nikah karena di grebek

nikah karena di grebek
14.s Sedikit masa lalu


__ADS_3

"kenapa"tanya Dewi sepupuku yang lagi main ke rumah dinas ayah.Tadi pagi setelah ayah berangkat dan Satrya sekolah Pake motorku yang lama,aku menghubunginya dan menceritakan kalau aku sekarang tinggal sama ayah.


"kemarin momen pertama aku tinggal disini masak aku ditinggal ayah pergi buat makan malam sama Gisna"kataku sebel.


" Itu Mak sama anak sama sama gatel ya"kata Dewi.


"kemarin Dewa nemuin aku katanya gisna cerai sama suminya dan anaknya sekarng ikut mamanya di Jogja".


"jadi singel dong dia ga ada buntut"katanya.


"ah berangkat yu"kataku malas kalau harus bahas Gisna.


"Gimana rencana selanjutnya " kataku. Aku lagi makan siang bersama Dito dan Bima di kantin mabes.


"Bukti dah komplit cuma belum kuat aja takutnya Bambang,Bowo,Bimo dan dr.tio serta antek antek mereka bisa mengelak" kata Bima.


"mereka rapi Main nya"sambung Bima lagi


"kira kira kalau kita bikin Wulan kabur dr RSJ kira kira Bambang kebakaran jenggot ya"ceplos ku


"wah bagus bang kalau Wulan adalah saksi yang Bambang bikin over dosis supaya end,tapi malah kabur pasti dia takut korban nya mengadu atau berulah"kata dito


"tapi kita pastikan personil kita dan kamera yang mengawasi 24jam siap"sambung Dito


"wah bener bener,dokter bisa bantu"


"kalau bisa jangan saya atau Nuri,kalau bisa malah pas saya dan Suter Nuri lagi ga kerja"


"terus caranya"kata Bima


"kita bisa mintak tolong sopir ambulan,istilahnya si Wulan nyuap biar diloloskan,gini kalau masalah itu tar saya bantu urus"


"boleh,makasih Lo dok bantuannya"kata Bima


🎼🎼


"maaf angkat panggilan dulu "kata Bima berjalan menjauh


"kenapa Lo jadi Ramah sama Bima,Lo suka"kata Dito


"hah,suka gw suka Bima maksudnya "tanyaku yang dijawab anggukan


"suka dari mana nya,biasa aja kali,


lagian kamu aneh aku ngobrol sama dia biasa kamu bilang ramah"


"ya habis waktu tempo hari Kami ajak sarapan kamu ketus ,tapi sekarang gak"


"mikir dong,kalian datang disaat aku masih enak enaknya tidur,menggagu istirahatku,siapa yang ga emosi"


"tapi aku suka melihat kamu bangun tidur gemesin jadi pingin membenarkan pernikahan kita"


"ga sah aneh aneh kamu tidak ada hitam diatas putih ya"

__ADS_1


"emang sih tapi ada banyak saksi,tau ga kemarin waktu aku nyamar jadi mahasiswa aku ketemu Joko,anak pak RT" kata Dito disertai senyum genit


"sialan jangan ancam gw..


"dit balik keruangan anak anak dah nugu"Bima datang datang memotong obrolanku sama dito


" bu.dokter bisa bagi no ponsel biar mudah komunikasi"kata Bima sambil menyerahkan ponselnya,kulirik Dito dengan tangan mengepal,kenapa dia marah ga mungkin cemburu.setelah membagi no ponsel kami berpisah.


"Lo Anindya kan"kata seorang perempuan ber-make up tebal


"iya siapa ya"


"Lo lupa sama gw,gw gisna kakak Lo"


"kakak,kakak dari dalam tanah"ketusku


"ko Lo tau gw Anin"sambungku


"Taulah di ruangan papa ada foto wisuda mu berdua dengan papa serta foto kamu berkuda"


"pasti kamu habis ketemu papa ya,aku juga mau ketemu mau nganter makan siang buat papa sekalian makan siang bareng "sambungnya


"kamu sering makan bareng ayahku"


"lumayan sering,udah ah panas"katanya sambil meninggalkan ku


Pasti sepuluh tahun lagi gisna udah menjadi dokter,kalau sepuluh tahun lagi kami jadi apa"kata Lina sepupu papa


"sepuluh tahun lagi berati dua empat mungkin jadi ibu ibu ber daster atau jadi karyawan "kata Anin santai


ku pejamkan mata mengingat percakapan kami empat belas tahun lalu,apa gisna udah menjadi dokter seperti cita citanya timbul rasa ingin tahu dalam hatiku


gisna itu suka papanya sebagai laki laki dewasa bukan sebagai orang tua,sial aku berlari mengejar gisna mengingat obsesi gisna pada ayah tapi kehilangan jejak,


