
"Kamu gak mau turun bener" aku hanya menggeleng.
"Apa perlu aku bawain sarapan kekamar"
"gak kamu sarapn dulu aja,tar kalau dibawah sepi panggil aku" ucapaku.
"kenapa mesti nugu sepi"
"ga usah pura pura ga tahu deh,apa kata mami dan papi kalau ketika aku turun dengan jalan aneh" dengusku diakhir kalimat.
"Ya wajarlah kita dah menikah kenapa malu"
"kita menikah dah tiga Minggu Dit ,bukan semalam "
"oh gitu ya,ya udah aku turun dulu"kata nya tanpa rasa bersalah sama sekali.Hingga satu jam aku menunggu tak ada kabar dari Dito apa dah sepi belum.
Ceklek suara pintu di buka membuatku langsung mengalihkan pandangan kearah pintu,kulihat Dito masuk dengan nampan berisi makanan dan minuman.
"ko dibawa keatas ,tar mama Arin tanya aneh aneh dikira aku sakit"
"mama Arin ikut papak ke kantor ada urusan ,makanya aku nugu mereka berangkat dulu "kata nya sambil menaruh makanan di depanku.
"ayyuk makan tar kamu ga sadarkan diri lagi ,"
"sialan,emang aku lemah apa gak makan pagi langsung pingsan ,kamu gak kerja?".
"Kasus dah selesai tinggal nugu kabar dari kejaksaan,jadi bisa masuk siang"
"ga apel pagi ,"
"Ijin"
"kenapa lihatin gw mulu,Lo belum makan"
" udah"
"Terus kenapa lihatin gw mulu"
"gw mau makan Lo lagi boleh"
"Mulutnya ya ga masih sakit "
"Beberapa hari lagi gw terbang ke UK , nanti Lo kangen gimana"
"Dasar laki laki mesum otaknya ya"
ha ha ha "gw normal bukan mesum "
"Aissss jangan ganggu gw mau makan dulu"
"habis ini ikut gw ya"
"ke mana"
__ADS_1
"kerumah Bapak Sujatmiko" kalimatnya membuatku sontak melihat kearah nya mencari keseriusan dari omongannya.
"ok"kata ku sebelum dia berubah pikiran.Dengan menggunakan motornya kami menuju tempat tinggalnya.
"Bener ini rumahnya "
"sesuai info gitu"
"Lo ga nanya papi yang lebih akurat gitu"
"gak gw mengandalkan keberuntungan ,kalau dia gak ada di rumah berati emang belum waktunya kita bicara dan ketemu,kalau ga ketemu sekarang berati harus nugu aku pulang dari UK" katanya membuatku geram,mau nanti sekarang sama aja ujung-ujung juga sama omelku dalam hati.
"Itu sama artinya Lo belum siap tapi kamu paksakan" ucapku.
"Maaf ada yang bisa di bantu"tanya satpam yang baru keluar mungkin merasa curiga dengan kami yang berhenti sudah sepuluh menit memperhatikan rumah majikannya.
" Apa benar di sini kediaman bapak Sujatmiko" tanya Dito.
" Benar tapi bapak baru berangkat hanya ada ibu dan putrinya "
"Bisa sampaikan ke ibu Ita pramudya teman saya Ferdito Arya Mahardika ingin ketemu"kata ku sebelum Dito berubah ,karena dari mukanya nampak ketidak yakin nan untuk bertemu.
"Baik tunggu dulu mbak" kata satpam sebelum masuk dan menghubungi orang di dalam rumah 5 menit kemudia pagar dibuka Dito melajukan motornya masuk kedalam pekarangan rumah.
" Ayo kita selesaikan "kata ku sambil menggandeng tanganya masuk.
"lebay Lo,gw sering menghadapi penjahat gak gini gini amat kali"
"Silahkan masuk,silahkan duduk dulu sebentar lagi nyonya turun" kata asisten waktu membuka kan pintu kami.
"Dito...."suara seorang perempuan lirih dengan nada yang sedikit bergetar membuat kami spontan berdiri dan berjabat tangan.
"silahkan duduk " sepuluh menit hanya ada kebisuan.
