
"Ekhemm". Olivia terlonjak kaget mendengar deheman seseorang dibelakangnya
"Astoge, ngagetin aja ih". Ucap Olivia ketus sambil mengelus dadanya yang berdebar debar
Rafa terkekeh melihat ekspresi Olivia yang kaget menurutnya sangat lucu, tidak tahan ia pun mencubit pipi Olivia gemas.
"Aw aw aw lepasin sakit tau". Olivia menepis tangan Rafa yang berada dipipinya lalu mengusap pipinya yang terasa sakit
"Yok pulang, btw ada yang dapet coklat nih". Sindir Rafa sambil berjalan ke arah motornya bersama Olivia
"Tadi tiba tiba aja ada adik kelas yang ngasih ini terus main pergi gitu aja". Rafa tidak merespon penjelasan Olivia
"Naik". Titah Rafa datar, Olivia pun naik ke atas motor Rafa setelah ia memakai helm nya
Selama didalam perjalanan tidak ada pembicaraan sama sekali, Olivia ingin mengajak Rafa bicara tetapi ia urungkan karena ia bisa merasakan aura yang dipancarkan oleh Rafa tidak baik. Sampai tiba tiba Rafa memberhentikan motornya didepan minimarket, Olivia tidak berani bertanya.
"Tunggu sini jangan kemana mana, ingat". Perintah Rafa menatap tajam Olivia, tanpa sadar Olivia mengangguk
5 menit kemudian Rafa keluar dari minimarket membawa sekantong plastik, ia pun menghampiri Olivia yang duduk manis dibangku depan minimarket.
"Coklat yang tadi mana?". Tanya Rafa
Olivia mendongak menatap Rafa yang juga duduk didepannya "Kenapa?".
"Udah mana siniin". Ucap Rafa tanpa bisa dibantah, akhirnya Olivia pun menyerahkan coklat yang berpita pink tadi kepada Rafa dan Rafa menyimpannya ditas
"Loh kok dimasukin, itu kan punya gue".
"Nih gue ganti 10x lipat, coklat tadi gak layak dimakan". Ucap Rafa menyerahkan sekantong plastik yang berisi coklat
Olivia menganga jadi tadi Rafa masuk karena beli coklat untuknya bahkan beli 10x lipat dari coklat yang didapatnya dari adik kelas tadi, rasanya ada sejuta kupu kupu yang terbang dari perutnya.
"Ah jangan bilang kalo loe cemburu, iya kan?". Olivia memilih menggoda Rafa untuk menutupi rasa senangnya
"Siapa juga yang cemburu cuma kesel aja". Ucap Rafa polos, Olivia tertawa mendengarnya rupanya Rafa masih polos soal perasaan ia jadi semangat menggodanya
"Itu namanya cemburu, cemburu itu..".
"Gak, gue gak cemburu". Rafa memotong cepat ucapan Olivia
Olivia terkekeh "Ya udah iya gak cemburu tapi cemburu banget". Setelah mengatakan itu Olivia berlari menjauhi Rafa dan Rafa pun mengejarnya
...----------------...
Berbeda dengan pasangan yang tadi, Akira juga ternyata dapat coklat dari adik kelas dan dengan senang hati Akira pun menerimanya.
Pada saat Akira akan memasukkan potongan coklat itu ke dalam mulutnya..
__ADS_1
"Shakira". Teriak seseorang dari kejauhan, Akira pun terlonjak kaget
Ia bisa melihat raut wajah Jason yang asam apalagi ia tahu jika kekasihnya memanggil namanya seperti itu tandanya ia sedang kesal atau marah tetapi ia bingung apa sebabnya kekasihnya marah.
"Hay sayang". Sapa Akira saat Jason sudah berada dekat dengannya
"Coklat dari siapa?". Tanya Jason melipat kedua tangannya didepan dada tanpa memperdulikan sapaan dari Akira tadi
"Oh ini, dari adik kelas gak tau namanya". Ucap Akira santai sambil menunjukkan coklat yang ada ditangannya
Jason mendengus kesal, ia bukannya tidak tahu coklat itu dari siapa karena tadi ia melihat ada adik kelas yang memberikan coklat itu kepada Akira.
