My Story

My Story
My Story | Live Music


__ADS_3

Malam minggu pun sudah tiba, Ozan sedari tadi sudah menunggu kakaknya diruang tengah namun sampai setengah jam ia menunggu kakaknya belum muncul juga.


"Loh kamu belum berangkat Zan?". Tanya Papi Beni saat melihat anak bungsunya masih duduk diruang tengah


Ozan mendengus kesal "Gimana mau berangkat, Oliv aja belum nongol dari tadi". Jawab Ozan ketus


"Biasa aja dong jawabnya kok malah papi yang dimarahi, panggil kak jangan nama saja". Titah Papi Beni tegas diakhir kalimat


"Iya iya". Ucap Ozan malas


Tak lama kemudian terdengar suara bell tanda ada tamu, Bi Mumun tergopoh gopoh berlari kedepan untuk membukakan pintu.


"Siapa yang bertamu?". Gumam Ozan tapi masih didengar Papi Beni


"Tuan, den didepan ada tamu laki laki tampan sekarang sudah diruang tamu". Ucap Bi Mumun senyum senyum


Papi Beni dan Ozan mengernyitkan dahinya dan saling pandang lalu mereka berjalan menuju ruang tamu meninggalkan Bi Mumun.


Terlihat seorang laki laki menggunakan kaos oblong dilapisi jaket berwarna hitam, celana panjang jeans dan sepatu sneaker berwarna putih.


"Kak Rafa".


Yang dipanggil pun menoleh ke sumber suara dan tersenyum tipis lalu beranjak dari duduknya untuk mencium tangan Papi Beni.


"Selamat malam om, Ozan".


"Malam, ada apa ya?". Tanya Papi Beni menyelidik


"Pasti cari Kak Oliv kan, Pi ini tuh temannya Kak Oliv sekaligus kakak kelasnya, dulu selalu jengukin Kak Oliv waktu di rumah sakit". Jelas Ozan tersenyum lebar


Papi Beni terlihat mengingat ingat wajah laki laki dihadapannya ini.


"Ah iya papi ingat, Nak Rafa kan?".


"Betul om, saya kesini ingin menjemput Via eh maksudnya Olivia untuk ke acara live music di cafenya".


"Oh iya iya, om ijinkan kebetulan Olivia lagi siap siap tapi dari tadi belum turun tuh lihat Ozan sudah lumutan". Ucap Papi Beni terkekeh, sedangkan Ozan cemberut


"Sana panggil kakak kamu". Titah Papi Beni


"Ojan ayo kit..". Tiba tiba Olivia muncul dari dalam dan ucapannya terhenti karena melihat orang yang dikenalnya berada dirumahnya


"Nah akhirnya muncul juga, gue udah lumutan tau". Semprot Ozan, sedangkan Olivia diam membeku ditempatnya


Rafa juga diam terpesona oleh kecantikan Olivia yang mengenakan rok jeans sebetis dan kaos oblong warna putih didadanya ada tulisan kanji dan dilengkapi tas selempang, lalu sepatu sneakers warna denim, rambutnya ia ikat asal keatas menampilkan lehernya yang putih dan jenjang.


"Ekhem..ayo kita berangkat keburu malam nih". Ujar Ozan memecahkan keheningan

__ADS_1


"Eh Kak Rafa juga ikut?". Tanya Olivia


"Iya dia jemput kita". Sahut Ozan percaya diri


"Hufftt gapapa lah kali ini ada Ozan dulu, siapa tau besok bisa berduaan dengan Via". Gumam Rafa dalam hati


Lalu mereka bertiga pun keluar setelah berpamitan kepada Papi Beni.


Didalam mobil hanya ada keheningan tidak ada yang memulai pembicaraan.


"Kirain loe bareng sama yang lain". Ucap Olivia basa basi melirik Rafa sekilas


Rafa melirik Olivia sekilas lalu menghadap kedepan lagi, jalanan lumayan macet jadi harus hati hati.


"Yang lain jemput pasangannya masing masing". Jawab Rafa


Olivia melongo mendengar kata 'pasangan', apa ia sekarang berarti pasangannya Rafa, pikirnya


"Jangan ge'er dulu". Ujar Rafa seolah tahu apa yang dipikirkan oleh Olivia, Olivia tidak menjawab ia melengos kesamping


Sedangkan Ozan mengamati gerak gerik keduanya dari bangku belakang.


