dirimu baik baik ya, aku mencintaimu".
Tiba tiba terdengar suara Aldo dari kotak musik yang dibawa oleh Olivia, memang tadi Olivia sempat menyalakan kotak musik itu karena dengan itu ia merasa Aldo ada disampingnya dan ia tidak menyangka kotak musik itu mengeluarkan rekaman suara milik Aldo.
Tangis Olivia semakin pecah, tidak berapa lama pandangan matanya menjadi kabur dan akhirnya ia pingsan dibalkon.
__ADS_1
Bersambung..