"Jangan dimakan nanti kamu sakit perut, mana siniin". Ucap Jason mengadahkan tangannya
"Ihh gak bakal lah aku biasanya juga makan coklat gak sakit perut". Tolak Akira, tanpa basa basi Jason merampas coklat itu dan berlalu pergi
"Ck. eh untung ini masih ada". Ucap Akira melihat masih ada sepotong coklat ditangannya yang akan ia makan tadi, ia pun akan memasukkan coklat itu ke dalam mulutnya
"Eh". Ternyata Jason berbalik dan mengambil coklat itu lalu dimasukkan ke dalam mulutnya sendiri dan kembali berlalu, Akira yang melihat itu pun mencebikkan bibirnya
"Ihh nyebelin". Umpat Akira sambil mengejar Jason
...----------------...
Beberapa hari pun berlalu Olivia dan Rafa juga semakin dekat, mereka juga sering menyempatkan untuk bertemu disela sela kesibukannya sekolah dan kuliah mereka.
"Hah hah akhirnya masuk tepat waktu". Ucap Olivia sembari menyandarkan punggungnya dikursinya
"Loe kesiangan lagi?". Tanya Akira yang duduk disamping Olivia, Olivia hanya mengangguk menanggapinya
"Loe udah ngerjain tugas mati matian?". Tanyanya lagi
"Matematika bego".
"Wahh mulut loe Liv masa matematika bego ck ck ck". Ucap Akira geleng geleng kepala sok polos
"Gak usah basa basi deh ambil aja sendiri ditas, gue mau nafas dulu". Ucap Olivia ketus, ia sudah hafal dengan sikap sahabatnya ini
"Emang loe dari tadi gak nafas?". Tanya Rachel menghadap kebelakang
"Bodo ah". Rachel dan Akira cekikikan sambil menyalin jawaban dari buku Olivia
Tiba tiba saja Dio anggota kelas masuk dengan santainya sembari bersenandung.
"Eh Neng Olip loe dicariin tuh". Celetuk Dio dengan raut muka yang serius
"Siapa?". Jawab Olivia malas, dalam hati jangan sampai salah satu adik kelas lagi yang menyampirinya
__ADS_1
"Yadi".
Olivia mengerutkan dahinya merasa tidak kenal dengan nama itu "Yadi siapa sih?".
"Yadirikulah". Ucap Dio dengan senyum lebar sambil mengangkat kedua tangannya diatas kepala membentuk hati
Olivia geleng geleng kepala "Sae lu kadal afrika".
"Udah baper belum?". Goda Dio mengangkat kedua alisnya berulang kali
"Apa baper baper". Ucap seseorang dibelakang Dio dengan suara yang lantang
"Allahu akbar". Ucap Dio kaget
"Silahkan duduk ditempat duduk mu". Ucap Bu Rika galak
"Baik Bu Rik".
"Apa kamu bilang?".
"Ha? tidak ada". Dengan cepat Dio berlari kecil ke tampat duduknya, yang lain pun cekikikan melihat adegan dipagi hari ini
Disepanjang jam pelajaran Olivia duduk dengan gelisah keringat keringat juga bermunculan, Akira yang mengetahui itu pun bertanya kepada Olivia.
"Liv loe kenapa?". Sambil mengguncang bahu Olivia, Olivia yang menelungkupkan kepalanya dimeja hanya menggeleng
"Loe sakit?". Tanyanya lagi
Dengan sisa tenaga Olivia mengangkat kepalanya dan menatap Akira, betapa terkejutnya Akira saat melihat Olivia dengan wajah yang pucat dan keringat yang mengalir sebesar biji jagung.
"Astaga Oliv". Pekik Akira alhasil satu kelas dan Bu Rika yang sedang menulis dipapan tulis terkejut, Olivia pun mendengus karena respon sahabatnya itu
"Ada apa Akira, kamu tahu? Kamu sudah mengganggu ketenangan kelas dan..".
"Bu maaf bukan waktunya ceramah, lihatlah Oliv sakit". Ucap Akira memotong ucapan Bu Rika sambil menunjuk Olivia yang ada disampingnya
Bu Rika pun menoleh ke arah Olivia, beliau melihat Olivia menopang dagunya dengan mata yang terpejam dan tangan satunya memegangi perut terkadang Olivia meringis.
"Oliv jika sakit silahkan ke uks biar diantarkan teman mu". Titah Bu Rika
"Ayo Liv gue antar". Ucap Cia cepat
"Gue juga". Sambung Rachel
"Gue ikut". Sahut Akira
"Ck. salah satu aja yang antar kalian pasti mau kabur dari jam saya kan". Todong Bu Rika yang sayangnya memang benar
__ADS_1
Bersambung..