My Story

My Story
My Story | Kesibukan Olivia


__ADS_3

Beberapa hari ini Olivia disibukkan dengan urusan cafe nya karena sebentar lagi akan membuka cabang baru di Kota Yogyakarta, sebagian keperluan sudah disiapkan oleh orang kepercayaannya ia hanya menyelesaikan sisanya mengingat ia masih seorang pelajar jadi waktunya terbagi.


Setiap pulang sekolah ia langsung meluncur ke cafe dan pulang saat malam hari, keluarganya juga mengerti dan selalu memberi dukungan penuh.


"Bagaimana manager baru yang akan ditempatkan di Jogja?". Tanya Olivia kepada managernya


"Menurut orang kepercayaan kita lebih baik mengambil orang Jogja juga nona seperti cabang kita yang lain mengambil orang sesuai tempat berdirinya cafe kita".


"Oke setuju, dan pastikan selalu teliti saat menerima karyawan saya tidak mau kejadian beberapa bulan kemarin terulang lagi". Ucap Olivia tegas


"Baik nona". Sang manager juga ikut kesal saat mengingat kejadian beberapa bulan lalu, bagaimana tidak manager yang ada dicabang lain melakukan penyelewengan dana yang tidak sedikit mereka tidak tahu jika Olivia selalu mengawasi kinerja mereka walaupun tidak langsung, dan yang kedua ada pelayan wanita mencoba menggoda pelanggan menggunakan baju seksinya karena kejadian itu diruang VIP jadi pelayan wanita tersebut semakin berani, waktu itu Olivia tengah duduk di meja pelanggan ia tidak sengaja melihat seorang pelayan wanita seksi masuk ke ruang VIP awalnya ia tidak curiga tetapi setelah beberapa saat tidak melihat pelayan itu keluar maka ia mengecek cctv diruangan tersebut sepertinya pelayan itu lupa jika ada cctv, setelah melihat apa yang terjadi didalam sana tanpa pikir panjang Olivia membuka pintu ruangan itu secara kasar, ia melihat pelayan itu berada dipangkuan seorang lelaki tetapi jelas jika lelaki tersebut menolak kehadiran si pelayan.


"Apakah sebagai pelayan gajimu kurang sehingga mencari pekerjaan sampingan". Ucap Olivia waktu itu


Sontak pelayan yang bername tag Linda itu bangkit dari pangkuan lelaki tersebut dengan badan yang gemetar "M..maaf nona, saya.."


"Saya tidak ingin mendengar penjelasan mu, silahkan lanjutan pekerjaan sampingan mu diluar sana tetapi jangan disini, atau kau mau pekerjaan sampingan mu menjadi pekerjaan utama mu". Olivia menatap tajam Linda sedangkan Linda hanya menunduk takut tidak berbeda jauh dari lelaki yang digoda Linda tadi ia merasa seperti ketahuan selingkuh


"Tolong a..ampuni saya nona, saya tidak akan mengulanginya lagi".


"Memang tidak akan mengulanginya lagi karena kamu saya pecat".


Linda bersimpuh didepan Olivia tetapi Olivia menghindari "Saya benci dengan penggoda jadi silahkan kamu keluar". Titah Olivia tegas tidak bisa dibantah


Mau tidak mau pelayan itu keluar dari ruangan VIP ternyata diluar banyak yang melihat kejadian tersebut tidak sedikit karyawan lain yang mencemooh dan mencibir Linda, sebenarnya tidak hanya sekali Linda menggoda para pelanggan yang terlihat tampan dan kaya ia juga sudah diperingati oleh yang lain tapi tidak mau mendengar dan sekarang kesialannya menghampiri dirinya bahkan yang mempergoki bos nya langsung.


"Maaf atas ketidaknyamanan nya, sebagai rasa tanggung jawab saya memberi gratis apa yang anda pesan". Ucap Olivia kepada lelaki itu


Lelaki itu tidak merespon Olivia ia masih memandangi gadis remaja didepannya tanpa berkedip, ia takjub dengan kecantikan Olivia dan ketegasannya.


"Tuan apa anda baik baik saja?". Olivia menepuk bahu lelaki itu cukup keras


"Eh, iya?".


"Apa anda baik baik saja?". Ulangnya


"Oh tentu". Sambil menggaruk tengkuknya canggung


"Nama mu siapa?". Tanya lelaki itu

__ADS_1


"Olivia".


