My Story

My Story
My Story | Support


__ADS_3

Pulang sekolah sahabat Olivia menyempatkan untuk mampir ke rumahnya Olivia setelah tadi mereka mendapat kabar dari wali kelas bahwa Olivia sakit maka dari itu ia tidak masuk sekolah, sedangkan Rafa dkk tidak bisa ikut karena ada les tambahan di sekolah.


Mereka sedari tadi sudah berada dikamarnya Olivia bercerita kesana kemari membahas yang tidak penting, mereka sudah tahu jika Olivia mengalami depresi ringan dan Mami Yulia meminta mereka untuk jangan menyinggung masalah itu didepan Olivia dan mereka pun menyetujuinya, sungguh mereka ikut perihatin dengan keadaan Olivia.


Sedangkan Olivia hanya menyimak pembicaraan mereka terkadang tersenyum tipis jika menurutnya ada yang lucu, ia bersyukur memiliki sahabat seperti mereka yang tidak hanya ada disaat senang tapi disaat ia sedih bahkan terpuruk seperti sekarang pun mereka selalu ada dan selau menyuportnya.


"Liv loe nangis?". Tanya Icha yang tidak sengaja melihat Olivia meneteskan air matanya


"Ada yang sakit Liv? bilang sama gue". Ucap Rachel khawatir


Bukannya tenang justru tangis Olivia malah pecah mengakibatkan mereka kelabakan dengan situasi seperti ini, akhirnya Cia pun memeluk Olivia yang kebetulan posisinya lebih dekat dari Olivia.


"Loe kenapa Liv, ada yang sakit?". Tanya Akira cemas sambil memegang tangan Olivia, Olivia hanya menggeleng disela sela tangisnya


Cia masih setia memeluk Olivia dan mengusap punggung Olivia, setelah agak tenang Olivia melepaskan pelukannya dari Cia dan mengambil tisu dinakas samping tempat tidur.


Srottt


"Iwwwww jorok banget sih loe". Protes Akira yang notabane suka jijik yang berbau hal yang jorok


Olivia tidak menghiraukan protesan Akira, ia malah santai sambil mengusap air matanya menggunakan tisu yang baru.


Srottt


"Ihhhhh gue gak mau denger". Pekik Akira sambil menutupi telinganya dengan kedua tangannya dan menenggelamkan wajahnya dibantal


Mereka terkekeh senang dan memang Olivia sengaja mengerjai Akira.


"Udah Ra si Oliv dah selesai tuh". Ucap Cia menahan tawanya


Akhirnya Akira mengangkat kepalanya dan melepaskan kedua tangannya dari telinga, tapi siapa sangka justru tisu bekas Olivia disodorkan didepan wajahnya.


"Ihhhhhh jauhin itu dari gue, kalo gak gue lempar nih kalian pake sandal". Ucap Akira kesal bersiap akan melamparkan sandal yang entah dapat dari mana bukannya takut mereka malah tertawa terbahak bahak


"Loe ngapain segitunya sih lagian ini cuman tisu".


"Tisu yang ada ingusnya Olivia". Sahut Akira cepat


"Kalian tau jorok gak sih". Imbuhnya, mereka menggeleng polos


"Cih".


"Ya udah iya ini gue buang". Ucap Olivia berjalan menuju tempat sampah yang ada dikamarnya, Akira membuang muka karena masih kesal dengan teman temannya

__ADS_1


"Ra". Panggil Rachel


"Hmm".


"Nengok dong kalo dipanggil gak sopan tau".


Dengan malas Akira pun menengok ke arah Rachel.


Plak


Dengan reflek Akira menepis tangan Rachel yang menyodorkan tisu kehadapannya.


"Aww kok loe malah mukul tangan gue sih, gue udah baik ya nyodorin loe tisu buat lap tuh air mata loe yang mau keluar". Ujar Rachel kesal sambil mengelus tangannya yang tadi dipukul oleh Akira


"Ma..maaf Hel gue gak sengaja sumpah, gue tadi ngira loe nyodorin bekasnya Oliv". Ucap Akira merasa bersalah


"Loe gak liat apa, punyanya Oliv udah dia buang". Ucap Rachel ketus


"Udah udah kok malah pada ribut gini sih cuma masalah tisu loh". Lerai Icha


"Balik ke topik awal kenapa Oliv tadi nangis". Celetuk Cia mengalihkan pembicaraan, meraka mengangguk


"Gue bersyukur aja masih dikelilingi orang orang yang baik kaya kalian, masih ada yang dukung gue gimana pun keadaan gue". Olivia menjeda ucapannya


Mereka pun membulatkan matanya terkejut dengan apa yang baru saja didengarnya, mereka memang berharap Olivia menceritakan keluh kesahnya supaya tidak menanggung sendiri masalahnya sesuai yang diucapkan Mami Yulia tadi tapi yang baru saja mereka dengar sangat mengejutkannya.


