My Story

My Story
My Story | Kotak Musik


__ADS_3

Setelah beberapa hari acara pemakaman Olivia sama sekali tidak keluar dari kamar bahkan urusan makan biasanya akan diantar oleh maminya ke kamar beruntung Olivia masih mau makan walaupun hanya sedikit, ia terus menangis dan termenung meratapi nasibnya yang menyedihkan apalagi ia merasa menyesal karena sebelum ini ia sempat berpikir negatif tentang Aldo.


Flashback on


Saat beranjak pulang dari makam, Satria meminta untuk berbicara sebentar dengan Olivia menurutnya waktu itu sangat tepat agar masalahnya cepat selesai dan tidak ada lagi yang mengganjal.


Dan sekarang Satria dan Olivia duduk dibangku taman yang tidak terlalu jauh dari makam, untuk beberapa saat hanya ada keheningan diantara keduanya sibuk dengan pikiran mereka masing masing.


"Gue tau hati loe masih ada yang mengganjal". Ujar Satria tiba tiba, Olivia tersentak mendengarnya membiarkan Satria melanjutkan ucapannya


"Loe ingat dengan foto Aldo dan seorang wanita waktu itu?". Tanya Satria menatap mata Olivia yang sembab, Olivia hanya mampu mengangguk


"Gue pernah bilang kan kalo itu cuma kesalahpahaman aja dan biarkan Aldo yang menjelaskan, tapi ternyata sebelum Aldo menjelaskan dia udah pergi duluan dan gue menggantikan Aldo untuk menjelaskan itu semua ke loe supaya loe gak menerka nerka lagi". Satria menjeda ucapannya


"Jadi didalam foto itu memang Aldo dan seorang wanita yang bernama Sella, jadi Sella itu sengaja mendekati Aldo karena atas suruhan Riki dan Silvi, loe masih ingat kan dengan orang itu?". Olivia mengangguk, tentu saja Olivia masih mengingat orang itu yang sudah berani munculiknya


"Nah tujuan Sella mendekati Aldo supaya Aldo tergoda dengannya dan akhirnya mengkhianati loe tapi nyatanya Aldo tidak tergoda sama sekali bahkan terang terangan menolak kehadiran wanita itu, sampai akhirnya suatu saat Aldo sedang berada di cafe sendiri tiba tiba wanita itu datang dan akhirnya Aldo menoleh karena terkejut bahkan jarak wajah mereka sangat dekat dan Sella menyuruh orang untuk memfoto dirinya dan Aldo dari belakang tubuhnya supaya terlihat seperti ciuman". Jelas Satria panjang lebar, Olivia menyimak dengan baik setiap kata yang keluar dari bibir Satria


"Terus Sella itu kemana?". Tanya Olivia datar


Satria mengangkat bahunya tanda ia juga tidak tahu "Kata Aldo dia menghilang entah kemana setelah Aldo membongkar kebenarannya dan ternyata itu berhubungan dengan penculikan loe".


"Gue gak tau sekarang harus bersikap gimana, gue seneng ternyata Kak Aldo benar benar gak main dibelakang, tapi gue juga sedih kebenaran ini baru gue tau setelah dia pergi". Ujar Olivia sendu menatap langit yang terlihat nampak berwarna jingga

__ADS_1


Satria tidak tahan ia segera merengkuh tubuh lemah Olivia dalam dekapannya "Kita harus kuat ini bukan akhir dari segalanya, kehidupan akan berlanjut boleh sedih tapi jangan meratapi kesedihan itu, selain tidak baik untuk diri kita yang terus tersiksa gak baik juga buat Aldo disana yang juga ikut sedih melihat orang orang yang disayang nya terus sedih karena kepergiannya".


Setelah lumayan tenang, Satria mengeluarkan sebuah kotak dengan ukuran tidak terlalu besar yang diatasnya ada pitanya.