"ayu bisa mintak tolong ga" kataku pada ayu saat melihat nya


"iya"


"bisa tunjukkan aku arah ruang Kan Divhubinter ga"


"boleh aku juga mau kesana ada sedikit perlu"kata ayu Kami berjalan bersama,sebenarnya aku ingin berlari tapi takut bikin curiga hingga ahkirnya kami sampai,


"ini ruangannya,kamu mau cari siapa"


"kepala divisinya "jawabku


"itu ruangan nya"


"bisa temani aku ga,please",ahkirnya ayu mau mengantar tapi gak bisa menemui ayah karena di dalam tadi juga ada yang mengaku anak nya,ahkirnya aku mau nugu diluar bertiga dengan ayu,


"yu kamu nemeni aku di cari Bima ga"


"gak tadi setelah bagi tugas,semua cabut"kata ayu hingga ahkirnya pintu di buka

__ADS_1


"makasih papa mau nemeni gisna makan siang,gisna kangen moment makan bersama papa"kata gisna membuatku enek dengan nya,aku masih diam sampai gisna pergi dan saat ayah hendak masuk keruangannya baru ayah tau ada aku disitu


"putri ayah disini ada perlu sama ayah"katanya sambil menghampiriku seperti setiap ketemu aku selalu mencium tangannya


"tidak kebetulan lewat tadi rencana mau makan siang sama temen,terus temenku ada urusan kesini bentar"jawabku membuat Ayu dan polisi tadi melihat ke arahku


"ayo yu,dah laper mau makan"kataku sambil menggandeng tangan hendak pergi tapi ayah keburu mencegah


"kamu belum makan ayo makan siang sama ayah"


"kan ayah dah nemeni makan siang gisna,belum sejam ko mau makan lagi "kataku lalu pamitan pergi,kami pergi meniggalkan ruang ayah


"yu bisa mintak tolong ga yang kamu tau hari ini dirahasiakan"


"bisa jadi beliau"


"ya ayah kandungku,yang makan siang tadi anak angkatnya"


"tentu,kebetulan yang kita temui tadi mas Erwin kakak iparku tar aku juga akan mintak tolong dia buat tutup mulut"katanya sambil mempraktekan gerakan mengunci mulut


"terimakasih" jawabku sebelum pergi melanjutkan aktivitas ku kembali


"gw kira Lo ga bakal balik ke kosan"kata dito yang sedang duduk santai sambil merokok didepan kamarnya,sekarang dah jam sepuluh malam aku baru pulang karena males ketemu ayah jadi aku putuskan balik ke kosan


"bagi rokok dong"kataku tanpa menjawab pertanyaannya dan langsung mengambil Rokok baru dan menyalakannya


"tampangmu gak pantes ngerokok apalagi Lo dokter"


"gw dokter jiwa bukan dokter kesehatan jasmani"


"waktu gw lihat Lo ngobrol dan ngasih makan orang gila,gw ngerasa aneh disaat semua wanita takut dan menghindari orang gila Lo malah mendekat apa Lo juga gila pikirku saat itu"


"ko ketawa Lo ga marah "sambung Dito melihat aku ketawa


"ga hanya Lo yang bilang begitu ,oma ku juga bilang begitu"


"kenapa merokok ada masalah "


"bukan udah kodratnya manusia ada Masalah hanya orang mati dan gila yang punya gak punya masalah"


"bener juga Lo,orang mati ga mungkin punya masalah selain sama Tuhannya dan orang gila ga mungkin punya masalah karena ga punya otak"katanya sambil ketawa


"Lo bisa bercanda juga ternyata"


"gimana kalau kita pacaran kita coba tiga bulan dulu"


",kenapa Lo ngebet sama gw sih"


"ga tau aja perasaan gw pingin kenal aja lebih jauh sama Lo",kata Dito


"Jumat aku ga ada praktek di RSJ aku praktek di RSU kebetulan mbak Nuri juga libur,dan Jumat pagi besok jadwal ambulan servis jadi hari itu Wulan bakal kabur"


"hati hati Bambang bukan aja menjual narkoba di juga menjual senjata tajam"

__ADS_1


"hah"


"itu baru kami temukan buktinya,semua anak buahnya yang berkhianat pasti dibikin mati seperti Tyas,Tyas teman dugem Bowo dan Bimo,adalah salah satu wanitanya dan kurirnya,karena Bambang tidak mau menikahi Tyas yang sedang hamil anaknya,maka Tyas mengancam akan melaporkan ke polisi karen dia punya bukti semua kejahatannya"


__ADS_2