My Story

My Story
My Story | Ungkapan


__ADS_3

Setelah mampir di pom bensin buat ganti baju, Olivia dan Rafa lanjut untuk mencari tempat makan.


"Eh makan disitu aja kak, enak kayanya". Tunjuk Olivia sambil mengumpulkan kapas bekasnya yang tadi digunakan untuk membersihkan make up diwajahnya


Rafa melihat tempat makan yang ditunjuk Olivia tadi, ia mengerutkan dahinya tidak percaya.


"Rumah masakan padang". Gumamnya yang mampu didengar oleh Olivia


"Iya disitu aja kak, gue udah laper lagian enak tau kita bisa ambil sendiri murah lagi". Jelas Olivia dengan semangat


Awalnya Rafa ingin menolak tapi melihat Olivia yang sangat terlihat lapar ia pun menurut, tidak ada salahnya mencoba, pikirnya.


Setelah mobil sudah terparkir rapi Olivia pun bergegas akan keluar tapi ia urungkan saat tangannya ditahan oleh Rafa, Olivia menoleh dan mengangkat sebelah alisnya seolah olah bertanya 'kenapa'.


"Tunggu sebentar". Ucap Rafa tanpa menunggu jawaban Olivia, Rafa sudah keluar terlebih dahulu lalu memutari mobilnya dan membukakan pintu untuk Olivia


"Ayo". Ucap Rafa sambil mengulurkan tangannya, dengan ragu ragu Olivia pun menerima uluran tangan tersebut


Mereka berjalan berdampingan sambil bergandengan tangan masuk ke rumah makan tersebut, ternyata didalam masih ada beberapa pengunjung yang sedang makan walaupun tidak banyak karena memang sudah lewat dari jam makan siang.


"Selamat datang, silahkan". Ucap seorang pegawai wanita tersenyum ramah berkisar umur 30 tahunan sambil menunjukkan alat makan yang sudah tersedia


"Terima kasih". Ucap Olivia sambil tersenyum sedangkan Rafa sudah memasang wajah datar andalannya


Mereka pun segera mengambil nasi dan lauk pauk lalu mencari tempat duduk yang menurut mereka nyaman.


"Permisi, minumnya apa?". Tanya seorang pegawai pria menghampiri meja Olivia dan Rafa


"Loe minumnya apa kak?". Tanya Olivia


"Es jeruk aja".


"Es teh satu, es jeruk satu sama air mineral nya satu ya".


"Baik kak, mohon ditunggu". Olivia mengangguk, lalu pegawai pria tersebut hilang dari tembok pembatas


Setelah kepergiaan pegawai tersebut hanya ada keheningan dimeja mereka, sampai minuman yang dipesan pun datang.


...----------------...


Ditempat lain Cia pulang bersama Rai, awalnya Cia tidak mau tetapi Rai memaksa dan dengan terpaksa Cia pun menurut.


"Kok berhenti?". Tanya Cia saat mobil yang mereka tumpangi berhenti didepan minimarket


"Ada yang mau gue beli, loe mau nitip gak?". Ucap Rai menjawab sekaligus bertanya


"Gue nitip minuman dingin aja". Rai mengangguk lalu keluar dari mobil

__ADS_1


"Sebenarnya dia baik tapi gue belum siap". Gumam Cia lirih sambil menatap punggung Rai yang masuk ke minimarket


Didalam minimarket setelah Rai mendapatkan apa yang dicari ia segera menuju kasir, saat melihat petugas kasirnya seketika jiwa playboy Rai pun bangkit.


"Ada yang mau ditambahkan?". Tanya petugas kasir itu ramah


"Gak ada". Ucap Rai


"Eh ada, tambahkan nomor whatsapp kamu ya". Imbuhnya menampilkan senyum yang biasa ia tunjukkan untuk para korbannya


"Gak ada". Ucap petugas kasir tersebut sambil sibuk menghitung belanjaannya Rai


Rai mengerutkan dahinya "Kalo gitu id line".


"Gak ada".


Rai pun tidak menyerah "Ya udah instagram aja kalo gak twitter atau facebook".


"Gak ada".


"Terus punya nya apa?". Tanya Rai sedikit kesal, harusnya ia bersyukur karena ada lelaki tampan yang meminta nomornya, pikirnya


"Punya nya suami". Ucap petugas kasir itu tersenyum manis


Jederrrr


"Pttfff". Cia yang mendengar semuanya pun menahan tawanya


Karena tidak ingin lebih malu lagi Rai pun segera membayar semua belanjaannya dan bergegas keluar tanpa memperdulikan Cia yang menertawakannya.