"Hmm sepertinya ada benih benih cinta disini, bukan Kak Oliv tapi Kak Rafa, iya benar Kak Rafa sepertinya suka sama Kak Oliv". Ucap Ozan dalam hati


"Kok diam aja Zan, biasanya loe yang paling cerewet". Ucap Rafa


"Mana ada gue cerewet, Kak Oliv tuh paling cerewet".


"Emang loe pikir gue berani eh maksudnya loe pikir gue takut". Ujar Ozan dengan gaya tengilnya


"Dasar tarzan stres".


"Dari pada loe nenek gayung".


"Cantik badai ulala gini loe bilang nenek gayung, sini loe gue jitak". Olivia berusaha menggapai bagian tubuh Ozan dan Ozan pun menghindar


Sedangkan Rafa yang melihat interaksi kakak adik tersebut hanya geleng geleng kepala sambil tersenyum tipis.


Setelah terkena macet akhirnya mereka sampai juga di cafe milik Olivia, tampak kendaraan memenuhi lahan parkir, Olivia mengarahkan untuk memarkirkan mobilnya diparkir khusus dan terlihat diparkir khusus sudah ada mobil milik teman temannya Rafa, Olivia yakin pasti teman temannya Rafa menjemput temannya.


Saat masuk juga sudah banyak pengunjung, dari kejauhan Rachel melambaikan tangan ke arahnya tanpa basa basi Olivia dan kedua bodyguardnya yaitu Rafa dan Ozan mengikuti dari belakang.


"Wagileee Babang Rafa udah besar bun". Celetuk Kenzo saat mereka sudah dekat dibangku teman temannya


"Gue kira loe berangkat sendiri eh ternyata diam diam menghanyutkan". Sambung Rai


"Wah Ozan juga ikut ternyata". Ucap Akira tersenyum membuat mata sipitnya hilang

__ADS_1


"Iya kak, kan gue butuh refreshing juga".


"Nih kita tadi udah pesenin minuman buat kalian, kalo makanan pesan sendiri ya". Ucap Cia


"Oke sans". Ucap Olivia


"Ini udah mulai dari tadi?". Tanya Olivia


"Belum, ini juga baru satu lagu". Olivia mengangguk, pantes ia tadi tidak jadi pusat perhatian lebih tepatnya Rafa karena perhatian pengunjung fokus kedepan


Mereka pun mengobrol sesekali ikut bernyanyi, Olivia memperhatikan sekitar ternyata pengunjungnya juga antusias ia juga ikut senang.


'Coba tanyakan lagi pada hatimu'


'Apakah sebaiknya kita putus atau terus'


'Kita sedang mempertahankan hubungan'


'Atau hanya sekedar menunda perpisahan'


Terdengar mereka ikut bernyanyi dipenggalan lirik tersebut, bahkan ada pengunjung yang nangis ada juga yang menyanyikan dengan emosi.


"Tuh liat pasti mereka lagi ngerasain kaya lirik lagu itu". Celetuk Akira mengamati sekitar


Terdengar isak tangis didekat mereka dan ternyata Icha yang menangis.


"Cha loe ngapain ikutan nangis sih?".


"Gue baper sama lagunya terus gak bisa bayangin sama kisah cinta mereka yang kaya gitu hiks hiks". Mereka menepuk jidatnya masing masing hanya Kenzi yang merangkul kekasihnya untuk menenangkan


"Liv loe nyanyi sana tuh mumpung udah selesai lagunya tadi". Celetuk Cia


"Gak ah malu gue".


"Ayolah kita tau suara loe bagus". Giliran Rachel yang berucap


"Iya Liv kita juga penasaran sama suara loe". Ucap Kenzo dan diangguki yang lain


"Udah sana gue tau suara loe bagus". Ucap Rafa


Jika teman temannya sudah maksa begini Olivia mana bisa untuk menolak, akhirnya ia bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arah panggung.


Mereka tersenyum karena memang sengaja supaya Olivia bisa mengungkapkan perasaan sedihannya lewat lagu.


Disudut lain ada yang menatap Olivia tidak percaya saat melihat Olivia berjalan ke arah panggung.


"Dia mau ngapain?". Tanyanya kepada perempuan yang duduk disebelahnya

__ADS_1


"Lihat aja nanti". Ujarnya tersenyum melihat Olivia


Bersambung..


__ADS_2