"Menemani". Ulang mereka lirih


"Emm Liv memang siapa yang ada didalam mimpi loe dan nyuruh loe buat menemani Kak Aldo?". Tanya Cia hati hati


"Gue gak tau, didalam mimpi cuma ada suara aja tapi orangnya gak tampak". Ujar Olivia pelan


"Itu bukan siapa siapa Liv, loe gak usah dengerin mimpi loe itu buktinya dikehidupan nyata keluarga Kak Aldo gak ada yang nyalahin loe kan dan kepulangan Kak Aldo kemaren memang bukan kesalahan loe". Ucap Rachel tegas


"Benar yang dikatakan Rachel Liv loe harus berpikir positif, loe gak mau kan Kak Aldo sedih liat loe yang kaya gini". Sambung Icha yang sekarang lebih nyambung mungkin karena Kenzi maybe


"Tapi kemaren Kak Aldo pulang karena mau nemuin gue kan". Ucap Olivia pelan


"Loe jangan terlalu GR Liv, Kak Aldo gak cuma mau nemuin loe tapi juga keluarganya". Bantah Rachel kesal, mereka menatap Rachel sinis bisa bisanya Rachel mengucapkan kalimat itu, pikirnya tetapi Rachel bodo amat


"Gue gak bisa melupakan Kak Aldo". Ungkap Olivia sendu


"Siapa yang nyuruh loe buat melupakan Kak Aldo, kita cuma mau loe mengikhlaskan Kak Aldo supaya dia tenang disana". Sahut Akira

__ADS_1


"Pelan pelan aja mungkin dengan langkah awal loe kumpulin semua barang pemberian Kak Aldo dan loe simpan dimana gitu terserah loe, kenapa gitu? kalo gak gitu setiap loe lihat barang itu pasti loe akan kepikiran terus dan loe makin susah buat mengikhlaskan". Usul Rachel


Olivia memikirkan usulan Rachel yang memang ada benarnya dan ia pun mengangguk kecil, mereka akhirnya tersenyum lega.


"Semoga loe berhasil bangkit Liv". Ucap mereka dalam hati


...----------------...


Malam harinya setelah Olivia menyelesaikan makan malamnya dikamar, ia duduk diatas ranjang sandaran dengan kepala ranjang sambil mendengarkan kotak musik pemberian Aldo.


Drrt drrt


Olivia membuka matanya saat mendengar ponselnya bergetar dan mengambilnya dinakas, ia pun melihat nama yang tertera dilayar ponselnya 'Rafandra', ia mengernyitkan dahinya tidak biasanya si dingin Rafa menghubunginya tanpa pikir panjang ia pun mengangkatnya.


"Halo".


Hening tidak ada jawaban


"Halo".


Lagi lagi tidak ada jawaban hanya ada suara nafas seseorang.


"Woy kalo gak niat ngomong gak usah telpon, gue gak butuh napas loe buang buang waktu gue aja". Olivia bersiap akan memutuskan panggilannya tetapi ia urungkan saat dari seberang sana memanggilnya


"Via".


Entah mengapa setiap mendengar Rafa memanggil namanya Via seperti ada sesuatu yang lama hilang dan seakan muncul kembali tetapi ia tidak tahu apa itu.


"Via loe masih disitu kan, sekarang malah giliran loe yang diam".


"I..iya gue masih disini, ada apa?".


"Gapapa, gimana keadaan loe?".


"Udah baik".


Hening


"Ya udah tidur aja udah malam, good night". Rafa mematikan panggilannya sebelum Olivia menjawab


"Apaan sih nih orang cuma nanya gitu doang". Gerutu Olivia, lalu ia pun bersiap untuk tidur berharap ia tidak mimpi buruk lagi


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2