Saat sudah berada diluar Cia sudah tidak bisa menahan tawanya lagi sambil memegangi perutnya, Rai yang berada didepan pun seketika membalikkan badannya.


"Puas loe, lagian ngapain juga sih loe bisa ada disana tadi". Ucap Rai dengan wajah yang memerah karena kesal, malu


"Buahahahaha". Bukannya berhenti tertawa Cia malah semakin tergelak


"Kalo loe ketawa lagi gue turunin loe disini". Ancam Rai


"Hah apa loe mau nurunin gue disini? loe pikir gue takut dan loe pikir gue cewek manja kaya pacar pacar loe itu, sorry ya gue bisa pulang sendiri tanpa adanya loe".


Rai tertegun sesaat, "Benar juga Cia bukan gadis yang lemah yang suka merengek rengek kepada lelaki bahkan setau gue dia juga jago bela diri". Batin Rai


"Ck. serius banget sih gue cuma bercanda, lagian gue kan tadi yang mau nganterin loe jadi harus tanggung jawab dong nganterin loe sampe rumah dengan selamat". Ucap Rai sok bijak


"Whatever". Ucap Cia lalu berlalu masuk mobil, Rai pun tersenyum tipis dan menyusul Cia masuk mobil


...----------------...

__ADS_1


"Thanks ya, mau masuk dulu gak?". Tanya Olivia saat mobil sudah berhenti didepan pagar rumahnya


"Gak dulu deh, lain kali aja".


Olivia mengangguk lalu saat akan keluar lengannya ditahan oleh Rafa.


"Kenapa?".


Bukannya menjawab Rafa malah menatap wajah Olivia lamat lamat.


"A..ada apa sih, ada kotoran ya dimuka gue?". Tanya Olivia mengalihkan pandangannya ke sembarang arah


"Ya, ada sesuatu dimuka loe". Ucap Rafa tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Olivia


Olivia membelalakan matanya dan menyentuh wajahnya untuk menghilangkan yang dimaksud sesuatu oleh Rafa, pada saat akan meraih spion yang ada diatasnya tangan Olivia dicegah oleh Rafa.


"Kenapa sih?". Tanya Rafa manatap mata Olivia, Olivia yang tidak mengerti pun hanya mengerutkan dahinya


"Kenapa nih bocah, kok jadi horor gini sih". Batin Olivia yang tiba tiba menjadi gugup


"Kenapa kok loe cantik". Tiba tiba saja kalimat itu meluncur begitu saja dari mulut Rafa, Olivia melotot


"Hah?".


"Dan sesuatu tadi sebenarnya gak ada apa apa kok tapi walaupun ada pasti loe tetap cantik". Ujar Rafa sambil tersenyum manis


"Hah?".


"L..loe kenapa sih kak, kok jadi aneh gini?". Ucap Olivia terkekeh


Rafa menggaruk pipinya yang tiba tiba gatal, ia bingung harus mulai dari mana.


"Liv izinkan gue buat masuk ke dalam hati loe". Ucap Rafa dalam sekali tarikan nafasnya


Deg


Olivia memalingkan wajahnya, jujur ia tidak siap untuk menjalin hubungan dengan seseorang karena rasa itu masih ada untuk Aldo.


"Gue tau loe belum bisa move on tapi izinkan gue buat berjuang, kasih gue kesempatan buat masuk ke dalam hati loe, gue gak akan menggantikan posisi Kak Aldo dihati loe karena gue tau posisi itu gak akan pernah tergantikan tapi gue mohon sama loe letakkan nama Kak Aldo disudut hati loe karena gue gak mau posisi gue dihati loe berdampingan dengannya karena gue gak mau berbagi". Ucap Rafa panjang lebar dengan sungguh sungguh, Olivia bungkam tidak tau harus bagaimana


"Loe gak perlu jawab sekarang tapi gue bakal tunggu jawaban loe dan gue harap jawaban itu gak mengecewakan". Lanjut Rafa saat melihat Olivia terdiam


"Masuk gih istirahat". Olivia hanya mengangguk dan keluar dari mobil


Saat mobil Rafa sudah berlalu, Olivia menghela nafasnya berat "Apa gue bisa". Gumamnya, lalu ia masuk ke rumah


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2