Olivia mengerutkan dahinya bingung menatap kotak yang disodorkan untuknya.


"Apa ini?".


"Bukalah, gue juga gak tau apa isinya yang jelas ini dari Aldo, sebelum berangkat ternyata dia udah kirim paket kesini katanya takut kalo gak kesampaian buat ngasih langsung". Satria terkekeh kecil mengingat percakapan terakhir melalui telepon dengan adiknya


Olivia tertegun sesaat ternyata Aldo sudah mempunyai firasat makanya dia melakukan itu, dengan perlahan Olivia membuka kotak itu.


Lagi lagi Olivia tertegun dengan isi didalam kotak tersebut, sebuah kotak musik yang berbentuk snowball dan didalamnya ada semacam patung laki laki dan perempuan berdansa, ia ingat dulu saat di Amsterdam Olivia ingin sekali membeli kotak musik itu tapi karena ada suatu kendala ia mengurungkan niat itu dan sekarang ia tidak menyangka jika Aldo memberikan kotak musik tersebut mungkin Aldo bermaksud memberikan kenang kenangan untuknya.


Dengan mata yang berkaca kaca Olivia menyalakan kotak musik itu seketika patung tadi bergerak berdansa dan ada lampu yang menyala mengelilingi kedua patung itu, Olivia tersenyum air matanya pun menetes seakan suara merdu dari kotak musik itu menenangkan pikirannya, Satria yang melihat itu pun ikut tersenyum.


"Eh itu ada suratnya". Suara Satria membuyarkan ketenangan Olivia sesaat


"Nanti aja dirumah gue bacanya".


Flashback off


Olivia tersadar dari lamunannya, ia segara meraih kotak musik yang berada di nakas kemudian ia menyalakannya, Olivia merasa tenang dengan musik yang keluar itu, setiap malam sebelum tidur ia selalu menyalakannya karena akan membuat tidurnya nyenyak.

__ADS_1


Perlahan matanya akan terpejam tapi tiba tiba ia membuka matanya lebar lebar kemudian membuka laci nakas mencari sesuatu, setelah dapat ia menegakkan tubuhnya dikepala ranjang.


Dengan hati berdebar debar Olivia membuka perlahan surat yang terselip dikotak musik itu waktu lalu.


Hai sayang..


Sebelumnya aku minta maaf tidak datang menjenguk saat kamu butuh dukungan dari orang terdekat.


Kamu tau sayang aku juga tersiksa dan tidak bisa tenang waktu itu dan terus memikirkan keadaan mu, sampai akhirnya aku menyuruh Bang Satria untuk melihat keadaan mu anggap saja sebagai pengganti ku sementara hehe..


Dan untuk kotak musik itu entah kenapa aku ingin membelikan untuk mu terlepas dulu kamu juga menginginkan itu karena menurut ku suatu saat nanti pasti kamu butuh


Oh iya hampir lupa jika suatu saat nanti kita tidak bisa bertemu dan bersama maukah kamu untuk berjanji dengan ku, berjanjilah untuk terus tersenyum, berjanjilah kamu akan bahagia meski tidak dengan ku, berjanjilah lanjutkan hidupmu dengan baik kenanglah aku disudut hatimu sebagai cinta pertama mu karena aku juga akan melakukan hal yang sama hehe


Sepertinya sudah ya, baiklah aku akhiri saja


Bye sayang


From Your First Love Aldo


Olivia mengusap air matanya, rupanya Aldo sudah berpamitan dengannya melalui surat itu dan apa katanya tadi dia disuruh berjanji sesuatu yang sulit untuk sekarang ini? Ia tidak bisa berjanji untuk itu tapi ia akan berusaha, sebenarnya Olivia sudah mulai bisa mengikhlaskan tetapi kenangan kenangan keduanya yang membuat ia stuck di masa lalu.


"Oke Olivia loe harus bisa, bisa, bisa". Ucapnya menyemangati diri sendiri

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2