"ekhm ekhm ngomong "bisikku
"Apa kabarmu nak,apa boleh mami memeluk mu untuk yang pertama sejak kau dewasa" kata mami Dito dengan suara bergetar,padahal tadi yang aku bisikin Dito tapi mami nya malah yang bersuara duluan .Dito berdiri baru berjalan satu langkah langsung dipeluk maminya.
"Maaf ,maaf ,maaf kan mami ,mami sayang kamu ,maaf kan mami karena menjadi ibu yang buruk ,ibu yang kejam sama anaknya"kata mami sambil menangis dan memeluk erat Dito.
"Mami kenapa mami memeluk laki-laki selain papi"kata Anggraini yang lagi berdiri di tengah anak tangga.
"Mas Ferdi"sambung nya lagi sambil membekap mulutnya pasti ada drama bentar lagi kata ku dalam hati.
"Mas Ferdi ada hubungan apa sama mami"
"Sayang dengerin mami ini mm ,maksud mami orang yang kamu panggil mas Ferdi ini anak sulung mami dari mantan suami mami".
"bohong aku anak tunggal ,aku ga mau mas Ferdi jadi kakakku,aku gak mau mas ferdi jadi kakak ku" teriak nya sambil berlari ke atas.
"Sebaiknya biarkan dia tenang dulu baru di beri pengertian ,jangan di paksa kan juga "kataku ketika maminya hendak naik keatas menyusul.
"Anggraini pernah berbuat ulah pura pura akan bunuh diri ketika di putuskan pacarnya," ucap Dito.
__ADS_1
"Apa kenapa kami ga tau"
"Itu terjadi di kampus beberapa bulan yang lalu dan karena itu saya mengenal putri anda ".
"Mami jangan anda dia adik mu tolong terima kami dan maaf kan kami"
"Tapi suami anda"
"dulu suami mami terpaksa berbohong demi restu orang tuanya ,karena suami mami anak tunggal"
"Apa sekarng tidak masalah "
"Kanjeng Romo udah ga ada tinggal Kanjeng ibu,tapi ibu dah kami kasih tau dan tidak mempermasalahkan nya".
"Aku dulu benci mami karena meninggalkan ku dan papi, mami hidup bersama keluarga dengan bahagia aku sendirian ".
"maaf sebenarnya mami selalu melihat mu dari jauh tapi ga berani mendekat "
"aku tau papi udah cerita ,kalau papi selama ini menutup akses mami" setelah satu jam berbicara ahkirnya kami pamit dan berjanji akan ikut makan malam keluarga sebelum ke UK .
"Gimana udah lega" tanya ku saat kamu berhenti makan siang sebenarnya tadi diajak makan siang disana tapi kodisi Anggraini yang belum turun,membuat kami tidak nyaman.
"Udah terimakasi ternyata ga seseram bayanganku "
"Emang apa bayangan mu"
"mami tak akan menerima ku,dan tak akan mengakui ku,terimakasi juga atas sport nya"
"segala sesuatu perlu di coba jangan menyerah" ucapku mencoba menguatkannya.
" Iya bener katamu ,aku aja yang terlalu berpikir buruk tentang mami ku sendiri".
"kalau dia ga sayang kamu,kamu ga akan lahir bisa aja kamu digugurkan,hamil duluan sebelum menikah di negara kita sesuatu hal yang tabu,itu memiliki beban moril tersendiri,apalagi mengingat mami menyusui kamu meski hanya sampai lima bulan itu juga wujud kasih sayangnya".
"Iya mungkin penceraian dengan papi adalah akibat stres menghadapi pernikahan di saat usia belum matang dan kurang nya dukungan ".
"Gimana kamu mau menemaniku makan malam bersama keluarga mami"sambungnya lagi.
"Boleh tapi jangan mendadak kasihan pasienku nanti,"
"ok"
"Habis anter kamu kerumah sakit aku ke kantor papi mengurus saham yang dibeli papi Pake uang nya sendiri,rencan saham itu akan dipindahkan atas nama ku karena Dino dan Dini udah dapat jatah dari kakek ,sebenarnya aku juga dapat tapi nominalnya ga sebesar Dini dan Dito "
"terima aja buat nyenengin papi"
"aku juga mikir gitu,bisa buat masa depan anak kita nanti"
"baru sekali udah bahas anak"
"ya salah sendiri diajak lagi katanya masih sakit".
"manusia mesum"
__ADS_1