"Nama yang cantik secantik orangnya, perkenalkan nama saya Satria Putra Wiraguna". Olivia hanya mengangguk terbesit pertanyaan diotaknya


"Wiraguna, kek nama belakang Kak Aldo" . Batin Olivia


Dan semenjak saat itu Satria sering datang ke cafe milik Olivia hanya sekedar makan atau menggoda Olivia, ia juga tahu jika cafe langganannya ternyata milik Olivia, hubungan keduanya juga baik Olivia menganggap Satria sebagai abangnya begitu juga dengan Satria yang hanya menganggap Olivia sebagai adiknya.


'Drrtt drrttt'


Tertera nama 'BangSat' dilayar ponsel Olivia, sebelum mengangkat panggilan tersebut Olivia menyuruh managernya untuk keluar.


"Halo, iya kenapa bangsat". Ucap Olivia


"Sialan loe dek baru juga ngangkat telpon udah memaki gue bangsat". Gerutu Satria diseberang sana


Olivia terkekeh "Maksud gue Bang Satria karena kepanjangan jadi gue singkat aja jadi bangsat".


"Ck. gak enak banget didengernya".


"Enakin aja bang, btw ada apa nih".


"Lah apa urusannya sama gue, loe juga tiap hari datang pergi susuka hati loe, asekk".


"Ck. malah curhat, gue minta tolong dong kirimin makanan kek biasanya tapi masing masing 2 porsi ya nanti gue kirim alamatnya".


"Oke siap meluncur".


'Tutt tutt tutt'


Olivia mematikan panggilannya sepihak, membuat orang diseberang sana mengumpat habis habisan.


"Dasar adek laknat, kalo bukan adek gue udah gue cekik loe". Umpatnya berbicara dengan ponsel seakan akan itu adalah Olivia


"Maksudnya Aldo?". Tanya Erik sekretarisnya Satria, ia merupakan sahabat Satria sejak kuliah yang sengaja diangkat menjadi sekretaris oleh Satria


"Mikir dong Aldo kan lagi di Amsterdam ngapain juga gue minta dia buat ngirim makanan yang ada bisa nyampe besok".


"Terus?". Tanya Erik penasaran

__ADS_1


"Adik gue yang lain".


"Sejak kapan loe punya adik selain Aldo". Ucap Erik heran


Satria terkekeh melihat Erik yang kepo "Nanti gue jelasin".


...----------------...


"Dikirim ke alamat yang sudah saya kirim ya". Ucap Olivia sebelum mengakhiri panggilan lewat interkom


'Tok..tok..tok'


"Masuk".


Tampak sang manager yang bernama Livia masuk ke ruangan bos nya.


"Ada apa kak?". Tanya Olivia, walaupun ia bos nya tetapi ia tetap menghargai orang yang usianya lebih tua darinya


"15 menit lagi akan diadakan meeting mengenai pembookingan cafe kita untuk acara ulang tahun minggu depan, apa kamu mau ikut meeting kali ini?".


"Boleh, coba liat berkasnya biar aku pelajari dulu". Livia memberikan apa yang diminta oleh bos nya


"Kalo gitu aku keluar dulu ya nanti kalo udah siap aku akan panggil kamu". Olivia hanya mengangguk lalu Livia keluar dari ruangan


...----------------...


Disinilah sekarang Olivia hanya duduk manis dikursi sembari memperhatikan jalannya meeting yang dipimpin Livia.


"Bagaimana jika kita membatasi pesanan wine untuk acara tersebut, karena yang mengadakan acara masih pelajar tidak baik memberikan minuman seperti itu". Ucap seorang kepala pelayan


"Tapi bagaimana jika mereka tidak puas atas pelayanan kita". Sanggah seorang kepala koki


"Ekhem maaf menyela menurut saya berhubung ini acara untuk remaja seperti saya lebih baik kita tidak mengeluarkan wine, bir atau semacamnya, karena apa?, selain tidak baik juga pasti saat sudah mabuk akan lepas kontrol mengingat usia remaja masih labil belum nanti saat dijalan akan terjadi yang tidak diinginkan saya sangat merasa bersalah jika terjadi hal yang tidak tidak setelah dari sini walaupun itu bukan kesalahan dari kita dan jika orang itu protes maka langsung saja suruh untuk menemui saya jika tidak mau batalkan". Ucap Olivia tegas, mereka mengangguk setuju diam diam juga kagum atas sikap bos nya karena bos nya tidak hanya memikirkan keuntungan yang akan diperoleh saja tetapi juga memikirkan dampaknya


"Ada lagi yang ingin disampaikan?". Tanya Livia kepada peserta rapat


"Nona yang punya acara kan minta disediakan souvenir tetapi ia tidak tahu souvenir apa yang cocok, maka dari itu ia meminta sekalian dipilihkan souvenir". Ujar seorang asisten kepala pelayan


"Ah iya benar, menurut kalian apa yang cocok?".

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2